[Studi Kasus] Aplikasi Jurnal Penyesuaian dan Koreksi yang Terbukti Meningkatkan Efisiensi Siklus Akuntansi

Jurnal Penyesuaian dan jurnal koreksi adalah dua jenis jurnal yang sering digunakan dalam pencatatan akuntansi.

Kedua jurnal ini sangat bermanfaat dalam proses menyusun laporan keuangan, baik laporan keuangan perusahaan jasa, dagang, dan manufaktur atau industri.

Sebagai manusia, human error dan kesalahan teknis lain yang tidak disengaja kadangkala terjadi saat menyusun laporan keuangan.

Kesalahan memasukkan jumlah angka yang benar, kesalahan posting ke jurnal yang sesuai atau kesalahan tidak tercatatnya transaksi.

Walaupun kita sudah hati-hati, namun kesalahan seperti itu terkadang masih terjadi.

Cara Membuat Jurnal Koreksi

Lalu bagaimana cara memperbaiki kesalahan-kesalahan tersebut? inilah salah satu manfaat penting dari jurnal penyesuaian dan Jurnal Koreksi.

Misalnya saat menghitung nilai persediaan, maka perlu penyesuaian dengan membuat jurnal penyesuaian di akhir periode.

Oleh karena itu, kali ini blog manajemen keuangan akan membahas kedua jenis jurnal tersebut.

Dan seperti biasanya lengkap beserta contoh jurnal penyesuaian dan contoh jurnal koreksi dari kasus riil dan praktis serta bisa langsung diterapkan.

Bukan teori doang ūüôā yuk dilanjut pembahasannya….

***

01. Pengertian dan Manfaat Jurnal Koreksi 

Jurnal koreksi atau pembetulan (Correction Entry) adalah jurnal khusus yang dibuat untuk memperbaiki kesalahan jurnal, seperti kesalahan dalam mencatat nilai atau kesalahan dalam mengklasifikasikan akun.

pengertian jurnal koreksi

Pembuatan jurnal koreksi sangat diperlukan pada pekerjaan akuntansi yang dilakukan secara manual maupun dengan software akuntansi.

Pencoretan atau penggunaan tipex sangat tidak dianjurkan dalam pencatatan akuntansi karena hal itu dapat menimbulkan keraguan.

Ada yang beranggapan bila pekerjaan akuntansi sudah menggunakan software akuntansi perbaikan kesalahan jurnal dapat dilakukan secara langsung pada jurnal yang salah.

Yaitu dengan cara mengganti nilainya atau menghapus jurnal yang salah dan menggantinya dengan jurnal yang baru.

Namun sebaiknya lakukan pembetulan dengan jurnal koreksi.

Banyak manfaat yang bisa diperoleh dengan membuat jurnal koreksi, yaitu:

  • Kita akan tahu histori sebuah transaksi,
  • Pekerjaan lebih sistematis dan terstruktur,
  • Melatih kita untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan lain juga dengan sistematis serta terstruktur.

Selain itu akan melatih diri kita untuk tidak terbiasa melakukan jalan pintas. Sedikit-sedikit tipex atau delete, namun akan berpikir bagaimana cara membetulkan kesalahan tersebut dengan benar.

Jurnal Koreksi adalah

 

Contoh Jurnal Koreksi

Agar kita benar-benar memahami alur pembuatan jurnal koreksi, yuk kita ikuti contoh transaksi keuangan berikut ini :

Pada tanggal 15 Januari 2017 PT Kursus Akuntansi MyCom membayar fee pengajar sebesar Rp 1.525.000,-

Atas transaksi tersebut karyawan bagian akuntansi membuat jurnal akuntansi sebagai berikut :

( Debit ) Fee Pengajar Rp. 1.252.000,-
( Kredit ) Bank Mandiri             Rp. 1.252.000,-

Setelah diperiksa ternyata terdapat kesalahan dalam pencatatan jurnal transaksi di atas. Pada jurnal di atas, nilai nominal yang seharusnya Rp. 1.525.000, dicatat Rp. 1.252.000.

Jadi ada kekurangan pencatatan sebesar Rp. 273.000,-.

Untuk membetulkan kesalahan pencatatan di atas dapat dilakukan dengan dua cara, pertama kita dapat langsung mengganti angka nominal tersebut baik dengan tipex maupun delete, tanpa membuat jurnal koreksi.

Kedua, dengan memperbaiki kesalahan jurnal. Caranya dengan membuat jurnal koreksi.

Sebelum membuat jurnal koreksi terlebih dahulu kita membuat jurnal pembalik terlebih dahulu agar saldo masing-masing akun kembali ke nilai semula.

Jurnal pembalik :

( Debit ) Bank Mandiri Rp. 1.252.000,-
( Kredit ) Fee Pengajar              Rp. 1.252.000,-

Setelah saldo akun kembali ke posisi semula, selanjutnya kita membuat jurnal dengan nilai nominal yang benar sebagai berikut :

( Debit ) Fee Pengajar Rp. 1.525.000,-
( Kredit ) Bank Mandiri             Rp. 1.525.000,-

Mudah kan? ūüôā

Contoh aplikasi jurnal koreksi

Berikutnya dalam contoh kedua kali ini adalah terjadi kesalahan dalam mengklasifikasikan akun.

Misalnya tanggal 17 Januari 2017 PT Kursus Akuntansi MyCom memperoleh pendapatan bunga bank dari Bank Mandiri sebesar Rp. 500.000,- dan dari Bank Muamalat Rp. 250.000,-.

Atas transaksi tersebut, karyawan bagian akuntansi melakukan pencatatan sebagai berikut :

(Debit) Bank Mandiri      Rp. 500.000,-
(Debit) Bank Muamalat  Rp. 250.000,-
(Kredit) Pendapatan                Rp. 750.000,-

Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata terdapat kesalahan dalam mengklasifikasikan akun, yang seharusnya masuk ke akun pendapatan bunga bank dicatat pada akun pendapatan.

Atas kesalahan ini, karyawan bagian akuntansi tersebut akhirnya membuat jurnal koreksi untuk memperbaikinya.

Ketika membuat jurnal koreksi, tidak bisa langsung melawankan akun pendapatan dengan akun pendapatan bunga bank karena sama-sama bersaldo kredit.

Untuk itu dibuat jurnal pembalik terlebih dahulu agar saldo masing-masing akun kembali ke nilai semula.

Jurnal pembaliknya seperti ini :

(Debit) Pendapatan        Rp. 750.000,-
(Kredit) Bank Mandiri               Rp. 500.000,-
(Kredit) Bank Muamalat           Rp. 250.000,-

Setelah saldo akun kembali ke posisi semula, kemudian dibuat jurnal dengan akun yang benar seperti ini :

(Debit) Bank Mandiri      Rp. 500.000,-
(Debit) Bank Muamalat  Rp. 250.000,-
(Kredit) Bunga  Bank                Rp. 750.000,-

Masih mudah kan? ūüôā

 

02. Pengertian dan Manfaat Jurnal Penyesuaian

Jurnal penyesuaian atau Adjustment Entry adalah jurnal yang dibuat untuk menyesuaikan nilai saldo akun-akun tertentu agar sesuai dengan nilai yang sebenarnya.

jurnal penyesuaian

Beberapa contoh akun yang biasanya memerlukan penyesuaian adalah akun biaya dibayar dimuka, akumulasi penyusutan aset tetap, pendapatan diterima dimuka, beban sewa, pemakaian perlengkapan kantor, dan persediaan.

Kali ini saya ingin memberikan contoh data akun yang memerlukan penyesuaian pada akhir Januari 2017.

Misalnya pada tanggal 1 Januari 2017 PT Kursus Akuntansi MyCom membayar perpanjangan sewa kantor untuk 2 tahun ke depan sebesar Rp. 24 juta.

Atas transaksi tersebut di atas maka dilakukan pencatatan sebagai berikut :

(Debit) Sewa Dibayar Dimuka Rp. 24.000.000,-
(Kredit) Bank Mandiri                              Rp. 24.000.000,-

Jurnal penyesuaian sewa yang telah terpakai di akhir Januari 2017 adalah sebagai berikut :

(Debit) Beban Sewa                 Rp. 100.000,-
(Kredit) Sewa Dibayar Dimuka               Rp. 100.000,-

 

Perhitungannya :

Sewa kantor selama 2 tahun         = Rp. 24.000.000,-
Beban Sewa tiap bulan                   = Rp. 24.000.000,- / 24  = Rp. 100.000,-

Jenis-jenis jurnal koreksi

Perhatikan contoh 2 :

Pada tanggal 1 Desember 2016 PT MyCom Retail memiliki persediaan barang dagangan senilai Rp. 550.000,-. Selama bulan Desember 2016 melakukan pembelian senilai Rp. 1.000.000,-.

Retur pembelian Rp. 100.000,-. Persediaan barang dagangan tanggal 31 Desember 2016 sebesar Rp. 350.000,-.

Jurnal penyesuaian persediaan akhir barang dagangan adalah sebagai berikut:

(Debit) Harga Pokok Penjualan                   Rp.1.100.000,-
(Debit) Persediaan barang 31/12/2016       Rp.   350.000,-
(Debit) Retur Pembelian                             Rp.   100.000,-
(Kredit) Pembelian                                      Rp.1.000.000,-
(Kredit) Persediaan barang 1/12/2016       Rp.   550.000,-

Perhitungan harga pokok penjualan:

Persediaan 1/12/2016                    = Rp.    550.000,-
Pembelian                                         = Rp. 1.000.000,-
Retur Pembelian                              = Rp.    100.000,-

Persediaan barang siap jual           = Rp. 1.450.000.-
Persediaan 31/12/2016                  = Rp.    350.000,-

Harga Pokok Penjualan                = Rp. 1.100.000,-

Mudah juga kan?

Pembahasan contoh lain tentang jurnal penyesuaian bisa dibaca di sini : Begini Cara Membuat Jurnal Penyesuaian Utang Biaya dan Piutang Pendapatan.

Fungsi Jurnal Penyesuaian

03. Kesimpulan

Dari uraian dan pembahasan di atas kita mengetahui manfaat penting dari jurnal penyesuaian dan koreksi.

Walaupun kita sudah berusaha maksimal, namun kesalahan terkadang masih terjadi, misalnya salah mencatat nilai transaksi akuntansi, sehingga perlu pembetulan. Ini salah satu manfaat dari jurnal koreksi.

Demikian juga dengan manfaat jurnal penyesuaian, sangat vital teman! Karena ada jenis transaksi-transaksi akuntansi yang karena kondisi, waktu atau term tertentu memerlukan penyesuaian di akhir periode akuntansi. Inilah salah satu peran penting jurnal penyesuaian.

Dengan contoh aplikasi jurnal penyesuaian dan jurnal koreksi yang telah kami sajikan di atas, harapan kami anda bisa meng-aplikasikannya dalam pekerjaan dan bisnis anda.

Siklus akuntansi di perusahaan anda pun moga lebih lancar dan cepat, wuzz, wuzz, wuzzz…

Moga bermanfaat.

***

sop akuntansi keuangan powerful