Pengertian Jurnal Pembalik, Manfaat Beserta Contohnya

Jurnal pembalik adalah kebalikan dari ayat jurnal penyesuaian terkait.

Jumlah dan akun yang digunakan sama dengan dalam ayat jurnal penyesuaian.

Posisi debit dan kreditnya berkebalikan.

Apa saja manfaat jurnal pembalik?

Bagaimana cara membuat jurnal pembalik?

Mari ikuti pembahasan lengkap beserta contoh-contoh jurnal pembalik berikut ini …

 

01: Jurnal Pembalik (Reversing Entries)

jurnal pembalik adalah

A: Pengertian Jurnal Pembalik

Apa pengertian jurnal pembalik (reverse entries = jurnal pembalik bahasa inggris)?

Sesuai dengan persyaratannya, pengertian ayat jurnal pembalik adalah kebalikan dari ayat jurnal penyesuaian terkait.

Jumlah dan akun yang memerlukan jurnal pembalik sama dengan dalam ayat jurnal penyesuaian.

Sedangkan posisi debit dan kreditnya BERKEBALIKAN.

Perhatikan penjelasannya berikut ini…

Analisis dan pemutakhiran akun-akun pada akhir periode sebelum Laporan Keuangan disiapkan disebut proses penyesuaian (adjusting process).

Ayat jurnal yang memutakhirkan saldo akun pada akhir periode akuntansi disebut ayat jurnal penyesuaian (adjusting entries).

Seluruh ayat jurnal penyesuaian mempengaruhi paling tidak satu akun Laba Rugi dan satu akun neraca.

Jadi, ayat jurnal penyesuaian akan selalu melibatkan akun pendapatan atau beban dan akun aset atau kewajiban.

 

B: Manfaat Jurnal Pembalik

Manfaat Jurnal Pembalik

Apa manfaat jurnal pembalik?

Manfaat jurnal pembalik adalah untuk membalikan kondisi ke posisi semula.

Keberadaan jurnal pembalik tidak selalu digunakan dalam proses pembuatan laporan keuangan, tapi hanya pada kondisi tertentu.

***

Beberapa ayat jurnal penyesuaian yang dicatat pada akhir periode akuntansi akan memiliki pengaruh penting pada transaksi-transaksi rutin yang muncul pada periode berikutnya.

Contoh sederhana dan umum adalah gaji terutang pada karyawan yang dicatat sebagai akruan gaji pada akhir periode.

Jika sebelumnya telah terdapat jurnal penyesuaian untuk mencatat akruan beban gaji.

Maka pembayaran beban gaji pertama pada periode berikutnya akan mencakup beban akruan ini.

Tanpa adanya penyisihan khusus, Utang Gaji harus didebit sebesar jumlah terutang pada periode sebelumnya.

Dan Beban Gaji harus didebit sebesar jumlah gaji yang mewakili beban untuk periode berikutnya.

Tapi terdapat ayat jurnal pembalik (reverse entries) atau jurnal balik yang dapat digunakan untuk menyederhanakan analisis.

Dan mencatat pembayaran gaji pertama pada periode tersebut.

 

02: Membuat Jurnal Pembalik dan Contohnya

kapan jurnal pembalik dibuat

A: Contoh Kasus Jurnal Pembalik

Kapan jurnal pembalik dibuat?

Untuk menggambarkan penggunaan dan kapan jurnal pembalik dibuat dalam praktek nyata di dunia usaha.

Maka saya akan menberikan contoh soal jurnal pembalik perusahaan perusahaan jasa, seperti berikut ini:

Pak Yoyo memiliki usaha IT Consulting “MK Network” yang sudah berjalan 2 tahun.

Pak Yoyo memiliki karyawan tetap dan freelance.

Gaji karyawan tetap sebesar Rp 2.125.000 dan diberikan setiap tanggal 01,

***

Transaksi ini dicatat dengan ayat jurnal akuntansi seperti di bawah ini :

[Debit] Beban Gaji, Rp 2.125.000
[Kredit] Kas, Rp 2.125.000

Sedangkan karyawan freelance diberikan gaji setiap Jum’at kedua dan keempat untuk periode dua mingguan yang berakhir pada hari Jum’at.

Pada tanggal 13 Oktober 2017, Pak Yoyo membayar resepsionis paruh waktu sebesar Rp 950.000 untuk gaji selama dua minggu.

Atas transaksi ini dilakukan pencatatan ayat jurnal umum sebagai berikut:

[Debit] Beban Gaji, Rp 950.000
[Kredit] Kas , Rp 950.000

***

Kemudian pada tanggal 27 Oktober2017, Pak Yoyo membayar kembali resepsionis paruh waktu sebesar Rp 1.200.000 untuk gaji selama dua minggu.

Ayat jurnal umum untuk mencatat transaksi di atas adalah seperti berikut ini :

[Kredit] Beban Gaji, Rp 1.200.000
[Kredit] Kas, Rp 1.200.000

Perhatikan ilustrasi pembayaran gaji pegawai Pak Yoyo berikut ini:

jurnal pembalik kas kecil

 

B: Contoh Jurnal Pembalik

tujuan jurnal penyesuaian

01: Pencatatan Gaji Terutang dengan Jurnal Pembalik

Untuk dipahami bahwa beban gaji bisa diakumulasi per jam dan per hari.

Namun pembayarannya mungkin dilakukan secara mingguan, dua mingguan, atau bulanan.

Sebagaimana yang dilakukan Pak Yoyo yang memberikan gaji untuk pegawai paruh waktunya setiap dua mingguan.

Jumlah beban gaji yang terjadi, namun masih terutang di akhir periode seperti diilustrasikan pada gambar di atas, merupakan beban sekaligus kewajiban.

Jika hari terakhir dari periode pembayaran gaji bukan merupakan hari terakhir periode akuntansi.

Maka beban gaji yang terjadi dan kewajiban terkait harus dicatat menggunakan ayat jurnal PENYESUAIAN.

Ayat jurnal penyesuaian ini perlu dibuat agar beban dicatat  denga tepat, yaitu pada periode terjadinya.

***

Perhatikan contoh akun yang memerlukan jurnal penyesuaian berikut ini:

Seperti pada contoh studi kasus perusahaan Pak Yoyo, maka pada akhir Oktober 2017, utang gaji yang harus dicatat Pak Yoyo adalah Rp 250.000.

Jumlah ini adalah beban tambahan di bulan Oktober 2017 dan didebit pada akun beban gaji.

Jumlah ini juga merupakan kewajiban pada tanggal 31 Oktober 2017 dan dikredit pada Utang Gaji

Ayat jurnal penyesuaian untuk mencatat transaksi tanggal 31 Oktober 2017 adalah sebagai berikut :

[Debit] Beban Gaji, Rp 250.000
[Kredit] Utang Gaji, Rp 250.000

***

Setelah ayat jurnal penyesuaian diposting, Beban Gaji akan memiliki saldo debit sebesar:

= Rp 4.275.000 + Rp 250.000
= Rp 4.525.000

Perhatikan buku besar akun Beban Gaji berikut ini:

jurnal pembalik kas kecil
Buku besar akun Beban Gaji

 

Dan setelah dilakukan pencatatan jurnal balik, hasilnya adalah sebagai berikut:

fungsi jurnal pembalik
Saldo akun beban gaji setelah dilakukan  jurnal

***

Sedangkan  utang gaji yang terutang per 31 Oktober 2017 akan memiliki saldo kredit sebesar Rp. 250.000.

Kondisi tersebut seperti ditunjukkan seperti di bawah ini :

jurnal pembalik kas kecil
Buku besar akun utang gaji

 

Dan setelah dilakukan proses penyesuaian, maka hasilnya adalah sebagai berikut:

jurnal pembalik dibuat perusahaan

***

Perhatikan bahwa Pak Yoyo membayar gaji:

  • pada tanggal 1 Oktober 2017 sebesar Rp 2.125.000.
  • pada tanggal 13 Oktober 2017  sebesar Rp. 950.000
  • pada tanggal 27 Oktober 2017 sebesara Rp 1.200.000.

Pembayaran ini meliputi:

  • pembayaran gaji untuk karyawan tetap periode September 2017,
  • pembayaran gaji periode dua mingguan yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut.

Gaji Rp 250.000 telah terjadi untuk hari Senin dan Selasa 30 dan 31 Oktober 2017 yang dicatat sebagai utang pada tanggal 31 Oktober 2017.

Gaji yang dibayarkan pada tanggal 10 November 2017 berjumlah Rp. 1.275.000, termasuk beban gaji yang terutang pada tanggal 31 Oktober 2017.

Pembayaran gaji tanggal 10 November 2017 dicatat dengan mendebit Beban Gaji Rp 1.025.000.

Mendebit Utang Gaji Rp 250.000, dan mengkredit Kas Rp 1.275.000 seperti ditunjukkan berikut ini :

[Debit] Utang Gaji, Rp 250.000
[Debit] Beban Gaji, Rp 1.025.000
[Kredit] Kas, Rp 1.275.000

 

02: Bagaimana bila tidak menggunakan ayat jurnal pembalik?

Setelah seluruh proses penutupan diselesaikan.

Beban Gaji akan memiliki saldo nol dan siap untuk mencatat transaksi pada periode berikutnya.

Sebaliknya, Utang Gaji memiliki saldo sebesar Rp 250.000.

***

Tanpa ayat reversing entries diperlukan pencatatan sebesar Rp 1.275.000 untuk pembayaran gaji pada tanggal 10 November 2017 sebagai berikut :

[Debit] Utang Gaji, Rp 250.000
[Debit] Beban Gaji, Rp 1.025.000
[Kredit] Kas, Rp 1.275.000

***

Karyawan yang mencatat ayat jurnal pada tanggal 10 November 2017 harus mengacu pada ayat jurnal penyesuaian periode sebelumnya.

Tujuannya untuk menentukan jumlah yang akan didebit ke Utang Gaji dan Beban Gaji.

Kemungkinan besar akan terjadi kesalahan pencatatan karena gaji pada tanggal 10 November 2017 tidak dicatat dengan cara biasanya.

Pencatatan jurnal pembalik dibuat perusahaan pada hari pertama periode fiskal dapat mengurangi kemungkinan kesalahan ini.

***

Sebagai contoh, ayat jurnal pembalik untuk mencatat akruan beban gaji adalah sebagai berikut :

[Debit] Utang Gaji  Rp 250.000
[Kredit] Beban Gaji, Rp250.000

Reversing entries adalah memindahkan kewajiban sebesar Rp 250.000 dari Utang Gaji ke sisi KREDIT Beban Gaji.

Jumlah sebesar Rp 250.000 tidak berubah karena jumlah tersebut tetap merupakan kewajiban.

Penjelasan biasanya dituliskan beserta ayat jurnal untuk menjelaskan sifat yang tidak biasa ini.

***

Pada tanggal 10 November 2017, dilakukan pencatatan untuk pembayaran gaji sebagai berikut :

[Debit] Beban Gaji, Rp .275.000
[Kredit] Kas , Rp 1.275.000

Setelah ayat jurnal ini diposting, Beban Gaji akan memiliki saldo debit sebesar Rp 1.025.000.

Jumlah ini merupakan beban gaji untuk periode 1-10 November 2017.

 

03: Ringkasan Pencatatan Jurnal Akuntansi

korespondensi bisnis adalah

Urutan ayat jurnal, termasuk ayat jurnal penyesuaian, jurnal penutup dan jurnal pembalik  digambarkan pada akun-akun berikut ini :

  1. Akun Utang Gaji
  2. Akun Beban Gaji

Buku Besar Account Uang Gaji:

jurnal pembalik dibuat perusahaan
Akun utang gaji

 

Buku Besar Akun Beban Gaji:

fungsi jurnal pembalik
Gambar 2: Jurnal akun Beban Gaji, di mana semua transaksi dicatat dan diketahui saldo akhir.

***

Melengkapi pembahasan makalah reversing entries silahkan saksikan video pendek berikut ini …

 

04: Kesimpulan

Jurnal Pembalik merupakan salah satu proses dalam siklus akuntansi yang memiliki kegunaan atau manfaat yang sangat penting dalam proses penyusunan laporan keuangan.

Salah satu fungsi penting dari jurnal pembalik adalah memudahkan proses pembuatan laporan keuangan,

Seperti ditunjukkan dalam studi kasus perusahaan jasa konsultan di atas, yaitu memudahkan pencatatan transaksi beban dan utang gaji.

Dan bila Anda ingin membuat tools/perangkat untuk membantu dalam melakukan pencatatan jurnal transaksi bisnis, langsung saja ke: Accounting Tools+SOP Akuntansi Keuangan.

Bagaimana menurut Anda?*****

manajemen keuangan dan SOP