Inilah 3 Cara Menyajikan Laporan Laba Ditahan

Sebuah perseroan dapat menyajikan Laporan Laba Ditahan dengan cara meyiapkan laporan laba ditahan yang terpisah, kombinasi Laporan Laba Rugi dan laba ditahan, dan di  laporan ekuitas pemegang saham.

Apa itu laba ditahan dan bagaimana 3 cara menyajikan laporan laba ditahan? yuk dibahas satu per satu…

 

Pengertian Laba Ditahan

Sedikit me-review kembali pengertian saldo laba ditahan menunjukkan akumulasi hasil usaha periodik setelah memperhitungkan pembagian dividen dan koreksi laba rugi periode lalu.

Akun ini dinyatakan terpisah dari akun modal saham. Seluruh saldo laba dianggap bebas untuk dibagikan sebagai diividen, kecuali jika diberikan indikasi mengenai pembatasan terhadap saldo laba.

Misalnya dicadangkan untuk perluasan pabrik atau untuk memenuhi ketentuan regulasi maupun ikatan tertentu.

Saldo laba yang tidak tersedia untuk dibagikan sebagai dividen karena pembatasan-pembatasan tersebut, dilaporkan dalam akun tersendiri yang menggambarkan tujuan pencadangan termaksud: pembatasan-pembatasan yang diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.

Saldo laba tidak boleh dibebani atau dikreditkan dengan pos-pos yang seharusnya diperhitungkan pada laporan laba rugi periode berjalan.

Pengungkapan saldo laba meliputi berikut ini:

  1. Pengungkapan penjatahan (apropriasi) dan pemisahan saldo laba, menjelaskan jenis penjatahan dan pemisahan, tujuan penjatahan dan pemisah saldo laba, serta jumlahnya. Perubahan akun-akun penjatahan dan pemisahan saldo laba, juga diungkapkan.
  2. Peraturan, perikatan, batasan dan jumlah batasan di sekitar saldo laba, diungkapkan. Misalnya, selama perjanjian kredit berlangsung, perusahaan tidak diizinkan membagi saldo laba tanpa seizin kreditur.
  3. Koreksi masa lalu, baik bruto maupun neto setelah pajak.
  4. Pengungkapan jumlah dividen dan dividen per lembar saham, pengungkapan, keterbatasan, saldo laba tersedia bagi dividen.
  5. Tunggakan dividen, jumlah maupun tunggakan per lembar saham.
  6. Pengungkapan deklarasi dividen setelah tanggal laporan posisi keuangan (neraca) sebelum tanggal penyelesaian Laporan Keuangan.

 

Pembatasan Laba Ditahan

jenis laporan laba ditahan

Laba ditahan yang tersedia untuk digunakan sebagai dividen dapat dibatasi pada tindakan dewan direksi perseroan. Jumlah tersebut, dinamakan pembatasan atau appropriation, tetap menjadi bagian dari laba ditahan.

Akan tetapi jumlah tersebut harus diungkapkan, biasanya dalam catatan laporan keuangan. Pembatasan dapat diatur oleh aturan hukum, kontrak, maupun kebijakan direksi.

Sebagai contoh, beberapa ketentuan mengharuskan laba ditahan dibatasi sejumlah saham treasury (treasury stock) yang dibeli agar modal perusahaan tidak akan digunakan untuk membayar.

Dewan direksi juga dapat diminta untuk membatasi laba ditahan karena ketentuan dalam kontrak.

Sebagai contoh, syarat untuk pinjaman bank dapat mencakup pembatasan, agar uang yang dialokasikan untuk membayar pinjaman tidak digunakan sebagai dividen.

Dewan direksi juga dapat membatasi laba ditahan secara sukarela. Sebagai contoh, dewan direksi dapat membatasi pembagian dividen agar tersedia lebih banyak uang yang dapat digunakan untuk pengembangan bisnis.

 

Penyesuaian Laba Ditahan Periode Sebelumnya

penyesuaian laba ditahan

Kesalahan material pada laba bersih periode sebelumnya dapat terjadi karena kesalahan penghitungan dan kesalahan dalam penerapan prinsip akuntansi.

Pengaruh dari kesalahan material yang tidak ditemukan dalam periode fiskal yang sama dengan waktu kesalahan tersebut terjadi, tidak boleh dimasukkan dalam menentukan laba bersih untuk periode tersebut.

Sebaliknya, perbaikan atas kesalahan material yang disebut penyesuaian periode sebelumnya (prior perioed adjustment), dilaporkan di laporan laba ditahan.

Penyesuaian ini dilaporkan sebagai penyesuaian untuk saldo laba ditahan pada awal periode di mana kesalahan tersebut ditemukan dan diperbaiki.

Perhatikan contoh berikut:

Contoh supporting schedule Laba (Rugi) Ditahan untuk mengoreksi kekurangan biaya tahun 2017 yang dibebankan ke laba ditahan, karena jumlahnya tidak material seharusnya dibebankan ke laba rugi tahun berjalan.

koreksi-laba-ditahan

Pencatatan jurnal akuntansinya adalah sebagai berikut:

(Dr) Biaya Listrik dan Telepon   Rp 500.000
(Cr) Laba (Rugi) Ditahan             Rp 500.000

Contoh pembuatan laporan laba ditahan:

PT Manajemen Keuangan Network melaporkan hasil-hasil berikut ini untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2018.

Laba ditahan, 1 April 2017 = Rp 3.000.000.000

Laba bersih = Rp 250.000.000

Dividen tunai yang diumumkan = Rp 50.000.000

Dividen saham yang diumumkan = Rp 100.000.000

Dari data-data tersebut maka dapat dibuat Laporan Laba Ditahan sebagai berikut:

cara membuat laporan laba ditahan

 

Cara Menyajikan Laporan Laba Ditahan

Ada 3 cara untuk menyajikan Laporan Laba Ditahan, yaitu:

1. Menyajikan Laporan Laba Ditahan yang Terpisah

Saat laporan laba ditahan yang terpisah disiapkan, saldo awal laba ditahan dilaporkan. Kemudian ditambahkan laba bersih atau dikurangi rugi bersih dan dikurangi dividen untuk mendapatkan saldo akhir laba ditahan pada periode tersebut.

Contoh laporan laba ditahan jenis ini adalah sebagai berikut:

cara menyajikan laporan laba ditahan

 

3. Menggabungkan Laporan Laba Ditahan dengan Laporan Laba Rugi

Format lain yang dapat digunakan untuk menyajikan laporan laba ditahan adalah dengan menggabungkannya dengan laporan laba rugi.

Kelebihannya adalah laporan tersebut menekankan laba bersih sebagai penghubung antara laporan laba rugi dengan bagian bagian laba ditahan dari ekuitas pemegang saham. Karena bentuk kombinasi ini jarang digunakan.

 

3. Laporan Ekuitas pemegang saham

Penyajian laporan ditahan yang ketiga adalah di laporan ekuitas pemegang saham. Perubahan yang signifikan dalam ekuitas pemegang saham harus dilaporkan dalam periode saat mereka terjadi.

Jika perubahan dalam ekuitas pemegang saham hanya terjadi pada laba bersih atau rugi bersih dan dividen, maka laporan laba ditahan saja sudah mencukupi.

Akan tetapi, saat perseroan juga mengalami perubahan dalam saham dan akun modal disetor lainnya, biasanya disiapkan laporan ekuitas pemegang saham.

Laporan tersebut seringkali disiapkan dalam format kolom, di mana setiap kolomnya menunjukkan klasifikasi ekuitas pemegang saham utama.

Perubahan dalam masing-masing klasifikasi kemudian dijelaskan di kolom sebelah kiri, dan berikut contoh tentang laporan ekuitas pemegang saham:

Laporan ekuitas

Perhatikan kolom-kolom yang menunjukkan klasifikasi ekuitas pemegang saham, antara lain saham preferen, saham biasa, tambahan modal disetor, laba ditahan, dan saham treasuri (treasury stock).

Demikian artikel tentang topik cara menyajikan laporan laba ditahan. Moga bermanfaat dan terima kasih.

***

sop akuntansi keuangan powerful