Pengertian Pemasaran dan Evolusi Perkembanganya

Pengertian Pemasaran adalah

Konsep dan pengertian pemasaran (marketing) terus mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Manajemen dan strategi pemasaran pun secara dinamis terus berkembang seiring dengan perkembangan masyarakat dan teknologi.

Bagaimana konsep dan pengertian pemasaran serta perkembangannya?

Blog manajemen keuangan akan membahas topik ini dari pengertian hingga evolusi perkembangan konsep pemasaran.

Baca juga: Strategi Marketing Mix ini Mungkin Cocok Meledakkan Penjualan Anda!

***

01. Pengertian Pemasaran (Marketing)

Istilah pemasaran dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama marketing. Kata marketing ini boleh di kata sudah diserap ke dalam bahasa Indonesia, namun juga diterjemahkan dengan istilah pemasaran.

Asal kata pemasaran adalah pasar atau market. Apa yang dipasarkan itu, adalah barang dan jasa.

Memasarkan barang tidak berarti hanya menawarkan barang atau menjual tetapi lebih luas dari itu.

Di dalamnya tercakup berbagai kegiatan seperti membeli, menjual, dengan segala macam cara, mengangkut barang, menyimpan, mensortir dan sebagainya.

Di dalam marketing aktivitas ini kita kenal sebagai fungsi-fungsi marketing.

Pengertian pemasaran menurut para ahli antara lain:

Charles F. Philips dan Delbert J. Duncan dalam bukunya Marketing, Principles and Methods menyatakan bahwa marketing which is often referred to as distribution by businessman – includes all the activities necessary to place tangible goods in the hand of house hold consumers and users.

Artinya, pengertian pemasaran yang oleh para pedagang diartikan sama dengan distribusi dimaksudkan segala kegiatan untuk menyampaikan barang-barang ke tangan konsumen (rumah tangga) dan ke konsumen industri.

Selanjutnya ditambahkan bahwa excluding only such activities as involve a significant change in the form of goods.

Jadi dalam kegiatan marketing itu tidak termasuk kegiatan perubahan bentuk barang yang kita jumpai dalam industri.

Maynard and Beckman dalam bukunya Principle of Marketing menyatakan marketing embraces all bisiness activities involved in the flow of goods and services from physical production to consumption.

Artinya, pengertian pemasaran adalah segala usaha yang meliputi penyaluran barang dan jasa dari sektor produksi ke sektor konsumsi.

Paul D. Converse and Fred M. Jones dalam Introduction to Marketing mengemukakan bahwa dunia bisnis itu dibagi dua, yaitu produksi dan marketing.

Production diartikan sebagai has to do with moving these goods in the hand of consumers. Produksi diartikan sebagai pekerjaan menciptakan barang, sedangkan marketing adalah pekerjaan memindahkan barang-barang ke tangan konsumen.

William J. Shultz dalam bukunya Outlines of Marketing menyebutkan bahwa marketing or distribution is the performances of business avtivities that direct the flow of goods and services from producers to consumers or user.

Pengertian pemasaran atau distribusi adalah usaha atau aktivitas yang menyalurkan barang dan jasa dari produsen ke konsumen.

Rayburn D Tousley, Eugene Clark and Fred E. Clark dalam bukunya Principles of Marketing menyatakan, Marketing consist of those efforts which effect transfers in the ownership of goods and services and which provide for their physical distribution.

Marketing terdiri dari usaha yang mempengaruhi pemindahan pemilikan barang dan jasa termasuk distribusinya.

pengertian pemasaran menurut para ahli pemasaran dunia

Dari buku Elements of Marketing yang ditulis oleh Paul D. Converse, Harvey W. Huege, and Robert V. Mitchell, ditulis sebagai berikut:

Marketing has been defined as the business of buying and selling, and as including those business activities involved in the flow of goods and services between producers and consumers.

Pengertian pemasaran adalah sebagai kegiatan membeli dan menjual, dan termasuk di dalamnya kegiatan menyalurkan barang dan jasa antara produsen dan konsumen.

Dalam kalimat lain dalam bukunya juga dikemukakan bahwa marketing includes the activities involved in the creation of place, time, and possession utilities.

Artinya, pengertian pemasaran terdiri dari kegiatan-kegiatan penciptaan kegunaan tempat, waktu dan pemilikan.

pengertian marketing menurut para ahli

Nah, sekarang kita lihat definisi pemasaran dari dewa marketing Indonesia Hermawan Kertajaya, sebagai berikut:

Pengertian pemasaran telah berkembang pesat dari dulu sampai sekarang yang dirumuskan sebagai berikut:

  • Pemasaran adalah menghubungkan penjual dengan pembeli potensial
  • Pemasaran adalah menjual barang, dan barang tersebut tidak kembali ke orang yang menjualnya.
  • Pemasaran adalah memberikan sebuah kehidupan.
  • Tahun 1953, Brech mendefinisikan pemasaran suatu proses dalam menentukan permintaan konsumen akan barang dan jasa, memotivasi penjualan, mendistribusikan ke konsumen akhir, dengan keuntungan sebagai imbalan.
  • Tahun 1954, Peter Drucker mengatakan pemasaran bukanlah sekedar perluasan penjualan, pemasaran meliputi keseluruhan bisnis dan harus dilihat dari sudut pelanggan. Hanya pemasaran dan inovasilah yang menghasilkan uang, kegiatan yang lainnya adalah merupakan pos biaya saja. Dikatakan pemahaman Drucker ini merupakan peletakan sendi dasar pemasaran sebagai bisnis kunci dalam perusahaan.
  • Tahun 60-an, 70-an, 80-an, sekolah pemasaran telah berkembang dan menerbitkan berbagai buku teks. Ini menjadi dasar pula untuk tahun 90-an pemasaran yang menekankan pada relationship.
  • Tahun 1972 (Kotler) menyatakan bahwa pemasaran adalah sekumpulan aktivitas manusia yang ditujukan untuk memfasilitasi dan melaksanakan pertukaran.
  • Tahun 1976 (Baker), menyatakan bahwa pemasaran adalah berkaitan dengan penciptaan dan pemeliharaan hubungan yang saling menguntungkan.
  • Pemasaran adalah fungsi bisnis yang mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan yang tidak terpenuhi saat ini.
  • Tahun 1985, American Marketing Association (AMA) menyatakan bahwa pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan konsepsi, penentuan harga, promosi dan pendistribusian barang, jasa dan ide dan dapat memuaskan pelanggan dan tujuan perusahaan.
  • Tahun 1977, The Chartered Institute of Marketing, pemasaran adalah proses manajemen untuk mengidentifikasi, mengantisipasi, dan memuaskan pelanggan secara menguntungkan.
  • Definisi dari Marketing Association of Australia and New Zaeland (MAANZ), pemasaran adalah aktivitas yang memfasilitasi dan memperlancar suatu hubungan pertukaran yang saling memuaskan melalui penciptaan, pendstribusian, promosi dan penentuan harga dari barang, jasa, dan ide.
  • Selanjutnya definisi terakhir yang ingin dikemukakan adalah seperti yang ditulis oleh Hermawan Kertajaya, pemasaran adalah sebuah disiplin bisnis strategies yang mengarahkan proses penciptaan, penawaran dan perubahan values dari satu inisiator kepada stakeholder-nya.

pengertian pemasaran menurut ahli marketing

Lebih lanjut dijelaskan oleh Hermawan Kertajaya tentang berbagai istilah atau kata yang terdapat dalam pengertian pemasaran tersebut:

  • Strategi berarti sebuah konsep super-ordinat, yang mencakup keseluruhan kebijaksanaan yang perlu dirinci lagi dalam taktik-taktik untuk dilaksanakan.
  • Bisnis berarti berlaku untuk setiap entitas bisnis, profit ataupun non-profit.
  • Mengarahkan, berarti pemasaran adalah umbrella guidance (payung panduan) bagi setiap aktivitas yang ada pada seluruh organisasi perusahaan.
  • Menciptakan, pemasaran adalah sebuah panduan untuk produksi.
  • Menawarkan, pemasaran adalah sebuah panduan untuk proposisi.
  • Mempertukarkan, pemasaran adalah sebuah panduan untuk transaksi.
  • Inisiator, pemasaran dapat digunakan oleh perusahaan, individu, orang, dan negara.
  • Stakeholders, pemasaran dapat digunakan untuk menciptakan, menawarkan, dan mempertukarkan value kepada para pelanggan, karyawan. Shareholder, pemasok, dealer, bankir, pemerintah dan public.

Sebagai kesimpulan dari definisi di atas, Hermawan Kertajaya menekankan bahwa sebagai visi, pemasaran harus menjadi suatu konsep bisnis strategis yang bisa memberikan kepuasan berkelanjutan, bukan kepuasan sesaat untuk tiga stakeholder utama di setiap perusahaan yaitu pelanggan karyawan dan pemilik perusahaan.

Sebagai misinya, pemasaran akan menjadi jiwa bukan sekedar salah satu anggota tubuh suatu perusahaan, karena setiap seksi atau orang dalam perusahaan harus paham dan menjadi unsur pemasaran.

Kemudian dalam arti nilai bisnis apapun yang dijalankan, pengusaha harus menganggapnya sebagai bisnis jasa, setiap orang dalam perusahaan harus merasa terlibat dalam proses pemuasan pelanggan, baik langsung atau tidak, bukan hanya sebagai pelaksana yang digaji, tapi harus secara total melaksanakan pertambahan nilai dan memberi kepuasan kepada pelanggan.

Michael J. Baker mendefinisikan pemasaran mulai dari penekanan terhadap fungsi penjualan, melakukan transaksi, melakukan pembelian ulang, loyalitas dan akhirnya menjadi partner dalam bisnis melalui pemasaran, yang harus dikelola sendiri dalam bentuk CRM (Customer Relationship Management).

Philip Kotler, dalam bukunya Marketing Management menyatakan bahwa pengertian pemasaran dapat dilihat dari 2 (dua) sudut pandang:

Pengertian pemasaran dari sudut pandang Societal (masyarakat) menunjukkan peranan marketing dalam masyarakat. Sedangkan menurut pandangan marketer, marketing berperan untuk menyampaikan standar hidup yang lebih tinggi bagi masyarakat.

Marketing is a societal process by which individual and groups obtain what they and want through creating, offering, and freely exchanging products and services of value with others.

Artinya, pengertian pemasaran adalah proses di mana seseorang atau kelompok dapat memenuhi need dan want melalui penciptaan, penawaran dan pertukaran barang dan jasa.

konsep dan pengertian marketing

Dari sudut manajemen pemasaran pengertian pemasaran menurut AMA (The American Marketing Association (management) is the process of planning and executing the conception, pricing, promotion and distribution of ideas, goods, services to create exchanges that satisfy individual and organizational goals.

Artinya, pengertian pemasaran adalah proses merencanakan konsepsi, harga, promosi dan distribusi ide, menciptakan peluang yang memuaskan individu dan sesuai dengan tujuan organisasi.

Adanya kepuasan yang dirasakan oleh konsumen, menimbulkan respon positif berupa terjadinya pembelian ulang dan menganjurkan konsumen lain agar membeli produk yang sama.

Keuntungan berlipat ganda akan diperoleh produsen, melalui penyebaran informasi positif dari konsumen ke konsumen lain. Dan hal inilah yang lebih dikenal sebagai mouth to mouth advertising.

Yang perlu mendapat perhatian dari batasan-batasan di atas adalah batasan marketing yang menyangkut adanya place, time and possession utility.

Di samping 3 bentuk utility di atas masih ada satu utility lagi yaitu utility of form. Tapi utility ini tidak merupakan lapangan marketing, walaupun sebenarnya bagaimana form yang akan dibuat dalam industri sangat dipengaruhi oleh marketing.

Dikatakan oleh Rayburn D. Tousley bahwa walaupun marketing menyangkut penciptaan kegunaan waktu, tempat dan hak milik, namun harus dimengerti bahwa penciptaan ketiga utility ini tidak otomatis harus merupakan pekerjaan marketing.

Misalnya, seseorang mengangkut atau menyimpan barang-barang milik pribadinya, ini bukanlah marketing karena dalam hal ini tidak terjadi pemindahan hak milik walaupun sudah terjadi place and time utility.

Jadi yang paling penting harus diingat di sini ialah bahwa marketing itu pertama-tama harus berhubungan dengan adanya pemindahan hak milik secara memuaskan.

apa yang dimaksud dengan marketing

02. Tujuan Pemasaran

Bila diperhatikan, tujuan pemasaran dapat dilihat:

Tujuan #1. Untuk mencari keseimbangan pasar.

Yaitu keseimbangan antara buyer’s  market dan seller’s market, mendistribusikan barang dan jasa dari daerah surplus ke daerah minus, dari produsen ke konsumen,dari pemilik barang dan jasa ke calon konsumen.

Tujuan #2. Memberi kepuasan kepada konsumen

Tujuan pemasaran bukan komersial atau mencari laba. Tapi, tujuan pemasaran yang utama adalah memberi kepuasan kepada pelanggan.

Dengan tujuan untuk memberi kepuasaan ini, maka kegiatan marketing meliputi berbagai lembaga produsen.

Istilah marketing bukan saja milik industri-perdagangan, tapi kegiatan marketing meliputi marketing yayasan, marketing lembaga pendidikan, marketing pribadi, marketing masjid, dan marketing lembaga non profit lainnya.

Tujuan pemasaran lembaga-lembaga non profit ini ialah membuat satisfaction kepada konsumen, nasabah, jamaah, murid, rakyat yang akan dilayaninya.

Jika konsumen merasa puas, maka masalah keuntungan akan datang dengan sendirinya. Produsen akan memetik keuntungan secara terus menerus sebagai hasil dari memberi kepuasan kepada konsumennya.

Pemasaran adalah

03. Perkembangan Pemasaran

Kalau pada suatu ketika kita ingin berbelanja, maka barang-barang berikut ini sudah tersedia di pasar: 1) dalam jumlah tertentu, 2) dalam jenis tertentu, 3) dalam harga tertentu, dan 4) dalam waktu tertentu.

Mekanisme apakah yang mengatur sampai barang-barang itu tersedia sedemikian rupa?

Mekanisme itu adalah kegiatan atau usaha para pengusaha yang menyalurkan barang dan jasa dari titik produsen ke titik konsumen.

Kegiatan menyalurkan barang dan jasa dari titik produsen ke titik konsumen itu disebut MARKETING.

Bila kita lihat sejarah perkembangan pemasaran ini maka harus kita telusuri sejak zaman dulu. Dalam situasi perekonomian jaman dulu, yang dikenal dengan istilah ‘economics of scarcity’, barang-barang yang dihasilkan belum begitu banyak, sehingga barang-barang tersebut mudah diserap oleh konsumen.

Produsen dengan mudah dapat mengenal konsumennya. Waktu itu dikatakan oleh Jean Baptist Say, bahwa supply always creates its own demand. Barang-barang yang dijual (supply) akan laku dengan sendirinya sebab sudah ada pembelinya.

Tapi sebaliknya, pada masa kini, sejak produsen menemukan teknik-teknik produksi yang baru, mulai menghasilkan barang dan jasa secara besar-besaran dan mulailah pasar dibanjiri oleh berbagai jenis produk.

Dalam hal ini produsen tidak lagi menghiraukan siapa konsumen dari produsennya, karena produksi sudah dibuat dengan cara otomatisasi yang bersifat masal. Produsen membuat barang untuk konsumen yang tidak dikenal (for unknown consumer)

Dari situasi perekonomian seperti ini ditemui istilah ‘economiss of realitive plenty’, barang-barang mulai banyak tersedia dibandingkan dengan yang terbeli oleh konsumen.

Keadaan ini makin lama makin meruncing, persaingan makin lama makin tajam (keen competition), sehingga mendorong kaum produsen untuk memikirkan bagaimana cara menyalurkan barang-barangnya mendahului para pesaingnya.

Akhirnya pernyataan J.B. Say di atas bisa berbalik menjadi Demand creates its own supply, permintaan sesuai dengan selera konsumen harus dipenuhi oleh produsen.

***

Pada saat ini produsen harus mempertimbangkan bagaimana selera konsumen masa kini dan masa yang akan datang dan harus diperhitungkan dalam marketing plan, sejak desain produksi yang akan dihasilkannya.

Sebagai ilustrasi berikut ini dapat dilihat bahwa ada gap, ada jurang pemisah antara produsen dan konsumen. Jurang ini harus dijembatani oleh produsen.

Produsen harus mencari informasi, untuk mengetahui segala sesuatu mengenai konsumen, misalnya menyangkut jumlah konsumen, selera, daya beli, pendidikan, kebiasaan, dan hal lain yang terkait.

Evolusi Konsep Marketing

04. Evolusi Konsep Pemasaran

Mengapa disebutkan sebagai evolusi konsep, sebab orientasi perusahaan terhadap pasar, atau kemampuan perusahaan menghadapi persaingan makin lama makin BERKEMBANG.

Ada 5 konsep yang berkembang yaitu: 1) konsep produksi (production concept), 2) konsep produk (product concept), 3) konsep penjualan (selling concept), 4) konsep pemasaran (marketing concept), dan 5) konsep sosial (social concept).

Evolusi yang terdapat dalam perkembangan kehidupan manajemen pemasaran adalah:

#1. Konsep Produksi (Production Concept)

Konsep produksi bertitik tolak dari anggapan bahwa konsumen ingin produk yang harga murah dan mudah didapatkan di mana-mana.

Produsen yang menganut konsep ini, akan membuat produksi secara masal, menekan biaya dengan efisiensi tinggi, sehingga harga pokok produksi bisa ditekan dan harga jual lebih rendah dari pesaing.

Cara menghitung harga pokok dapat dipelajari di artikel: Cara Menghitung Harga Pokok Produksi Perusahaan Busana.

Produsen tipe ini akan mendistribusikan hasil produksinya ke seluruh pelosok agar mudah diproleh konsumen. Konsep ini merupakan konsep awal dari produsen untuk menguasai pasar.

Konsep ini akan sangat berhasil, jika memang belum banyak saingan dan konsumen belum memperhatikan kualitas. Pokoknya yang penting bagi konsumen adalah terpenuhinya kebutuhan (needs). Masalah wants belum diperhatikan.

#2. Konsep Produk (Product Concept)

Pada saat barang masih langka di pasar, maka produsen memusatkan perhatian pada teknis pembuatan produk saja.

Produsen belum memperhatikan selera konsumen. Produsen hanya membuat barang dengan to place oneself, hanya menuruti bagaimana selera produsen sendiri.

Produsen hanya melihat cermin tidak melihat jendela. Orang yang meilhat kaca hanya memperhatikan wajahnya saja, yaitu ia membuat barang yang cocok dengan kemauannya.

Lain halnya melihat jendela, berarti melihat orang yang berada di luar/di jalan dengan kata lain produsen memperhatikan orang lain.

Mengapa produsen menganut konsep ini?

Produsen mendasarkan pemikirannya pada premis-premis berikut ini:

  • Konsumen akan memperhatikan mutu berbagai barang sebelum mereka membeli.
  • Konsumen mengetahui perbedaan mutu berbagai macam barang.
  • Konsumen selalu mencari barang dengan nama baik.
  • Produsen harus selalu menjaga mutu untuk mempertahankan langganan.

#3. Konsep Penjualan (Selling Concept)

Pada konsep ini, produsen membuat barang, kemudian harus menjual barang itu dengan berbagai teknik promosi. Hal yang penting ialah adanya kegiatan promosi secara maksimal.

Paham dari konsep ini adalah konsumen pasti mau membeli barang, bila mereka dirancang untuk membeli. Dan promosi besar-besaran merupakan ciri khas dari selling concept.

Premis yang mendasari konsep ini adalah:

  • Konsumen cenderung menolak membeli barang yang tidak penting. Oleh karena itu, harus didorong untuk membeli.
  • Konsumen dapat dipengaruhi melalui stimulasi promosi.
  • Tugas produsen mendorong penjualan.

#4. Konsep Pemasaran (marketing concept)

Pada konsep pemasaran, produsen tidak hanya membuat barang, tidak pula asal melancarakan promosi. Tapi produsen memusatkan perhatian pada selera konsumen, produsen memperhatikan needs dan wants dari konsumen.

Jadi produsen tidak hanya memperhatikan kebutuhan konsumen saja, tapi juga memperhatikan apa keinginan konsumen.

Konsumen juga tidak hanya sekedar membeli fisik barang, tapi mengharapkan sesuatu yang lain yang diharapkan setelah membeli barang tersebut. Jika hal ini dapat terpuaskan maka kegiatan marketing perusahaan akan mencapai sukses.

Premis yang mendasari konsep pemasaran ini adalah:

  • Konsumen selalu memilih barang yang dapat memuaskan needs dan wants-nya.
  • Konsumen dapat dikelompokkan berdasarkan needs dan want-nya.
  • Tugas organisasi adalah meneliti dan menetapkan segmentasi dan memilih pasar serta mengembangkan program pemasaran yang efektif.

konsep marketing - societal marketing

#5. Societal Marketing Concept

Konsep Kemasyarakatan, memiliki rasa tanggung jawab (Responsibility) atau berwawasan sosial (Societal Marketing Concept)

Tingkat orientasi pada rasa tanggung jawab sosial dan kemanusiaan didasarkan atas banyaknya kritik dan sorotan dari luar perusahaan, baik yang datang dari pemerintah maupun dari masyarakat melalui lembaga konsumen atau LSM maka perusahaan harus memiliki rasa tanggung jawab moral untuk melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya.

Tanggungjawab sosial ini dalam arti luas, harus menghasilkan barang yang baik, tidak merusak kesehatan masyarakat.

Menggunakan sumber daya alam secara bertanggung jawab, selalu menjaga kebersihan air dan kebersihan udara dari ancaman polusi, mengurangi kebisingan mesin pabrik.

Semua ini harus dilakukan dalam rangka menciptakan suasana kehidupan yang baik dan tenteram dengan penuh rasa tanggung jawab, tidak mementingkan keuntungan perusahaan semata.

Pengertian Pemasaran adalah

Premis yang mendasari pemikiran produsen untuk mengembangkan responsibility ini adalah:

  • Gejala konsumerisme akan muncul apabila masyarakat memperoleh barang yang tidak baik dan mendapat layanan kurang memuaskan.
  • Masyarakat akan menuntut tanggung jawab organisasi, begitu mereka mendapat perlakukan kurang baik dan bila ekosistem mereka tergangggu.
  • Anggota masyarakat selalu menghendaki jaminan keselamatan terutama atas komoditi yang mereka beli.

Pada tingkat terakhir ini manajemen pemasaran harus memusatkan kegiatannya pada bagaimana menciptakan dan menawarkan barang untuk perbaikan mutu kehidupan, bukan hanya sekedar menawarkan barang untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Konsep terakhit memperluas konsep pemasaran baru. Ada yang mengusulkan nama konsep tersebut sebagai konsep ‘pemasaran berperikemanusiaan’, ‘pemasaran sadar lingkungan’.

Namun Philip Kotler cenderung memberi nama konsep pemasaran berwawasan sosial (societal marketing concept), konsep ini seakan-akan kontradiktif dengan konsep pemasaran yang pertama.

Kontradiktif yang timbul dalam hal ini adalah produsen akan mementingkan keinginan konsumen dan mengabaikan kepentingan masyarakat banyak.

Contoh: produk makanan fast food, sangat memuaskan konsumen, enak, cepat saji tapi menyebabkan kolesterol tinggi.

Demikian pula kemasan botol minuman dari bahan plastik, memang bagus, praktis, sekali pakai buang, tapi akibatnya menimbulkan polusi, hanyut dan mengotori sungai, tak hancur di tanah, mengandung racun dan sebagainya.

Akan lebih baik bila kemasan tersebut terbuat dari botol biasa, bisa dipakai berulang kali oleh pabrik, menurut penelitian ada yang bisa dipakai 17 kali.

Di sinilah letak pentingnya socetal marketing, yaitu memperhatikan kepentingan masyarakat banyak.

Tugas manajer pemasaran dimulai jauh sebelum produk dihasilkan dan tidak akan sampai produk terjual. Jadi tugas-tugasnya antara lain:

  • Mempelajari apa kebutuhan dan keinginan konsumen.
  • Mengembangkan konsep produk untuk memuaskan konsumen
  • Menetapkan price policy
  • Merencanakan dan mengatur distribusi
  • Menggunakan mass media untuk komunikasi pemasaran
  • Memperhatikan kepuasan konsumen
  • Memperbaiki dan mengembangkan rencana pemasaran yang didasarkan pada data yang terkumpul.

Dengan demikian, tampaknya seorang manajer pemasaran merupakan seorang peneliti, psikolog-sosiolog (ekonomi – komunikasi dan ahli hukum).

***

sop akuntansi keuangan powerful