Ternyata Dua Rasio Likuiditas ini Bisa Mengetahui Kemampuan Perusahaan untuk Melunasi Utangnya Tepat Waktu

Aset likuid adalah suatu aset yang dapat dikonversi menjadi kas dengan cepat tanpa harus mengurangi harga aset tersebut terlalu banyak.

Liquid assets merupakan aset yang diperdagangkan di pasar aktif sehingga dapat dikonversi dengan cepat menjadi kas pada harga pasar yang berlaku, sedangkan posisi likuiditas suatu perusahaan berkaitan dengan pertanyaan berikut ini :

Apakah perusahaan mampu melunasi utangnya ketika utang tersebut jatuh tempo di tahun berikutnya?”

Analisa likuiditas membutuhkan penggunaan anggaran kas, tapi dengan menghubungkan kas dan aset lancar lainnya dengan kewajiban lancar. Analisas rasio memberikan ukuran likuiditas yang cepat dan mudah digunakan.

Ada dua rasio likuiditas (liquidity ratio) yang sering  digunakan, yaitu : 1) Rasio lancar (current ratio) dan 2) rasio cepat (quick ratio).

Yuk kita bedah satu per satu…

#1. Rasio Lancar (Current Ratio)

Rasio lancar atau current ratio adalah rasio yang dihitung dengan membagi aset lancar dengan kewajiban lancar. Rasio ini menunjukkan sampai sejauh apa kewajiban lancar ditutupi oleh aset yang diharapkan akan dikonversi menjadi kas dalam waktu dekat.

Dan bila dituliskan dalam sebuah formula, adalah sebagai berikut :

Rasio Lancar = Aset Lancar : Kewajiban Lancar

Dengan menggunakan contoh laporan keuangan perusahaan tbk berikut ini :

contoh laporan keuangan perusahaan tbk

maka dapat diketahui besarnya rasio lancar adalah sebagai berikut :

= $1.000 : $310 = 3,2x
Rata-rata industri = 4,2x

Aset lancar meliputi kas, efek, yang dapat diperdagangkan, piutang usaha, dan persediaan. Sedangkan kewajiban lancar seperti utang usaha, wesel tagih jangka panjang, utang lancar jangka panjang, pajak dan gaji yang masih harus dibayar.

Jika suatu perusahaan mengalami kesulitan keuangan, perusahaan mulai lambat membayar tagihan (utang usaha), pinjaman bank, dan kewajiban lainnya yang akan meningkatkan kewajiban lancar.

Jika kewajiban lancar naik lebih cepat  daripada aset lancar, rasio lancar akan turun, dan ini merupakan pertanda adanya masalah.

Posisi likuiditas pada contoh laporan keuangan perusahaan tbk di atas sebesar 3,2  jauh di bawah rata-rata industri sebesar 4,2. Namun karena aset lancarnya diperkirakan dikonversi  menjadi kas dalam waktu satu tahun, kemungkinan besar aset dapat dilikuidasi mendekati nilai bukunya.

Rasio sebesar 3,2 dapat melikuidasi aset lancar sebesar 31% dari nilai buku dan masih mampu melunasi seluruh kreditor lancarnya.

Meskipun angka rata-rata industri akan dbahas lebih dalam, perlu dicatat bahwa rata-rata industri bukanlah suatu angka keramat yang dicapai oleh seluruh perusahaan.

Pada kenyataannya, beberapa perusahaan yang dikelola dengan baik mungkin di atas rata-rata, sedangkan, sedangkan perusahaan-perusahaan bagus lainnya berada  di bawahnya.

Namun demikian jika rasio suatu perusahaan jauh di bawah rata-rata industrinya, maka analis seharusnya memikirkan penyebab perbedaan ini bisa terjadi.

Jadi, penyimpangan dari rata-rata industri seharusnya menjadi pertanda bagi analis atau manajemen untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

 

#2. Rasio Cepat (Quick Ratio)     

Rasio cepat (Quick Ratio) adalah rasio yang dihitung dengan mengurangi persediaan dengan aset lancar, kemudian mambagi sisanya dengan kewajiban lancar.

rumus quick ratio

Bila dituliskan dalam sebuah formula, maka rumus quick ratio adalah sebagai berikut :

Quick Ratio = (Aset Lancar – Persediaan) : Kewajiban Lancar

Sebagai contoh perhitungan masih menggunakan data-data dari contoh laporan keuangan perusahaan tbk di atas, maka :

=$385 : $310 = 1,2X

Sedangkan rata-rata industri adalah = 2,2X

Persediaan pada umumnya merupakan aset lancar perusahaan yang paling tidak likuid sehingga persediaan merupakan aset, di mana kemungkinan besar perusahaan akan mengalami kerugian jika terjadi likuidasi.

Oleh karena itu, rasio yang mengukur kemampuan suatu perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendek tanpa mengandalkan penjualan persediaan sangat penting artinya.

Ratio cepat rata-rata industri adalah 2,2, sehingga rasio perusahaan yang dicontohkan di atas, yang hanya sebesar 1,2 cukup rendah jika dibandingkan perusahaan-perusahaan lain dalam industri yang sama.

Tapi jika piutang usaha dapat ditagih, perusahaan dapat melunasi kewajiban lancarnya tanpa harus melikuidasi persediaan.

Baca juga :  3 Metode Penilaian Persediaan yang akan Membantu Meningkatkan Nilai Barang Dagangan Anda

Demikian artikel yang membahas mengenai dua rasio likuiditas yang bisa mengetahui kemampuan perusahaan untuk membayar utangnya tepat waktu.

Bagaimana dengan utang usaha Anda?