Inilah Pengertian Obligasi dan Cara Menentukan Harganya

pengertian obligasi dan cara menentukan harganya

pengertian obligasi dan cara menentukan harganya

 

Obligasi adalah pengakuan utang pihak yang mengeluarkan pada pihak yang membeli (investor).

Obligasi menunjukkan jumlah nominal, bunga dan tanggal pembayarannya dan perjanjian-perjanjian lain sehingga obligasi merupakan janji tertulis untuk membayar sejumlah uang tertentu pada tanggal tertentu di masa yang akan datang dan juga bunga setiap tanggal tertentu.

Pembeli surat obligasi dapat menjual kembali obligasi yang dimilikinya sewaktu-waktu. Waktu penjualan itu bisa relatif pendek atau lama.

Sehingga obligasi yang dibeli dapat dicatat sebagai investasi jangka pendek atau jangka panjang.

Penanaman modal dalam obligasi akan memberikan pendapatan bunga yang tetap setiap periode.

Baca : 3 Metode Pencatatan Investasi dalam Saham

Jenis-jenis Obligasi

Jenis-jenis obligasi dibedakan berdasarkan pada hal-hal berikut ini :

#1. Ditinjau dari waktu jatuh temponya:

Ada 2 (dua) macam obligasi yaitu :

  • Obligasi biasa (term bonds) adalah obligasi yang jatuh tempo pada saat yang sama.
  • Obligasi berseri (serial bonds) adalah obligasi yang jatuh temponya beruntun dalam periode-periode tertentu.

#2. Ditinjau dari jaminannya :

Ada 2 (dua) jenis obligasi yaitu :

  • Obligasi yang dijamin, yaitu obligasi yang dijamin oleh perusahaan.

Perusahaan memberi jaminan pada investor bila perusahaan tidak dapat membayar utangnya, maka investor bisa mengklaim jaminannya.

Jaminan ini berbentuk aktiva tetap yang dimiliki perusahaan (hipotik).

Apa itu aktiva tetap? Anda bisa baca di Inilah Pengertian Aktiva dan Jenis-jenisnya.

Jaminan yang diberikan dapat beberapa tingkatan, jaminan tingkat pertama berarti mempunyai klaim yang pertama.

Jaminan tingkat kedua, berarti klaimnya terhadap jaminan adalah sesudah obligasi dengan jaminan pertama.

Terkadang jaminan dapat diberikan dalam bentuk surat-surat berharga (saham dan obligasi) perusahaan yang dimiliki.

  • Obligasi yang tidak dijamin.

#3. Obligasi yang dijamin oleh pihak lain disebut obligasi bergaransi.

Misalnya perusahaan induk menjamin obligasi anak perusahaannya.

#4. Obligasi yang dapat ditukarkan dengan saham.

Obligasi jenis ini disebut juga sebagai Obligasi Yang Dapat Ditukarkan. Pertukaran ini tergantung pada keinginan pemegang obligasi.

Bila obligasi dapat ditukarkan dengan saham maka investor dapat mengubah pemilikannya menjadi pemegang saham.

Oleh karena itu obligasi seperti ini banyak menarik perhatian investor.

#5. Ditinjau dari bentuknya.

Ada 2 (dua) jenis obligasi, yaitu :

  • Obligasi Atas Nama.
    Obligasi yang hanya dapat diambil bunganya oleh orang yang namanya terdaftar, sehingga kalau dijual harus dilaporkan ke perusahaan yang mengeluarkan obligasi itu.
  • Obligasi Kupon.
    Adalah obligasi yang bebas. Setiap lembar obligasi disertai dengan kupon-kupon sebanyak tanggal pembayaran bunga. Kupon-kupon itu digunakan untuk mengambil bunga. Penjualan obligasi ini tidak perlu diberitahukan ada perusahaan yang mengeluarkan.

 

Menentukan Harga Obligasi

Harga jual beli obligasi tidak selalu sebesar nilai nominalnya. Besarnya harga ditentukan oleh tingkat bunga obligasi.

Semakin besar bunganya, harga obligasi semakin tinggi dan sebaliknya semakin kecil bunga obligasi, semakin rendah harganya.

Untuk mengetahui apakah bunga obligasi itu cukup besar atau kurang, dibandingkan antara persentase bunga obligasi dengan tingkat bunga di pasar.

Bila persentase bunga obligasi melebihi tingkat bunga di pasar, maka harga jual obligasi akan di atas nilai nominal (dengan agio).

Tapi bila tarif bunga obligasi lebih rendah daripada tingkat bunga di pasar maka harganya di bawah nilai nominal (dengan disagio).

Agio atau disagio obligasi merupakan perbedaan antara tarif bunga obligasi dengan tingkat bunga di pasar untuk seluruh bunga obligasi yang dibayarkan.

Bunga obligasi ditambah atau dikurangi dengan agio atau disagio yang timbul pada saat pembelian menunjukkan hasil sesungguhnya dari obligasi, disebut tarif efektif.

Untuk menentukan besarnya harga obligasi dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

Menghitung nilai tunai dari : Jumlah jatuh tempo + nilai tunai bunga yang akan diterima.

Contoh :

Pada tanggal 01 Januari 2015 Pak Budi membeli obligasi dari PT Berkah Jaya dengan nilai nominal Rp. 10.000.000,- , bunga 7% per tahun, dibayarkan setiap tanggal 31 Desember.

Jatuh tempo tanggal 31 Desember 2015 dengan tujuan untuk mendapatkan hasil sesungguhnya (tarif efektif) sebesar 8%.

Perhitungan harga beli oleh Pak Budi sebagai berikut :

cara menentukan harga obligasi

Jadi harga beli obligasi di atas agar menghasilkan tarif efektif 8% adalah sebesar Rp. 6.805.800,- + Rp. 2.794.897,-  = Rp. 9.600.697,-

Atau dengan kata lain ada disagio obligasi sebesar Rp. 10.000.000 – Rp. 9.600.697 = Rp.  399.303,-

 

Amortisasi Agio dan Akumulasi Disagio

Agio atau disagio adalah selisih harga beli obligasi dengan nilai nominal.

Dari contoh di atas nilai nominal obligasi Rp. 10.000.000 dibeli dengan harga Rp. 9.600.697 berarti  disagionya sebesar Rp. 399.303,-.

Agio atau disagio obligasi ini akan diamortisasi atau diakumulasikan selama umur obligasi.

Ada 2 (dua) cara untuk amortisasi agio atau akumulasi  disagio obligasi, yaitu dengan metode garis lurus (straight line method) dan metode bunga efektif (effective interest method).

Contoh:

Pak Budi membeli obligasi PT Berkah Jaya dengan nilai nominal Rp. 10.000.000, bunga 7% per tahun dan dibayarkan setiap tanggal 31 Desember.

Obligasi ini jatuh tempo pada tanggal 31 Desember 2019.

Harga beli obligasi tersebut adalah Rp. 9.600.697 dan pembeliannya pada tanggal 01 Januari 2015.

Tabel akumulasi disagio dengan metode garis lurus adalah sebagai berikut :

metode garis lurus-straight line method

  1. 10.000.000 X 7% = Rp. 700.000
  2. 10.000.000 – Rp 9.600.697 = Rp. 339.303 : 5 = Rp. 76.860 (dibulatkan)
  3. 700.000 + Rp. 79.860 = Rp. 779.860

Jika digunakan metode bunga efektif dan tarif efektifnya diharapkan sebesar 8% maka akumulasi disagio-nya akan tampak sebagai berikut :

metode bunga efektif-obligasi

  1. 10.000.000 X 7% = Rp. 700.000
  2. Rp 9.600.697 X 8% = Rp. 768.056 (dibulatkan)
  3. 768.056 – Rp. 700.000 = Rp. 68.056
  4. 9.600.697 + Rp. 68.056 = Rp. 9.688.753

Demikian pembahasan tentang pengertian obligasi dan cara menentukan harga obligasi.

Bagaimana menurut Anda?

Terima kasih

***

 

7 Komentar

  1. Salam kenal masbro,, terima kasih sudah berkunjung ke blog ku

    Pertama kali aku datang ke web masbro ini buat aku bengong, lah isinya semua tentang ilmu keuangan, keren lah walau jujur otak ku sudah gimana gitu kalo mau belajar lagi, secara faktor “U” berlaku :D.

    Menjawab pertanyaan masbro di blog ku, buat aku cengar-cengir, secara soal nulis aku memang tak pintar2 amat seperti pak amat, jadi memang perlu waktu khusus. Ditanya kenapa? karena pekerjaan offline ku sangat menyita pikiran, jadi sebisanya aku ngeblog cuma dihari sabtu atau minggu, kadang juga ya minimal 1 bulan sekali update tulisan di blog.

    gitu ajaa,,,sekali lagi terima kasih, sukses terus tuk masbro 🙂

Komentar ditutup.