Laporan Keuangan perusahaan jasa travel adalah jenis laporan keuangan yang dibuat oleh pengelola usaha jasa travel dan sejenisnya untuk disampaikan kepada pihak-pihak yang berhubungan dengan perusahaan, antara lain: pemilik (owner), kreditor, investor, dan pemerintah.
Dengan mencatat semua pemasukan dan pengeluaran secara rinci, laba bisnis akan terlihat jelas. Bagi yang ingin tahu caranya dari nol, Anda bisa mengambil kursus akuntansi perhotelan dan F&B cost control. Kelas khusu ini adalah bagian dari materi yang dipelajari di kursus akuntansi for non financial manager dari level basic hingga advance.
Bagaimana proses dan langkah-langkah untuk menyusun 5 jenis laporan keuangan perusahaan jasa travel? Langsung saja mari ikuti pembahasan beserta contoh riil berikut ini….
Sekilas Tentang Laporan Keuangan Perusahaan Jasa Travel
Berapa jenis laporan keuangan perusahaan jasa travel?
Ada 5 (lima) jenis laporan yang harus disusun oleh perusahaan travel, yaitu:
- Laporan posisi keuangan,
- Laporan laba rugi,
- Laporan perubahan modal,
- Laporan arus kas,
- Catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan.
A: Pertanyaan Penting untuk Perusahaan Jasa Travel
Ada 3 pertanyaan mendasar berkaitan dengan tema laporan keuangan perusahaan jasa travel yaitu :
- Apakah perusahaan jasa travel perlu membuat laporan keuangan?
- Seperti apa bentuk laporan keuangannya?
- Bagaimana langkah-langkah untuk membuatnya?
Yuk kita telisik dan diulas jawaban dari tiga pertanyaan tersebut satu per satu.
Menjawab pertanyaan pertama, semua perusahaan apapun jenisnya dan di sektor industri apapun beroperasinya maka harus memiliki laporan keuangan, termasuk perusahaan jasa travel juga harus memiliki laporan keuangan.
B: Format Laporan Keuangan Jasa Travel
Format laporan keuangan perusahaan jasa travel tidak berbeda jauh dengan format laporan keuangan pada umumnya.
Pada laporan posisi keuangan atau neraca, kita harus menyajikan aktiva, utang dan modal, sedangkan pada Laporan Laba Rugi kita harus menyajikan nilai pendapatan atau penjualan jasa travel dan beban atau biaya-biaya operasional perusahaan. Selisih antara keduanya adalah berupa laba atau rugi.

Laba, jika selisih antara pendapatan dengan biaya nilainya posisitif, sedangkan jika nilai selisihnya adalah negatif maka perusahaan mengalami kerugian.
Perbedaan yang mencolok ada pada akun-akunya. Ini sekalian menjawab pertanyaan ke-2 mengenai bentuk laporan keuangan perusahaan jasa travel.
Yuk kita mengintip dan membedah komponen utama yang umumnya terdapat dalam Laporan keuangan perusahaan jasa travel, baik neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas.
Jenis Laporan Keuangan Perusahaan Jasa Travel
Pada bagian awal telah disampaikan bahwa ada 5 jenis laporan keuangan untuk perusahaan jasa perjalanan. Sekarang, mari diuraikan masing-masing laporan tersebut.
A: Neraca atau Laporan Posisi Keuangan
Apa itu neraca perusahaan travel?
Menurut para ahli, pengertian neraca adalah jenis laporan keuangan yang menyajikan posisi aset (aktiva), kewajiban, dan ekuitas perusahaan pada waktu tertentu, contohnya per tanggal 31 Desember 2020.
Apa saja komponen laporan posisi keuangan?
Komponen Laporan Posisi Keuangan atau Neraca perusahaan pelayanan travel antara lain :
Kas dan Setara Kas
Komponen ini ada di semua laporan keuangan, baik di perusahaan pelayanan travel maupun yang lain. Kas dan setara kas terdiri dari kas, kas di bank dan deposito.
Piutang Usaha (Account Receivable)
Komponen ini mencatat piutang dagang atas penjualan yang timbul dari kegiatan usaha seperti tiket, tur, hotel dan dokumen.
Uang Muka Pelanggan
Komponen yang digunakan untuk pembayaran deposit tiket, hotel, tur dan dokumen.
Aset Tetap (Fixed Asset)
Bagian dari kekayaan yang dimiliki perusahaan, seperti kendaraan, bangunan dan tanah. Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai.
Utang Usaha dan Utang Lain-lain
Utang usaha terdiri dari utang tiket, tur, hotel dan dokumen, sedangkan utang lain-lain merupakan utang refund atas pengembalian tiket dan voucher hotel yang tidak digunakan oleh pelanggan.
Utang Pajak
Utang pajak meliputi pajak penghasilan ; pasal 21, 23, 25, 29 dan pajak pertambahan nilai ( PPN ).
Pendapatan diterima di muka
Komponen ini mencatat penerimaan uang muka dari pelanggan atas penjualan jasa yang belum direalisasi.
Dan diakui sebagai pendapatan bila penjualan jasa tersebut telah direalisasi atau setelah perjalanan wisata/umroh tersebut telah berjalan.
Modal Saham
Merupakan modal saham yang ditempatkan dan disetor penuh.
Itulah 8 komponen utama laporan posisi keuangan atau neraca untuk perusahaan jasa perjalanan.