Tiga Metode Pembagian Laba Perusahaan Persekutuan

Banyak persekutuan komanditer BUBAR karena para rekan tidak sepakat masalah pembagian laba.

Banyak orang yang bekerja sama untuk mengambil peluang bisnis menjanjikan dengan mendirikan persekutuan komanditer atau CV (commonditaire vennootschap), namun sayangnya masih banyak orang yang merasa tidak nyaman untuk membicarakan masalah pembagian laba.

Atas pertimbangan hal tersebut, maka blog manajemen keuangan akan memberikan urun rembug materi manajemen keuangan tentang cara pembagian laba bersih atau rugi bersih perusahaan persekutuan.

Penerapan akuntansi sehari-hari untuk perusahaan persekutuan sama dengan akuntansi untuk bentuk badan usaha lainnya. Dengan sedikit perubahan dan kreatifitas, sistem akuntansi umum dapat digunakan oleh perusahaan persekutuan.

Dalam hal pendirian, pembagian laba atau rugi bersih, pembubaran, dan likuidasi perusahaan persekutuan akan menimbulkan transaksi yang unik.

Dalam pembahasan berikut kita akan melihat contoh  mengenai transaksi-transaksi unik untuk perusahaan persekutuan.

 

Cara Pencatatan Jurnal Akuntansi Pendirian Persekutuan Komanditer

Dalam mendirikan perusahaan persekutuan, investasi masing-masing rekan dicatat dalam ayat jurnal terpisah. Aset yang diserahkan oleh seorang rekan didebit ke akun aset persekutuan.

Jika kewajiban diambil alih oleh perusahaan persekutuan, maka akun kewajiban perusahaan persekutuan yang dikredit. Akun modal milik rekan akan dikreditkan sebesar jumlah bersinya.

Perhatikan contoh ini, diasumsikan Pak Joko dan Pak Bowo pemilik toko kelontong yang semula bersaing, pada tanggal 17 Agustus 2018 sepakat untuk menggabungkan usaha mereka dalam sebuah perusahaan persekutuan.

Masing-masing pihak menyumbangkan sejumlah uang tunai dan aset lainnya. Pak Joko dan Pak Bowo juga sepakat bahwa perusahaan persekutuan akan mengambil alih kewajiban dari perusahaan masing-masing.

Ayat jurnal untuk mencatat aset yang disumbangkan dan kewajiban yang dialihkan oleh Pak Joko adalah sebagai berikut:

17 Agustus 2018:

(Dr.) Kas Rp 7.200.000
(Dr.) Piutang Usaha Rp 16.300.000
(Dr.) Persediaan Barang Dagang Rp 28.700.000
(Dr.) Peralatan Toko  Rp 5.400.000
(Dr.) Peralatan Kantor Rp 1.500.000

(Cr.) Penyisihan Piutang Tak Tertagih Rp 1.500.000
(Cr.) Utang Usaha Rp 2.600.000
(Cr.) Modal, Pak Joko Rp 56.000.000

Ayat jurnal serupa akan mencatat aset yang disumbangkan dan kewajiban yang dipindahkan oleh Pak Bowo.

Dalam masing-masing ayat jurnal, aset non tunai dicatat pada nilai yang disetujui oleh para rekan. Nilai tersebut biasanya mencerminkan nilai pasar saat ini sehingga biasanya berbeda dari nilai buku aset dalam catatan usaha yang terpisah.

Perhatikan contoh berikut, peralatan toko yang dicatat sebesar Rp 5.400.000 dalam ayat jurnal di atas, mungkin saja memiliki nilai buku Rp 3.500.000 di buku besar Pak Joko (biaya Rp 10.000.000 dikurangi akumulasi penyusut Rp 6.500.000).

Perhatikan contoh lainnya, piutang yang diserahkan ke perusahaan persekutuan dicatat berdasarkan nilai nominalnya. Hanya piutang yang kemungkinan dapat ditagih yang biasanya dialihkan ke perusahaan persekutuan.

Perhatikan contoh lainnya berikut:

Pak Bambang menyumbangkan peralatan, persediaan, dan kas sebesar Rp 34.000.000 ke suatu perusahaan persekutuan yang telah dibentuk oleh Pak Joko dan Pak Bowo.

Peralatan memiliki nilai buku sebesar Rp 23.000.000 dan nilai pasar sebesar Rp 29.000.000. persediaan memiliki nilai buku sebesar Rp 60.000.000, tapi nilai pasarnya hanya sebesar Rp 15.000.000 karena sebagian sudah usang.

Perusahaan persekutuan juga mengambil alih wesel bayar milik Pak Bambang senilai Rp 12.000.000 yang pada awalnya digunakan untuk membeli peralatan.

Untuk mencatat kontribusi Pak Bambang ke perusahaan persekutuan dapat dibuat ayat jurnal sebagai berikut:

(Dr.) Kas Rp 34.000.000
(Dr.) Persediaan Rp 15.000.000
(Dr.) Peralatan Rp 29.000.000

(Cr.) Wesel Bayar Rp 12.000.000
(Cr.) Modal, Pak Bambang Rp 66.000.000

Bagaimana, sudah jelas kan?

 

Metode Pembagian Laba Persekutuan Komanditer (CV)   

Pembagian laba persekutuan

Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti bubarnya perusahaan persekutuan gara-gara masalah pembagian laba, seperti disinggung di paragraf awal artikel ini.

Maka, salah satu upaya untuk menyelesaikan persoalan pembagian laba tersebut adalah dengan menjabarkan metode pembagian laba persekutuan komanditer harus dinyatakan dalam perjanjian kerjasama persekutuan.

Jika perusahaan persekutuan tidak memiliki perjanjian atau jika perjanjian tidak menyebutkan mengenai pembagian laba bersih atau rugi bersih, maka seluruh rekan akan memperoleh bagian yang sama.

Akan tetapi, jika salah satu rekan menyumbangkan bagian modal yang lebih besar daripada rekan lainnya, maka laba bersih kemudian dibagi berdasarkan kontribusi modal masing-masing yang jumlahnya berbeda-beda.

Begitu juga, jika jasa yang diberikan salah satu rekan lebih penting dibandingkan jasa rekan lainnya, laba bersih harus dibagi menurut kontribusi jasa yang besarnya tidak sama.

Untuk diperhatikan juga bahwa dalam perjanjian pendirian perusahaan persekutuan yang mengakui perbedaan-perbedaan ini.

Dengan mempertimbangkan perbedaan-perbedaan tersebut di atas, paling tidak ada tiga metode pembagian laba perusahaan persekutuan, yaitu:

#1. Metode Pembagian Laba Persekutan Komanditer Berdasar Jasa Rekan  

Salah satu metode dalam mengakui perbedaan kemampuan rekan dan jumlah waktu yang diberikan kepada perusahaan persekutuan adalah dengan memberikan tunjangan gaji kepada para rekan.

Oleh karena rekan secara hukum bukan merupakan karyawan perusahaan persekutuan komanditer, maka tunjangan semacam ini diperlakukan sebagai pembagian laba bersih dan dikreditkan ke akun modal saham.

Perhatikan contoh berikut:

Disumsikan perjanjian persekutuan antara Pak Amin dan Pak Andi menjanjikan tunjangan gaji bulanan. Pak Amin akan menerima tunjangan bulanan sebesar Rp 5.000.000 atau Rp 60.000.000 satu tahun, dan Pak Andi akan menerima Rp 4.000.000 atau Rp 48.000.000 setahun.

Laba bersih yang tersisa setelah pembagian tunjangan gaji akan dibagi sama rata. Diasumsikan pula laba bersih tahun tersebut adalah sebesar Rp 150.000.000.

Laporan pembagian laba bersih dapat disajikan sebagai laporan terpisah untuk mendukung neraca dan laporan laba rugi, atau dapat diungkapkan dalam laporan modal perusahaan persekutuan komanditer.

Format laporan pembagian laba bersih lainnya adalah dengan menambahkan pembagian laba di bagian bawah laporan laba rugi. Jika format ini yang digunakan, maka bagian bawah laporan laba rugi akan muncul sebagai berikut:

metode pembagian laba - berdasarkan jasa

Pembagian laba bersih dicatat sebagai ayat jurnal penutup, bahkan jika para rekan sebenarnya tidak menarik jumlah tunjangan gaji mereka. Ayat jurnal untuk mencatat pembagian laba bersih adalah sebagai berikut:

31 Agustus 2018:

(Dr) Ikhtisar Laba Rugi    Rp 150.000.000
(Cr) Modal, Pak Amin           Rp 81.000.000
(Cr) Modal, Pak Andi            Rp 69.000.000

Jika Pak Amin dan Pak Andi telah menarik tunjangan gaji bulanan mereka, penarikan telah didebit ke akun prive mereka selama tahun tersebut.

Pada akhir tahun saldo debit sebesar Rp 60.000.000 dan Rp 48.000.000 dalam akun prive akan dipindahkan sebagai pengurangan terhadap akun modal mereka.

Akuntan harus hati-hati dalam membedakan tunjangan gaji dan penarikan oleh rekan. Jumlah laba bersih yang dibagikan ke masing-masing akun modal rekan pada akhir tahun dapat berbeda dari jumlah penarikan oleh rekan selama tahun tersebut.

Dalam beberapa kasus, perjanjian persekutuan komanditer dapat membatasi jumlah penarikan oleh rekan selama periode tertentu.

 

#2. Metode Pembagian Laba Persekutuan Komanditer sesuai Jasa Rekan dan Investasi

pengeloaam keuangan.

Para rekan dapat menyepakati bahwa rencana pembagian laba yang paling adil adalah dengan menyediakan:

  1. Tunjangan gaji
  2. Bunga atas investasi modal

Sisa laba bersih kemudian dibagi sesuai kesepakatan. Sebagai contoh, diasumsikan perjanjian persekutuan komanditer untuk Pak Amin dan Pak Andi membagi laba sebagai berikut:

  1. Tunjangan gaji bulanan sebesar Rp 5.000.000 untuk Pak Amin dan Rp 4.000.000 untuk Pak Andi.
  2. Bunga sebesar 12% atas saldo modal masing-masing rekan per 1 September 2018.
  3. Sisa laba bersih dibagi rata di antara para rekan.

Pak Amin memiliki saldo kredit sebesar Rp 160.000.000 dalam akun modalnya per 1 September 2018, dan Pak Andi memiliki saldo kredit sebesar Rp 120.000.000 dalam saldo akun modal.

Laba Bersih periode tersebut sebesar Rp 150.000.000 dibagi berdasarkan skema berikut:

Pembagian Laba berdsasarkan investasi

Untuk contoh di atas, ayat jurnal untuk menutup akun ikhtisar laba rugi ditunjukkan berikut ini:

31 Agustus 2018:

(Dr.) Ikhtisar Laba Rugi Rp 150.000.000
(Cr.)  Modal, Pak Amin  Rp 83.400.000
(Cr.) Modal. Pak Andi  Rp. 66.000.000

 

#3. Pembagian Laba Perusahaan Persekutuan berdasarkan Tunjangan Melebihi Laba Bersih

Dalam contoh sebelumnya, jumlah laba bersih melebihi total jumlah tunjangan gaji dan bunga. Jika jumlah laba bersih kurang dari total tunjangan, sisa saldo menjadi jumlah negatif.

Jumlah tersebut harus dibagi di antara para rekan sebagaimana terjadi rugi bersih.

Perhatikan contoh berikut:

Diasumsikan jumlah tunjangan gaji dan bunga adalah sama seperti dalam contoh sebelumnya, tapi laba bersihnya sebesar Rp 100.000.000.

Total tunjangan gaji dan bunga untuk Pak Amin sebesar Rp 79.200.000 dan untuk Pak Andi sebesar Rp 62.400.000.

Jumlah keduanya yaitu Rp 141.600.000, melebihi laba bersih Rp 100.000.000 atau sebesar Rp 41.600.000. Kelebihan tersebut harus dibagi dua antara Pak Amin dan Pak Andi.

Dalam perjanjian persekutuan, sisa laba bersih atau rugi bersih apapun setelah dikurangkan dari tunjangan-tunjangan dibagi rata antara Pak Amin dan Pak Andi.

Dengan demikian masing-masing rekan mendapatkan setengah bagian dari Rp 41.600.000, dan Rp 20.800.000 dikurangkan dari bagian tunjangan setiap rekan.

Pembagian laba bersih final antara Pak Amin dan Pak Andi ditunjukkan sebagai berikut:

Saat menutup Ikhtisar Laba Rugi pada akhir tahun, sejumlah Rp 58.400.000 akan dikreditkan ke modal Pak Amin dan Rp 41.600.000 akan dikreditkan ke modal Pak Andi.

Ayat jurnal untuk mencatat pembagian laba bersih ini adalah sebagai berikut:

31 Agustus 2018:

(Dr.) Ikhtisar Laba Rugi Rp 100.000.000
(Cr.)  Modal, Pak Amin  Rp 58.400.000
(Cr.) Modal. Pak Andi  Rp. 41.600.000

Perhatikan contoh lain berikut ini:

Pak Bambang dan Pak Lin membentuk sebuah perusahaan persekutuan komanditer dan membagi laba sebagai berikut:

  1. Tunjangan gaji tahunan untuk Pak Bambang sebesar Rp 42.000.000.
  2. Bunga 9% diberikan atas saldo modal masing-masing rekan per 1 Januari
  3. Sisa laba bersih dibagikan sama rata.

Pak Bambang dan Pak Lin memiliki saldo modal per 1 Januari masing-masing sebesar Rp 20.000.000 dan Rp 150.000.000. Laba bersih periode tersebut berjumlah Rp 240.000.000. Sehingga laba bersih yang harus dibagikan untuk Pak Bambang adalah:

pembukuan-aktivitas-akuntansi

 

Kesimpulan

Demikian pembahasan tentang pendirian perusahaan persekutuan dan pembagian laba.

Beberapa persekutuan terdiri atas kontribusi uang dari satu rekan serta kontribusi usaha dan keahlian dari rekan yang lain.

Hal ini bisa menyebabkan konflik antara dua rekan, karena satu rekan bekerja sedangkan rekan yang lain tidak.

Tanpa perjanjian kerjasama mendirikan perusahaan persekutuan yang dibuat dengan benar, rekan yang bekerja dapat memperoleh laba dalam bentuk tunjangan gaji dan hanya menyisakan sedikit untuk rekan investor.

Dengan demikian perjanjian kerjasama persekutuan seringkali mengharuskan seluruh rekan untuk menyepakati besarnya tunjangan gaji yang diberikan kepada rekan yang bekerja.

Terima kasih.

***

sop akuntansi keuangan powerful