[Studi Kasus] Contoh Laporan Keuangan Sederhana Usaha Kecil dan Step by Step Cara Membuatnya

[Studi Kasus] Contoh Laporan Keuangan Sederhana Usaha Kecil dan Step by Step Cara Membuatnya

Contoh Laporan Keuangan – Pengusaha yang sudah sadar menjadi pengusaha pasti berusaha untuk menyusun laporan keuangan, termasuk pengusaha warung makan dan warung kopi, kecuali mereka belum menyadari bahwa dirinya pengusaha 🙂

Nah, dalam kesempatan kali ini, yuk kita belajar step by step menyusun laporan keuangan sederhana untuk usaha kecil.

Untuk lebih memudahkan, blog manajemen keuangan akan memberikan contoh laporan keuangan sederhana usaha kecil dan contoh laporan keuangan bulanan excel.

Kenapa menggunakan Excel?

Alasannya adalah agar bisa langsung di-praktikkan dengan software terpopuler di dunia Microsoft Excel, bisa menggunakan Excel 2007, Excel 2010, Excel 2013, atau Excel 2016.

Okay, sudah siap? Kita mulai ya …

Contoh Laporan Keuangan dan Cara Membuatnya

Contoh Laporan Keuangan UKM dan usaha kecil

Misalnya, sebut saja namanya Antok, setelah bekerja 15 tahun di sebuah rumah makan Padang, ia mempunyai keinginan untuk membuka konsultan usaha warung makan.

Setelah merenung berhari-hari, dan mencari informasi tentang prospek bisnis konsultan, akhirnya Antok dengan mantap memutuskan resign dari tempat kerjanya dan membuka konsultan bisnis warung makan.

Maka, pada tanggal 01 Januari 2018, Antok mendirikan perusahaan perseorangan dengan nama Up Cool Consultant, berharap menjadi perusahaan konsultan kuliner yang terus tumbuh, namun tetap cool.

Ia menggunakan keahlian dan pengalamannya dalam meracik makanan dan mengelola usaha warung makan, dengan tagline ‘pelayanan prima, optimal hasilnya’, ia berharap usahanya berkembang pesat.

Beberapa alasan kenapa Antok membuka bisnis konsultan warung makan?

Selain pengalaman, Antok termasuk tipe pembelajar dan mempunyai wawasan luas,

so… ilmu-ilmu supply chain untuk makanan pun ia pelajari, sehingga ia bisa memperkirakan rendemen dan lead time yang dibutuhkan makanan dan aneka minuman sampai di meja pembeli.

Teknologi pengolahan makanan pun ia pelajari, seperti bagaimana mengolah ayam, bebek dan daging agar tidak susut dengan teknik marinate dan penambahan E451 dalam takaran yang tepat.

Penambahan zat ini dalam takaran tertentu diperbolehkan oleh BPOM dan FDA.

Melalui penerapan teknologi ini, Antok bisa memberikan saran untuk sebuah warung kecil agar tidak kalah start dengan perusahaan kuliner raksasa yang bisa menyajikan menu daging ayam goreng yang besar dengan harga terjangkau.

Karena banyak usaha kecil warungan yang bikin ayam goreng sudah dipotong kecil-kecil, dimasak ungkep berjam-jam, kurus, lalu di simpan di freezer dan mengeras, sampai ke pembeli mirip kayu kering digeprek 🙂

Ayam 2 kg, ketemunya cuma 600 gr 🙂

Maka melalui teknik marinate dan penambahan E451, daging akan kenyal, empuk dan juicy serta susutnya sedikit, akhirnya harga pun bisa bersaing.

Bagaimana dengan administrasi dan keuangan untuk warung makan?

Bagian ini pun Antok tidak main-main, ia belajar keras dengan mengikuti kursus akuntansi, sehingga ia paham siklus akuntansi, membuat sistem keuangan, membuat SOP Akuntansi Keuangan, membuat laporan keuangan, dan melakukan analisis laporan keuangan.

Sebagai usaha kecil yang baru didirikan, ia hanya merekrut 3 orang karyawan. Satu orang untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan administrasi, akuntansi dan keuangan. Satu orang untuk pemasaran dan satu lagi untuk serabutan.

Selain itu Antok welcome terhadap mereka yang mau magang di perusahaannya, seperti anak-anak SMK dan program vokasi perguruan tinggi.

Sebelum kita berlanjut ke transaksi-transaksi keuangan  yang terjadi di Up Cool Consultant, sebagaimana telah kita pahami bersama bahwa proses penyusunan laporan keuangan atau siklus akuntansi secara sederhana bisa digambarkan sebagai berikut:

Dari ilustrasi siklus akuntansi seperti di atas, secara garis besar ada 4 langkah membuat laporan keuangan, yaitu :

1) Analisis transaksi,

2) Memasukkan transaksi tersebut dalam jurnal,

3) Posting catatan dalam jurnal tersebut ke dalam buku besar,

4) Mempersiapkan laporan keuangan berdasarkan daftar saldo pada akhir periode.

sekarang kita bahas step by step-nya ya…

 

Langkah 1 & 2 Membuat Laporan Keuangan : Analisis dan Jurnal Transaksi

contoh Laporan keuangan perusahaan jasa

Bila kita mengacu pada siklus akuntansi, maka pembahasan ini termasuk dalam tahapan siklus #1 dan #2.

Sekarang kita lihat transaksi-transaksi yang terjadi di Up Cool Consultant pada bulan Januari 2018 :

#1. Pada tanggal 02 Januari 2018, Antok membuka rekening di bank atas nama Up Cool Consultant dengan setoran awal Rp. 30.000.000.

Pengaruh dari transaksi ini adalah meningkatkan jumlah aset dan modal sebesar Rp 30.000.000. Transaksi ini dicatat dalam jurnal sesuai akun, yaitu kas dan modal seperti berikut ini :

(Dr) Kas   Rp 30.000.000
(Cr) Modal disetor  Rp 30.000.000

 

#2. Pada tanggal 03 Januari 2018, Antok membayar sewa kantor untuk 1 tahun sebesar Rp. 12.000.000.

Transaksi ini akan meningkatkan jumlah piutang sewa dan menurunkan akun kas sebesar Rp. 12.000.000. untuk pencatatan jurnal seperti berikut :

(Dr) Piutang Sewa   Rp 12.000.000
(Cr) Kas                                     Rp. 12.000.000

 

#3. Pada tanggal 04 Januari 22018, Antok membeli peralatan kantor seperti komputer dan 3 meja kerja sebesar Rp. 7.000.000

Transaksi ini meningkatkan satu akun aset yaitu peralatan kantor dan menurunkan akun aset lainnya yaitu kas sebesar Rp 7.000.000.

Transaksi ini dicatat di jurnal sebagai kenaikan Rp 7.000.000 di sisi DEBIT pada akun Peralatan Kantor dan penurunan Rp 7.000.000 di sisi KREDIT pada akun kas.

(Dr) Peralatan Kantor  Rp 7.000.000
(Cr) Kas                                     Rp 7.000.000

 

#4. Pada tanggal 07 Januari 2018, Antok membeli bahan habis pakai, yaitu kertas, bolpoin, dan alat tulis kantor sebesar Rp 300.000 dibayar tunai.

Pengaruh transaksi ini akan meningkatkan akun bahan habis pakai dan menurunkan akun kas sebesar Rp 300.000. Transaksi ini dicatat di jurnal sebagai berikut :

(Dr) Bahan Habis Pakai  Rp 300.000
(Cr) Kas                                    Rp 300.000

 

#5. Pada tanggal 15 Januari 2018, Antok membayar beban transport sebesar Rp. 750.000

Transaksi ini dicatat di jurnal sebagai kenaikan di debit pada akaun Beban Transport, sedangkan di akun Kas dicatata sebagai penurunan.

(Dr) Beban Transport  Rp 750.000
(Cr) Kas                        Rp 750.000

 

#6. Pada tanggal 25 Januari 2018, menerima fee jasa konsultasi dan pendampingan dari Warung Makan Padang ‘Umi’ sebesar Rp 2.000.000, Warteg Simbok Rp. 2.000.000, dan Depot Soto Ayam Lamongan Rp. 2.000.000, Warung Makan Sea Food Rp 5.000.000

Transaksi ini menyebabkan kenaikan pada akun Pendapatan dan Kas, sehingga pencatatan jurnalnya adalah sebagai berikut :

(Dr) Kas  Rp 11.000.000
(Cr) Pendapatan jasa konsultasi  Rp. 11.000.000

 

#7. Pada tanggal 26 Januari 2018, membayar tunai beban kerumahtanggaan sebesar Rp 150.000

Transaksi ini akan berpengaruh terhadap kenaikan beban, yaitu akun beban kerumahtanggaan. Sebaliknya akan menurunkan nilai aset, dalam hal ini akun Kas senilai Rp 150.000

(Dr) Beban Kerumahtanggaan   Rp 150.000
(Cr) Kas                                                Rp 150.000

 

#8. Pada tanggal 27 Januari 2018, membayar tunai beban konsumsi sebesar Rp. 250.000

Akun Beban konsumsi akan meningkat, sebaliknya Aset, dalam hal ini akun Kas mengalami penurunan. Untuk pencatatan jurnal adalah sebagai berikut :

(Dr) Beban Konsumsi    Rp. 250.000
(Cr) Kas                                    Rp 250.000

 

#9. Pada tanggal 28 Januari 2018, membayar gaji 3 orang karyawan Rp. 9.000.000

Transaksi ini akan meningkatkan beban gaji dan menurunkan Kas, ayat jurnalnya seperti ditunjukkan berikut ini :

(Dr) Beban Gaji             Rp 9.000.000
(Cr) Kas                                    Rp 9.000.000

 

#10. Pada tanggal 30 Januari 2018, menarik kas untuk keperluan pribadi Rp. 1.500.000

Transaksi ini menambah jumlah dalam akun Prive dan dicatat di sebelah Debit, serta mengurangi jumlah dalam akun Kas, sedangkan pencatatan ayat jurnal untuk transaksi ini adalah sebagai berikut :

(Dr) Prive          Rp 1.500.000
(Cr) Kas                        Rp. 1.500.000

 

#11. Pada tanggal 31 Januari 2018, bahan habis pakai yang tersisa sebesar Rp. 100.000

Transaksi ini meningkatkan jumlah dalam akun beban dan mengurangi jumlah dalam akun aset, dalam hal ini akun Bahan Habis Pakai. Ayat jurnal untuk transaksi ini ditunjukkan berikut ini :

(Dr) Beban Bahan Habis Pakai Rp 200.000
(Cr) Bahan Habis Pakai                         Rp 200.000

 

Langkah 3 Membuat Laporan Keuangan : Menyusun Buku Besar

contoh laporan keuangan perusahaan

Setelah kita menganalisis dan mencatat tiap-tiap transaksi ke dalam ayat jurnal, selanjutnya  kita akan menyusun buku besar (silahkan cek kembali bagan siklus akuntansi di atas).

( Baca juga : Cara Membuat Buku Besar Menggunakan Rumus IF, Sumif, dan Vlookup )

Dari transaksi-transaksi yang sudah dijurnal, berikutnya adalah menyusun buku besar setelah transaksi bulan Januari 2018 diposting seperti berikut ini :

AKUN Modal :

Buku Besar - Akun Modal

 

AKUN Kas :

 

AKUN Piutang Sewa :

 

AKUN Peralatan Kantor :

 

AKUN Bahan Habis Pakai :

 

AKUN Beban Bahan Habis Pakai:

 

AKUN Beban Transport :

 

AKUN Pendapatan  :

 

AKUN Kerumahtanggaan :

 

AKUN Beban Konsumsi :

 

AKUN Beban Gaji :

 

AKUN Prive :

 

Setelah melakukan posting debit dan kredit ke Buku Besar, untuk menyakinkan bahwa apa yang sudah kita kerjakan sudah benar salah satu caranya adalah MEMERIKSA KESAMAAN jumlah total sisi debit dan sisi kredit di buku besar.

Kesamaan ini harus dibuktikan paling tidak pada akhir periode akuntansi. Bukti ini disebut daftar saldo (trial balance) bisa berbentuk hasil cetak komputer atau dalam bentuk berikut ini :

 

Kenapa di judulnya ‘Daftar Saldo yang Belum Disesuaikan’?

Karena dalam daftar saldo tersebut belum semua akun dimasukkan. Ada akun-akun yang masih memerlukan penyesuaian. Dalam contoh di atas, akun yang masih memerlukan penyesuaian adalah akan Penyusutan Peralatan Kantor.

Bila dianggap umur Peralatan Kantor adalah 4 tahun, dengan nilai residu sebesar Rp 500.000, maka nilai penyusutan  peralatan kantor per bulannya bila dihitung dengan menggunakan metode garis lurus adalah sebesar Rp. 93.750,-

Dan pencatatan di jurnal penyesuaiannya adalah sebagai berikut :

(Dr) Beban Penyusutan   Rp. 93.750
(Cr) Akumulasi Beban Penyusutan  Rp. 93.750

Akun lain yang perlu penyesuaian adalah akun Piutang Sewa. Jadi beban sewa per bulannya adalah :

= 12.000.0000 : 12 bulan = Rp 1.000.000

Dan pencatatan dalam jurnal penyesuaiannya adalah seperti ini :

(Dr) Beban Sewa   Rp 1.000.000
(Cr) Piutang Sewa               Rp. 1.000.000

Sehingga daftar saldo setelah penyesuaian adalah sebagai berikut :

 

Contoh Laporan Keuangan Usaha Kecil / UKM – Perusahaan Jasa

Sekarang kita lanjutkan untuk menyusun laporan keuangan Up Cool Consultant, yang terdiri dari : 1) Laporan Laba Rugi, 2) Neraca, 3) Laporan Arus Kas.

1. Contoh Laporan Keuangan – Laporan Laba Rugi

Laporan Laba Rugi adalah laporan yang menunjukkan laba atau rugi perusahaan pada periode tertentu, dengan kata lain laporan laba rugi merupakan laporan yang menunjukkan selisih antara penerimaan (pendapatan) dan pengeluaran (beban/biaya).

( Baca juga : Beginilah Cara Alokasi Pajak Penghasilan di Laporan Laba Rugi Perusahaan Dagang dan Manufaktur )

Jika pendapatan lebih besar daripada beban, selisihnya disebut laba bersih, sedangkan jika beban melebihi pendapatn maka selisihnya disebut rugi bersih.

Dari daftar saldo setelah disesuaikan, dapat disusun laporan laba rugi sederhana dari Up Cool Consultant sebagai berikut :

Laba bersih untuk suatu periode berpengaruh terhadap kenaikan dalam ekuitas pemilik atau modal untuk periode tersebut, sementara rugi bersih berpengaruh terhadap penurunan ekuitas pemilik modal untuk periode tersebut.

Urutan pos-pos beban yang disebutkan di laporan laba rugi berbeda-beda pada setiap perusahaan.

Salah satu metode mengurutkan adalah dengan menyebutkan berdasarkan besarnya nilai, dimulai dengan pos yang jumlahnya paling besar.

Seperti pada laporan laba rugi Up Cool Consultant, diurutkan dari pos yang nilainya besar yaitu beban gaji yang nilainya sebesar Rp 9.000.000, diikuti dengan prive, beban sewa, dan yang terkecil Beban Penyusutan sebesar Rp. 93.750,-

Dari laporan Laba Rugi di atas, kita bisa melihat bahwa ternyata di bulan Januari 2018, Up Cool Consultant masih mengalami kerugian sebesar Rp 1.943.750.

Kenapa minus?

Untuk perusahaan yang baru berdiri, adalah wajar jika posisi laporan laba rugi masih minus atau negatif, karena pengeluaran-pengeluaran relatif besar,  sedangkan penerimaan masih kecil.

Itulah pentingnya mempersiapkan laporan keuangan sejak awal sebuah BISNIS dimulai, sehingga kita bisa memantau dan menganalisa perkembangannya dari waktu ke waktu. Tentu berdasarkan data yang akurat bukan ‘kira-kira’ 🙂

 

2. Contoh Laporan Keuangan – Neraca (Laporan Posisi Keuangan)

Setelah kita menyusun Laporan Laba Rugi, selanjutnya menyusun NERACA atau Laporan Posisi Keuangan.

( Baca juga : Laporan NERACA Perusahaan : Pengertian, Komposisi dan Contoh Analisis )

Masih menggunakan data-data dari ‘daftar saldo yang telah disesuaian’ maka akan diperoleh laporan neraca Up Cool Consultant sebagai berikut :

Neraca di atas melaporkan jumlah aset, kewajiban, dan modal dari pemilik Up Cool Consultant pada akhir Januari 2018. Jumlah aset dan hutang diambil dari neraca saldo yang telah disesuaikan.

Bentuk neraca seperti ditunjukkan di atas disebut bentuk akun (account form) karena bentuk tersebut mencerminkan bentuk dasar dari persamaan akuntansi dengan aset ditampilkan di sisi kiri dan kewajiban serta ekuitas pemilik di sisi kanan.

Bagian aset di neraca menyajikan aset berdasarkan urutan pos yang paling liquid diletakkan yang paling atas selanjutnya diikuti dengan aset lain sesuai dengan tingkat likuiditasnya.

Misalnya, piutang usaha, bahan habis pakai, dan piutang sewa.

Pada bagian kewajiban dari neraca seperti tampilan di atas tidak ada nilainya, karena Up Cool Consultant tidak memiliki utang.

Bila terdapat dua atau lebih kategori kewajiban, maka masing-masing harus disebutkan dan jumlahna juga disebutkan, contoh seperti berikut ini :

Kewajiban :

Utang Usaha Rp 1.000.000
Utang Gaji     Rp    500.000

Total kewajiban = Rp 1.000.000 + Rp 500.000 = Rp 1.500.000

 

3. Contoh Laporan Keuangan – Laporan Arus Kas

Ada 3 bagian yang disajikan dalam laporan Arus Kas, yaitu : arus kas dari aktivitas operasi, arus kas dari aktivitas investasi, dan arus kas dari aktivitas pendanaan.

Baca juga : 2 Metode atau Cara Membuat Laporan Arus Kas ( Statement of Cash Flow)

Dengan memperhatikan 3 bagian tersebut, maka Laporan Arus Kas Up Cool Consultant untuk periode yang berakhir 31 Januari 2018 dapat dibuat sebagai berikut :

Saldo akhir kas, seperti ditunjukkan di Laporan Arus Kas yang juga muncul di Neraca ada akhir periode.

Sebagaimana kita lihat dari saldo kas dan setara kas pada 31 Januari 2018 adalah sebesar Rp 10.050.000 yang disajikan di Laporan Arus Kas juga muncul sebagai jumlah kas pada 31 Januari 2018 di Neraca.

Perhatikan di bagian aset :

Aset :
Kas                                       = Rp 10.050.000
Peralatan Kantor                 = Rp 6.906.250
Bahan Habis Pakai              = Rp  100.000
Piutang Sewa                       = Rp. 11.000.000

Melengkapi contoh laporan keuangan sederhana untuk usaha kecil / UKM dan cara membuat laporan keuangan tersebut, berikut kami sajikan tutorial dalam video pendek :

Demikian pembahasan lengkap tentang contoh laporan keuangan sederhana usaha kecil / UKM dengan step by step cara sederhana membuat laporan keuangan usaha kecil sejak dari transaksi hingga laporan keuangan.

Bagaimana pendapat anda?

Bila ada yang ingin disampaikan, baik berupa pertanyaan, masukkan dan saran, silahkan tuliskan di kolom komentar. Terima kasih.

***

sop akuntansi keuangan powerful