Bagaimana Cara Simple dan Mudah Membuat Laporan Keuangan Terpercaya untuk Lembaga Pengelola Zakat (bagian-1)

berdo'a kepada Ilahi

Anda pengelola organisasi non profit? Harvard University, kampus legendaris di negeri Paman Obama ini adalah contoh yang baik bagi pengelolaan sebuah organisasi non profit.

Sebagai gambaran, Harvard University dalam laporan keuangan 2014 mencatat pendapatan Rp. 61T, RP 12T (20%) dari uang kuliah mahasiswa, 11T (19%) dari sponsor, dan Rp. 24T (38%) dari investasi.

Organisasi non profit adalah sebuah social enterprise, yang juga harus dikelola secara profesional. Ia harus memiliki laporan keuangan yang kredibel, ter-audit, dan bisa diakses publik, yang mana itu semua adalah pondasi dari good corporate governance.

Laporan keuangan teraudit adalah bagian dari tata kelola perusahaan (corporate governance) yang dibutuhkan untuk memastikan bahwa sebuah perusahaan atau organisasi dikelola secara wajar.

Dari hasil pemeriksaan terhadap laporan keuangan sebuah organisasi, akan diperoleh nilai organisasi tersebut. Sebagai misal, ada nilai Wajar Tanpa Pengecualian yang merupakan nilai tertinggi pada audit laporan keuangan.

Untuk mendapatkan nilai tersebut, auditor melakukan pemeriksaan terhadap beberapa item-item berikut ini, yaitu :

1. Laporan Keuangan tahunan ( neraca, laba rugi, arus kas, perubahan modal )

2. Laporan keuangan bulanan

3. Buku besar

4. Jurnal

5. Dokumen transaksi

Baca juga : Accounting Tools & SOP

Seperti pernah dikaji dalam artike di sini, bahwasanya saat berkendara seseorang membutuhkan dasboard seperti speedometer yang bisa dijadikan indikator bagi pengendara, sehingga seorang pengendara bisa mengontrol dan memutuskan strategi berkendara seperti apa yang paling cocok untuk diterapkan?

Demikian juga dalam pengelolaan perusahaan atau organisasi, laporan keuangan adalah laksana indikator dasboard yang mutlak diperlukan saat mengelola sebuah perusahaan atau organisasi.

Dengannya pengelola perusahaan atau organisasi akan mengetahui kondisi riil, sehingga ia dapat membuat keputusan serta langkah-langkah strategis dalam mengelola perusahaan/organisasi.
Laporan keuangan yang kredibel dan terpercaya hanya bisa dihasilkan oleh perusahaan/organisasi yang memiliki hal-hal sebagai berikut :

  1. Struktur organisasi dengan job description yang jelas
  2. Alur pekerjaan (Standard Operating Procedure) beserta aliran dokumen dengan otorisasinya yang bermuara pada bagian akuntansi
  3. Staf akuntansi yang memiliki pengetahuan dan kemampuan ekselen tentang bidang akuntansi keuangan dan seluk beluk aktivitas usaha di tempat ia bekerja.

Laporan Keuangan Lembaga Pengelola Zakat, Infak, dan Sedekah

Lembaga pengelola zakat, infak, dan sedekah adalah sebuah social enterprise, yang harus dikelola secara profesional, memiliki laporan keuangan yang terpercaya, ter-audit, dan bisa diakses oleh publik, di mana itu semua adalah pondasi dari good corporate governance.

Organisasi profit dan non profit harus memiliki strategi dalam pengelolaannya. Walaupun antara keduanya memiliki persamaan dan perbedaan. Persamaannya adalah keduanya sama-sama menghadapi persaingan.

Persaingan dengan organisasi lain dan persaingan dengan organisasi sejenis dalam memperebutkan pasar. Misalnya, satu lembaga pengelola zakat akan bersaing dengan lembaga zakat lain untuk memperebutkan donatur.

Persamaan berikutnya adalah secara akuntansi keduanya memperoleh pendapatan, menanggung beban finansial untuk operasional organisasi dan dituntut ada selisih positif antara pendapatan dan beban.

Sedangkan perbedaannya adalah dalam hal penggunaan laba. Laba pada organisasi profit boleh diambil dan dibagikan kepada pemilik atau penanam modal.

Namun untuk organisasi non profit tidak ada pemiliknya sehingga laba tidak boleh diambil atau dibagikan kepada siapapun. Laba akan selalu menjadi capital expenditure.

Upaya untuk mewujudkan pengelolaan yang profesional dan memiliki laporan keuangan yang terpercaya pada organisasi non profit khususnya lembaga pengelolaan zakat, infak, dan sedekah maka mereka diharuskan menerapkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 109 tentang Akuntansi Zakat dan Infak/Sedekah.

PSAK 109 disusun oleh Ikatan Akuntan Indonesia sebagai bagian dari penyempurnaan transaksi pengelolaan zakat dan infak/sedekah pada organisasi pengelola zakat. Ketetapan tersebut berlaku Sejak 11 Januari 2012.

PSAK 109 mengatur bagaimana pengakuan dan pengukuran dana zakat, infak/sedekah, penyajian, pengungkapan, dan pelaporan keuangan amil zakat.

Amil adalah entitas pengelola zakat yang pembentukannya dan atau pengukuhannya diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan yang dimaksudkan untuk mengumpulkan dan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah.

Sumber penerimaan dana zakat, basis akuntansi yang dipakai adalah cash basis. Artinya sumber dana bisa diakui pada saat kas diterima oleh lembaga pengelola zakat.

Konsekuensinya adalah pada saat dana diterima maka muncullah kewajiban bagi amil untuk menyalurkan. Sedangkan jika dana belum diterima maka belum ada kewajiban bagi amil untuk menyalurkan dana tersebut.

Namun dalam hal penggunaan atau penyaluran dana, di PSAK Zakat 109 tidak disebutkan secara khusus apakah menggunakan cash basis atau accrual basis.

Bedasarkan PSAK 109 menyatakan bahwa komponen laporan keuangan yang lengkap dari amil terdiri dari:

(a) Neraca (Laporan Posisi Keuangan)

laporan-posisi-keuangan
RZ-Annual Report-2013

Laporan ini menyajikan aset, kewajiban, dan dana. Untuk penyajian aset dan kewajiban tidak berbeda dengan laporan posisi keuangan institusi lainnya, namun istilah modal diganti dengan “dana”.

Ada 4 pengelompokan dana yaitu sebagai berikut :

  • Dana zakat adalah bagian non amil atas penerimaan zakat.
  • Dana infak/sedekah adalah bagian non amil atas penerimaan infak/sedekah.
  • Dana amil adalah bagian amil atas dana zakat dan infak/ sedekah serta dana lain yang oleh pemberi diperuntukkan bagi amil. Dana amil digunakan untuk pengelolaan amil.
  • Dana nonhalal adalah semua penerimaan dari kegiatan yang tidak sesuai dengan prinsip syariah, antara lain penerimaan jasa giro atau bunga yang berasal dari bank konvensional. Penerimaan non halal pada umumnya terjadi dalam kondisi darurat atau kondisi yang tidak diinginkan oleh entitas syariah karena secara prinsip dilarang.Penerimaan non halal diakui sebagai dana nonhalal, yang terpisah dari dana zakat, dana infak/sedekah dan dana amil. Aset nonhalal disalurkan sesuai dengan syariah.

(b) Laporan Perubahan Dana

laporan-perubahan-dana
RZ- Annual Report 2013

Laporan Perubahan Dana perannya sama dengan Laporan Perubahan Ekuitas. Sebutan Laporan Perubahan Dana karena laporan ini menyajikan berbagai penerimaan dan penyaluran untuk dana zakat, dana infak/sedekah, dan dana nonhalal serta penerimaan dan penggunaan dana amil.

Khusus untuk penyaluran dana zakat disajikan secara terpisah untuk masing-masing mustahiq sesuai ketentuan syariah.

Mustahiq adalah orang atau entitas yang berhak menerima zakat, yaitu : fakir, miskin, riqab, ghorim, muallaf, fisabililah, ibnu sabil, dan amil.

(c) Laporan Perubahan Aset Kelolaan

laporan-perubahan-aset-kelolaan
RZ – Annual Report 2013

 

Laporan ini menyajikan pengelolaan aset dari dana infak/sedekah. Penyaluran dana infak/sedekah sifatnya lebih fleksibel bila dibandingkan dengan dana zakat.

Dana zakat peruntukannya secara syariah telah diatur secara jelas, sedangkan untuk dana infak/sedekah penyalurannya fleksibel, tidak harus langsung disalurkan kepada yang berhak, tetapi boleh dikelola dulu oleh lembaga pengelola agar dana tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas.

Misalnya dikelola untuk klinik, rumah sakit, sekolah, koperasi atau usaha-usaha lain yang menguntungkan.

(d) Laporan Arus Kas

(e) Catatan Atas Laporan Keuangan

Laporan arus kas dan catatatan atas laporan keuangan bentuknya seperti laporan keuangan konvensional. Untuk definisi, contoh format, dan download form yang siap pakai sudah dikaji di sini.

Laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan perlu ditambahkan sehingga menjadi sebuah laporan keuangan yang menyeluruh yang menggambarkan kondisi keuangan lembaga pengelola zakat, infak, dan sedekah.

Catatan atas laporan keuangan ini menjelaskan mengenai kebijakan-kebijakan akuntansi dan prosedur yang diterapkan oleh lembaga pengelola zakat, infak, dan sedekah yang bersangkutan sehingga diperoleh angka-angka dalam laporan keuangan tersebut.

Untuk kelanjutan artikel ini, blog manajemen keuangan akan menyajikan artikel renyah dan mencerahkan tentang prosedur akuntansi pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah.

Selain itu kami akan berusaha menyajikan form laporan keuangan lembaga pengelola zakat, infak, dan sedekah sesuai dengan ketentuan PSAK 109.

Form tersebut dalam MS. Excel dan bisa di-download gratis serta bisa langsung dipergunakan dan dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan lembaga pengelola zakat yang Anda kelola.

Sehingga Anda akan lebih mudah membuat laporan keuangan yang terpercaya untuk lembaga pengelola zakat, infak, dan sedekah.

Dan bila Anda berkeinginan untuk bisa MAHIR membuat Laporan Keuangan, ada tempat belajar yang bagus di sini : Jasa Kursus Akuntansi Komputer

Semoga bermanfaat

Terima kasih, salam sukses penuh KEBERKAHAN

***