Rasio Likuiditas: Cara Menilai Kemampuan Perusahaan Untuk Membayar Utangnya

Untuk menilai kemampuan perusahaan dalam membayar kewajibannya (solvabilitas – solvency) biasanya menggunakan ukuran rasio likuiditas, yakni salah satu jenis tools analisis keuangan yang sering digunakan.

Analisis likuiditas membutuhkan penggunaan anggaran kas, tapi dengan menghubungkan kas & aset lancar lainnya dengan kewajiban lancar. Analisis rasio likuiditas memberikan ukuran likuiditas yang cepat dan mudah digunakan.

Ada 3 jenis rasio likuiditas yang biasa digunakan, yaitu:

  • Penentuan modal kerja (working capital)
  • Rasio Lancar (current ratio)
  • Rasio Cepat (quick ratio)

Rasio lancar dan cepat paling berguna saat di-analisis bersama dan dibandingkan dengan periode sebelumnya, dan dengan perusahaan lainnya dalam industri.

Yuk dibahas secara mendalam satu-per-satu

 

01. Modal Kerja (Working Capital)

Definisi modal kerja adalah

Pengertian modal kerja adalah selisih antara aset lancar sebuah perusahaan di atas kewajiban lancar.

Modal kerja sering kali digunakan dalam mengevaluasi kemampuan perusahaan untuk memenuhi utang yang telah jatuh tempo.

Dan terutama berguna dalam membuat perbandingan bulanan atau antara periode satu dengan lainnya untuk sebuah perusahaan.

Akan tetapi jumlah modal kerja sulit dinilai saat membandingkan perusahaan dengan ukuran yang berbeda atau dalam membandingkan angka perusahaan dengan angka industri.

Perhatikan contoh berikut:

Modal kerja sebesar Rp 200.000.000 mungkin memadai untuk warung makan yang menjual nasi pecel dan penyet tempe, tapi tidak cukup untuk PT Pertamina.

 

02. Rasio Lancar (Current Ratio)

Current ratio adalah

Pengertian rasio lancar (current ratio) menurut para ahli adalah salah satu cara untuk menyatakan hubungan antara aset lancar dengan kewajiban lancar.

Rasio lancar dihitung dengan membagi total aset lancar dengan total kewajiban lancar.

Rasio lancar menunjukkan sampai sejauh mana kewajiban lancar ditutupi oleh aset yang diharapkan akan dikonversi menjadi kas dalam waktu dekat.

Aset lancar meliputi kas, surat berharga yang dapat diperdagangkan, piutang usaha, dan persediaan.

Sedangkan kewajiban lancar seperti utang usaha, wesel tagih jangka panjang, utang lancar jangka panjang, pajak dan gaji yang masih harus dibayar.

Jika suatu perusahaan mengalami kesulitan keuangan, perusahaan mulai lambat membayar tagihan (utang usaha), pinjaman bank, dan kewajiban lainnya yang akan meningkatkan kewajiban lancar.

Jika kewajiban lancar naik lebih cepat  daripada aset lancar, rasio lancar akan turun, dan ini merupakan pertanda adanya masalah.

Aset likuid adalah suatu aset yang dapat dikonversi menjadi kas dengan cepat tanpa harus mengurangi harga aset tersebut terlalu banyak.

Liquid assets merupakan aset yang diperdagangkan di pasar aktif sehingga dapat dikonversi dengan cepat menjadi kas pada harga pasar yang berlaku.

Untuk mengetahui besarnya nilai rasio lancar, maka digunakan rumus atau formula perhitungan sebagai berikut:

Rasio Lancar = Total Aset Lancar : Total Kewajiban Lancar

Perhatikan contoh current ratio:

Untuk menghitung nilai rasio lancar, akan menggunakan data-data dari contoh laporan keuangan perusahaan tbk berikut ini :

contoh laporan keuangan perusahaan tbk

Dari data-data keuangan tersebut, maka dapat diketahui besarnya rasio lancar dengan menggunakan rumus perhitungan current ratio sebagai berikut :

Rasio Lancar = Aset Lancar / Kewajiban Lancar
= 1.000 : 310 = 3,2x

Jadi nilai rasio lancar dari perusahaan tersebut adalah 3,2x, sedangkan rata-rata industri = 4,2x.

Posisi likuiditas dari contoh laporan keuangan perusahaan tbk di atas sebesar 3,2  jauh di bawah rata-rata industri sebesar 4,2.

Namun karena aset lancarnya diperkirakan dikonversi  menjadi kas dalam waktu satu tahun, kemungkinan besar aset dapat dilikuidasi mendekati nilai bukunya.

Rasio sebesar 3,2 dapat melikuidasi aset lancar sebesar 31% dari nilai buku dan masih mampu melunasi seluruh kreditor lancarnya.

Meskipun angka rata-rata industri akan dbahas lebih dalam, perlu dicatat bahwa rata-rata industri bukanlah suatu angka keramat yang dicapai oleh seluruh perusahaan.

Pada kenyataannya, beberapa perusahaan yang dikelola dengan baik mungkin di atas rata-rata, sedangkan, sedangkan perusahaan-perusahaan bagus lainnya berada  di bawahnya.

Namun demikian jika rasio suatu perusahaan jauh di bawah rata-rata industrinya, maka analis seharusnya memikirkan penyebab perbedaan ini bisa terjadi.

Jadi, penyimpangan dari rata-rata industri seharusnya menjadi pertanda bagi analis atau manajemen untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Perhatikan contoh #2:

Misalnya, modal kerja dan rasio lancar tahun 2017 dan 2018 PT Manajemen Keuangan Network adalah sebagai berikut:

contoh rasio likuiditas
contoh current ratio

Rasio lancar merupakan indikator solvabilitas yang lebih dapat diandalkan dibandingkan dengan modal kerja.

Perhatikan contoh ini:

Misalkan pada tanggal 31 Desember 2018, modal kerja pesaing lebih tinggi, tapi rasio lancarnya hanya 1,3.

Hanya dengan mempertimbangkan fakta-fakta ini saja, PT Manajemen Keuangan Network dengan rasio lancar 2,6 berada di posisi yang lebih menguntungkan untuk memperoleh kredit jangka pendek, dibandingkan dengan pesaingnya yang memiliki jumlah modal kerja lebih besar.

Catatan ringan dari dunia nyata:

PT Aqua Golden Mississippi Tbk. dalam suatu waktu pernah mempertahankan rasio lancar yang tinggi yaitu 7,69%.

Usaha air minum botol Aqua yang stabil dan menguntungkan memungkinkan perusahaan untuk mengembangkan posisi kas yang kuat dikombinasikan dengan lebih sedikit surat utang jangka pendek.

 

03. Rasio Cepat (Quick Ratio)     

rumus quick ratio

Rasio cepat (Quick Ratio) adalah rasio total aset cair terhadap total kewajiban lancar.

Aset cair (quick asset) adalah kas dan aset lancar lainnya yang dapat dengan cepat dapat diubah menjadi kas.

Aset cair biasanya mencakup kas, surat berharga yang dapat dipasarkan, dan piutang usaha.

Quick ratio merupakan suatu rasio yang mengukur “kecepatan” kemampuan perusahaan membayar utang.

Bila dituliskan dalam sebuah rasio matematika, maka rumus quick ratio / quick ratio formula adalah sebagai berikut :

Quick Ratio = Total Aset Cair : Total Kewajiban Lancar

Perhatikan contoh soal quick ratio berikut:

Untuk memudahkan dalam contoh ini masih menggunakan data-data dari contoh laporan keuangan perusahaan tbk di atas.

Maka dapat dihitung nilai rasi cepatnya sebagai berikut:

Quick Ratio = Total Aset Cair  / Kewajiban Lancar
=385 / 310 = 1,2X

Dari hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai quick ratio perusahaan adalah 1,2X, sedangkan rata-rata industri adalah = 2,2X

Sehingga jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan lain dalam industri yang sama.

Persediaan pada umumnya merupakan aset lancar perusahaan yang paling tidak likuid sehingga persediaan merupakan aset, di mana kemungkinan besar perusahaan akan mengalami kerugian jika terjadi likuidasi.

Oleh karena itu, rasio yang mengukur kemampuan suatu perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendek tanpa mengandalkan penjualan persediaan sangat penting artinya.

Tapi jika piutang usaha dapat ditagih, perusahaan dapat melunasi kewajiban lancarnya tanpa harus melikuidasi persediaan.

Perhatikan contoh soal quick ratio #2:

Berikut ini data rasio cepat dan cara menghitungnya untuk PT Manajemen Keuangan Network.

contoh soal quick ratio
contoh perhitungan rasio cepat

Dan sebagai pentup pembahasan tentang rasio lancar dan rasio cepat, satu lagi saya sajikan contoh soal rasio dan jawabannya.

Berikut adalah pos-pos yang dilaporkan dalam neraca keuangan sebuah perusahaan:

Kas = Rp 300.000.000
Surat berharga yang dapat dipasarkan = Rp 100.000.000
Piutang usaha (bersih) = Rp 200.000.000
Persediaan = Rp 200.000.000
Utang usaha = Rp 400.00.000

Tentukan rasio lancar dan rasio cepat perusahaan tersebut?

Jawaban:

Rasio Lancar = Total Aset Lancar / Total Kewajiban Lancar
= (Rp 300.000.000 + Rp 100.000.000 + Rp 200.000.000 + Rp 200.000.000)/Rp 400.000.000
= 2,0

Rasio cepat = Total Aset Cair / Total Kewajiban Lancar
=  Rp 300.000.000 + Rp 100.000.000 + Rp 200.000.000)/Rp 400.000.000
= 1,5

 

04. Hubungan antar Berbagai Rasio Likuiditas

hubungan antar berbagai rasio

Modal kerja dan rasio lancar tidak mempertimbangkan pos-pos yang membentuk aset lancar. untuk mengilustrasikan pentingnya pertimbangan ini.

Maka perhatikan data-data modal kerja dan rasio lancar PT A dan PT B per tanggal 31 Desember 2018 berikut:

contoh analisis rasio laporan keuangan perusahaan tbk
contoh rasio likuiditas

Kedua perusahaan memiliki modal kerja sebesar Rp 340.000.000 dan rasio lancar 2,62. Akan tetapi kemampuan masing-masing perusahaan untuk membayar utang jangka pendeknya BERBEDA secara signifikan.

PT B memiliki lebih banyak persediaan dalam aset lancarnya.

Beberapa persediaan harus dijual dan piutang ditagih sebelum kewajiban lancar dapat dibayar seluruhnya.

Dengan demikian diperlukan lebih banyak waktu untuk mengubah persediaan menjadi kas. Penurunan harga pasar dan berkurangnya permintaan juga dapat menurunkan kemampuan untuk membayar kewajiban lancar.

Sebaliknya, PT A memiliki kas dan aset lancar, surat berharga yang dapat dipasarkan dan piutang usaha yang secara umum dapat diubah menjadi kas lebih cepat untuk memenuhi kewajiban lancarnya.

 

05. Kesimpulan

Demikian artikel yang membahas mengenai pengertian rasio likuiditas, manfaat, dan jenisnya dilengkapi contoh soal rasio dan jawabannya.

Ada 3 jenis rasio yang bisa digunakan, yaitu:

  • Pencakupan modal kerja
  • Rasio lancar
  • Rasio cepat.

Manfaat utamanya adalah untuk menilai kemampuan perusahaan membayar utang, sehingga dengan mempelajari rasio ini, perusahaan dapat membuat analisis terhadap utang dan aset yang dimiliki, yang pada akhirnya memiliki kondisi keuangan yang sehat.

Bagaimana dengan utang usaha Anda? Semoga tak ada masalah dan baik-baik saja.

***

manajemen keuangan dan SOPlaporan keuanganlaporan laba rugi

sop akuntansi keuangan powerful

2 pemikiran pada “Rasio Likuiditas: Cara Menilai Kemampuan Perusahaan Untuk Membayar Utangnya”

Komentar ditutup.