4 Tujuan Pembatasan Jumlah Laba Ditahan

Laba Ditahan atau Laba Tidak Dibagi adalah elemen modal perusahaan. Laba ditahan juga disajikan di Laporan Posisi Keuangan atau Neraca Keuangan Perusahaan.

Laba Tidak Dibagi adalah modal yang berasal dari dalam perusahaan

Yaitu kumpulan laba dan rugi sampai saat tertentu sesudah dikurangi dividen yang dibagi dan jumlah yang dipindahkan ke rekening modal.

Selengkapnya mari ikuti pembahasan berikut ini…

 

01. Pengertian Laba Ditahan/Laba Tidak Dibagi

pengertian laba ditahan

A. Pengertian Laba Ditahan

Di awal artikel ini secara umum sudah dijelaskan tentang definisi dan pengertian laba ditahan atau laba tidak dibagi.

Dan di bagian ini saya ingin melengkapinya.

Laba dan rugi adalah laba perusahaan yang dapat berasal dari:

Bila rekening Laba Tidak Dibagi menunjukkan saldo debit maka disebut defisit.

Laba Tidak Dibagi dapat digunakan untuk beberapa tujuan sebagai berikut :

  1. Pembagian dividen
  2. Pembelian treasury stock
  3. Pembatasan laba tidak dibagi untuk tujuan-tujuan tertentu
  4. Rekapitalisasi
  5. Penyerapan kerugian

 

B. Cara Pencatatan Jurnal Laba Ditahan

Pencatatan laba tidak dibagi sebaiknya dipisahkan dari modal disetor agar dapat diketahui sumber dari masing-masing modal.

Walaupun laba tidak dibagi itu sebagian jumlahnya sudah dibatasi penggunaannya tapi keduanya tetap termasuk dalam jumlah laba tidak dibagi.

Dalam neraca jumlah laba tidak dibagi terdiri dari dua golongan rekening yaitu :

  1. Laba tidak dibagi yang masih bebas
  2. Laba tidak dibagi yang sudah mempunyai tujuan penggunaan.

Bila perusahaan mengadakan quasi reorganisasi atau corporate readjustment, di mana defisit yang ada dihapuskan dengan cara menurunkan nilai nominal saham,

maka laba yang diperoleh sesudah adanya quasi reorganisasi harus diberi tanda sehingga dapat diketahui bahwa laba tidak dibagi itu merupakan hasil usaha sesudah adanya kuasi reorganisasi.

Apa yang dimaksud dengan corporate readjustment atau kuasi reorganisasi?

Corporate readjustment atau kuasi reorganisasi adalah prosedur penurunan nilai aktiva tetap berwujud (di dalam rekening-rekening) dari suatu perusahaan.

Dalam prosedur corporate readjustment tidak ada pembentukan badan usaha baru.

Tujuan dari diadakan corporate readjustment adalah untuk menghilangkan defisit yang timbul karena penyusutan atau depresiasi aktiva tetap yang terlalu tinggi.

Hal itu timbul karena  aktiva-aktivat tersebut dibeli pada saat harga-harga yang tinggi dan mencatat aktiva dengan nilai yang realistis.

 

02. Tujuan Pembatasan Jumlah Laba Ditahan

apa tujuan perusahaan menyisihkan sebagian laba ditahan perusahaan?

A. Cara Melakukan Pembatasan Jumlah Laba Ditahan

Rekening Laba Tidak Dibagi bisa berasal dari beban dividen yang dibagikan perusahaan.

Dari waktu ke waktu dapat dilakukan pembatasan terhadap laba tidak dibagi dengan tujuan untuk menjaga agar tidak semua saldo tidak dibagi diminta sebagai dividen.

Ada 2 cara pembatasan laba ditahan/laba tidak dibagi, yaitu :
  • Membuat jurnal untuk mencatat pembatasan laba tidak dibagi. Sehingga jumlah laba tidak dibagi terdiri dari 2 rekening yaitu rekening Laba Tidak Dibagi yang masih bebas dan Laba Tidak Dibagi yang dibatasi.
  • Tidak membuat jurnal pembatasan laba tidak dibagi. Melalui cara ini, pembatasan-pembatasan yang ada dilaporkan dalam neraca dengan suatu keterangan atau catatan kaki.

 

B. Tujuan Pembatasan Jumlah Laba Ditahan

Ada 4 alasan pembatasan laba tidak dibagi, yaitu :

#1. Untuk Memenuhi Peraturan Pemerintah.

Biasanya peraturan pemerintah seperti ini dimaksudkan agar tidak terjadi penurunan modal sampai di bawah jumlah modal yang disetor.

Contohnya adalah pembatasan untuk pembelian treasury stock.

#2. Untuk Memenuhi Perjanjian Utang

Untuk menarik kreditur terhadap pengeluaran obligasi bisa dilakukan dengan perjanjian yang mewajibkan perusahaan untuk membuat dana pelunasan obligasi yang disimpan oleh pihak ketiga.

Dana ini bisa sebagai setoran periodik dengan jumlah tertentu atau bisa jumlahnya tidak sama.

Untuk mengimbangi adanya dana pelunasan obligasi, biasanya laba tidak dibagi juga diminta untuk dibatasai penggunaannya.

Pembatasan laba tidak dibagi dibuat dalam jumlah yang sama dengan jumlah dana pelunasan obligasi.

Bila obligasi yang beredar itu merupakan obligasi berseri maka jumlah pembatasan laba tidak dibagi tidak harus sama dengan jumlah dana pelunasan obligasi.

Pembatasan laba tidak dibagi ini dibuat selama obligasi masih beredar.

Bila obligasi yang beredar itu sudah dilunasi, pembatasan yang sudah dilakukan dihapuskan dan dikembalikan ke rekening Laba Tidak Dibagi.

Contoh Pencatatan Jurnal Umum transaksi untuk membatasi laba tidak dibagi adalah sebagai berikut :

jurnal umum laba ditahan

Sesudah obligasi dilunasi pembatasan laba tidak dibagi dihapuskan dengan jurnal umum sebagai berikut :

jurnal umum laba ditahan

Pembatasan laba tidak dibagi dapat juga dilakukan dengan jurnal seperti di atas tapi dengan memberi keterangan untuk menunjukkan jumlah yang dibatasi penggunaanya.

Contohnya adalah dalam hal pengeluaran obligasi di mana debitur harus membentuk dana pelunasan obligasi dan membatasi laba tidak dibagi.

#3. Untuk Perencanaan Keuangan

Salah satu cara perusahaan untuk memperluas bisnisnya adalah dengan berusaha membatasi laba tidak dibagi agar tetap bisa ditahan dalam perusahaan.

Sesudah ekspansi bisnis dilakukan berarti tujuan pembatasan laba tidak dibagi itu sudah tercapai maka laba tidak dibagi yang dibatasi dihapuskan dan dikembalikan ke rekening Laba Tidak Dibagi.

Pembatasan laba tidak dibagi untuk tujuan ekspansi bisnis perusahaan dapat ditunjukkan dalam rekening-rekening seperti ini :

  • Laba Tidak Dibagi Untuk Investasi Pabrik
  • Laba Tidak Dibagi Untuk Modal Kerja
  • Laba Tidak Dibagi Untuk Pembelian Mesin

Setelah tujuan ekspansi bisnis perusahaan ini tercapai, maka rekening yang dibatasi dikembalikan ke rekening Laba Tidak Dibagi sehingga jumlahnya dapat diminta sebagai dividen.

Untuk menjaga agar jumlah tersebut dapat tetap menjadi modal maka perusahaan dapat membagi dividen saham.

#4. Untuk Mengantisipasi Timbulnya Kerugian di Masa yang Akan Datang

Untuk mengantisipasi timbulnya kerugian di masa yang akan datang maka manajemen perusahaan dapat membatasi laba tidak dibagi.

Pembatasan laba tidak dibagi untuk mengantisipasi timbulnya kerugian di masa yang akan datang dapat dicatat dalam rekening-rekening sebagai berikut :

  • Laba Tidak Dibagi untuk Ketidakpastian
  • Laba Tidak Dibagi untuk Mengantisipasi turunnya Harga Persediaan
  • Laba Tidak Dibagi untuk Mengantisipasi Kerugian dalam Sengketa HukumLaba Tidak Dibagi untuk Asuransi Sendiri

Sebagaimana dalam tujuan pembatasan yang lain, pembatasan laba ditahan untuk mengantisipasi kemungkinan kerugian di masa yang akan datang dapat dikerjakan dengan membuat jurnal atau dengan memberi keterangan tanpa jurnal.

 

03. Kesimpulan

Contoh laba ditahan dalam laporan keuangan disajikan di Laporan Neraca. Sebelum melakukan perubahan laba ditahan, perusahaan perlu memperhitungkan dan menganalisa berbagi pengaruh dan dampaknya terhadap kinerja keuangan perusahaan.

Ada empat tujuan perusahaan membatasi jumlah laba ditahan dan ada 2 cara untuk membatasi jumlah laba ditahan atau laba tidak dibagi.

Sampai di sini mudah-mudahan jelas dan terbantu dengan pembahasan ini.

Terima kasih

***

manajemen keuangan dan SOP

Satu pemikiran pada “4 Tujuan Pembatasan Jumlah Laba Ditahan”

Komentar ditutup.