Obligasi: Pengertian, Cara Menghitung Nilainya dengan Contoh Riil

Pengertian Obligasi adalah pengakuan utang pihak yang mengeluarkan pada pihak yang membeli (investor).

Obligasi menunjukkan jumlah nominal, bunga dan tanggal pembayarannya dan perjanjian-perjanjian lain, sehingga obligasi merupakan janji tertulis untuk membayar sejumlah uang tertentu pada tanggal tertentu di masa yang akan datang dan juga bunga setiap tanggal tertentu.

Pembeli surat obligasi dapat menjual kembali obligasi yang dimilikinya sewaktu-waktu. Waktu penjualan itu bisa relatif pendek atau lama, Sehingga obligasi yang dibeli dapat dicatat sebagai investasi jangka pendek atau jangka panjang. Penanaman modal dalam obligasi akan memberikan pendapatan bunga yang tetap setiap periode.

Apa saja jenis-jenis obligasi dan bagaimana cara menghitung harganya? Mari didiskusikan bareng-bareng ….

Pengertian Obligasi dan Jenis-jenisnya

Jenis Obligasi

Apa jenis-jenis obligasi?

Menurut para pakar, jenis-jenis obligasi dibedakan berdasarkan pada hal-hal berikut ini :

1: Ditinjau dari waktu jatuh temponya

Ada 2 (dua) macam obligasi yaitu :

  1. Obligasi biasa (term bonds) adalah obligasi yang jatuh tempo pada saat yang sama.
  2. Obligasi berseri (serial bonds) adalah obligasi yang jatuh temponya beruntun dalam periode-periode tertentu.

2: Ditinjau dari jaminannya

jika ditinjau dari jaminannya, ada 2 (dua) jenis obligasi yaitu :

A: Obligasi yang dijamin

Apa itu obligasi yang dijamin?

Sesuai dengan namanya, definisi jenis obligasi ini adalah obligasi yang dijamin oleh perusahaan.

Perusahaan memberi jaminan pada investor bila perusahaan tidak dapat membayar utangnya, maka investor bisa mengklaim jaminannya. Bentuk jaminan ini adalah berupa aktiva tetap yang dimiliki perusahaan (hipotik).

Jaminan yang diberikan dapat beberapa tingkatan, jaminan tingkat pertama berarti mempunyai klaim yang pertama, sedangkah jaminan tingkat kedua, berarti klaimnya terhadap jaminan adalah sesudah obligasi dengan jaminan pertama.

Terkadang jaminan dapat diberikan dalam bentuk surat-surat berharga (saham dan obligasi) perusahaan yang dimiliki.

B: Obligasi yang tidak dijamin (Unsecured Bond)

Apa itu obligasi yang tidak dijamin?

Pengertan dari unsecured bond adalah surat utang yang diterbitkan tanpa jaminan aset tertentu. Penerbit jenis obligasi ini hanya mengandalkan reputasi, kredibilitas dan kemampuan finansialnya untuk membayar pokok dan bunga utangnya. Contoh: obligasi korporasi (corporate bonds).

3: Obligasi yang dijamin oleh pihak lain (Guaranteed Bond)

Apa itu obligasi yang dijamin oleh pihak lain?

Adalah jenis surat utang yang dijamin pembayarannya oleh pihak ketiga selain penerbit obligasi.  Apabila penerbit asli gagal memenuhi kewajibannya, penjamin (guarantor) bertanggung jawab untuk membayar pokok dan bunga kepada investor. Contoh: Surat utang korporasi yang dijamin oleh bank atau perusahaan induk.

Dan dengan kondisi seperti itu, maka jenis obligasi ini memiliki risiko rendah dan bunga relatif rendah, serta aman sehingga cocok untuk investor yang ingin risiko minimal tanpa harus memilih obligasi beragunan.

4: Obligasi yang dapat ditukarkan dengan saham

Obligasi jenis ini disebut juga sebagai Obligasi Yang Dapat Ditukarkan. Pertukaran ini tergantung pada keinginan pemegang obligasi.

Bila obligasi dapat ditukarkan dengan saham maka investor dapat mengubah pemilikannya menjadi pemegang saham. Oleh karena itu obligasi seperti ini banyak menarik perhatian investor.

5: Ditinjau dari bentuknya.

Ada 2 (dua) jenis obligasi, yaitu :

A: Obligasi Atas Nama

Apa itu obligasi atas nama?

Adalah jenis surat utang yang hanya dapat diambil bunganya oleh orang yang namanya terdaftar, sehingga kalau dijual harus dilaporkan ke perusahaan yang mengeluarkan obligasi itu.

B: Obligasi Kupon

Apa itu obligasi kupon?

Adalah obligasi yang bebas. Setiap lembar obligasi disertai dengan kupon-kupon sebanyak tanggal pembayaran bunga. Kupon-kupon itu digunakan untuk mengambil bunga. Penjualan obligasi ini tidak perlu diberitahukan ada perusahaan yang mengeluarkan.

Manajemen Keuangan Profil

Profesional lulusan ekonomi yang menekuni ERP (SAP), Accounting Software, Business Analyst dan berbagi pengalaman pekerjaan Finance & Accounting.

7 pemikiran pada “Obligasi: Pengertian, Cara Menghitung Nilainya dengan Contoh Riil”

  1. Selama ini, saya kurang paham tentang obligasi. Tapi dari tulisan ini, saya dapat mengerti tentang obligasi. Makasih sharingnya Mas.

  2. Salam kenal masbro,, terima kasih sudah berkunjung ke blog ku

    Pertama kali aku datang ke web masbro ini buat aku bengong, lah isinya semua tentang ilmu keuangan, keren lah walau jujur otak ku sudah gimana gitu kalo mau belajar lagi, secara faktor “U” berlaku :D.

    Menjawab pertanyaan masbro di blog ku, buat aku cengar-cengir, secara soal nulis aku memang tak pintar2 amat seperti pak amat, jadi memang perlu waktu khusus. Ditanya kenapa? karena pekerjaan offline ku sangat menyita pikiran, jadi sebisanya aku ngeblog cuma dihari sabtu atau minggu, kadang juga ya minimal 1 bulan sekali update tulisan di blog.

    gitu ajaa,,,sekali lagi terima kasih, sukses terus tuk masbro 🙂

  3. Wah penting banget nih ilmu2 keuangan di blog ini… bermanfaat sekali…
    terimaksih mas

Komentar ditutup.