Bila Anda Tidak Ingin “Gagal Paham” tentang Keuangan, Inilah Pengertian Piutang Wesel

buka-wawasan-keuangan-anda-dengan-mengkaji-piutang-wesel-diskonto

Apa itu piutang wesel?

definisi-pengertian-wesel-diskonto

Pernah mendengar istilah piutang wesel?
Wesel tagih?
Wesel bayar?
Diskonto?
pastinya ada yang sudah, sering, sangat sering, atau belum pernah.

“lah emang kerjaannya di situ Mas, tiap hari ya berjibaku dengan piutang wesel” 🙂

“belum pernah dengar mas, apa itu piutang wesel, apalagi diskonto?”

“pernah dengar sih, namun belum tahu makna sesungguhnya”

Okay, mari kita menguliknya step by step, mulai pengertian wesel, diskonto, dan hal-hal terkait, kemudian cara perhitungan piutang wesel, bunga piutang wesel dan contoh-contohnya.

Wesel adalah janji tertulis yang tidak bersyarat dari satu pihak kepada pihak lain untuk membayar sejumlah uang tertentu pada tanggal tertentu di masa yang akan datang.

Pihak yang meminta agar wesel dibayarkan disebut penerima pembayaran, sedangkan pihak yang membuat janji pembayaran disebut pembuat.

Wesel ada yang bisa dipindahtangankan dan ada yang tidak.

Jika wesel bisa dipindahtangankan berarti yang membuat wesel akan membayar pada orang atau badan yang memegang wesel tersebut pada saat jatuh tempo (due date).

Wesel yang bisa dipindahtangankan bisa di-diskonto-kan ke bank sebelum jatuh temponya.

Seperti dalam piutang, piutang wesel harus dipisahkan untuk wesel dagang, wesel dari pegawai dan yang lainnya.

Wesel yang sudah jatuh tempo tetapi belum dilunasi harus dicatat terpisah dari wesel yang belum jatuh tempo, yaitu dicatat dalam rekening piutang wesel menunggak.

 

Pengalihan Piutang Wesel (Pen-diskonto-an Wesel)

Seperti sudah disinggung pada paragraf di atas, bahwa piutang wesel bisa dipindahtangankan ke bank.

Maksudnya adalah pengalihan piutang wesel atau pen-diskontoan wesel adalah meminjam uang ke bank dengan menggunakan piutang wesel sebagai jaminan.

Bank akan memberikan pinjaman yang besarnya dibawah jumlah piutang wesel saat jatuh tempo serta dikenakan bunga yang diperhitungkan selama jangka waktu diskonto .

Pen-diskonto-an wesel ini biasanya dilakukan dengan syarat jika pembuat wesel tidak melunasi weselnya pada tanggal jatuh tempo.

Maka pihak yang mendiskontokan bertanggungjawab untuk melunasi wesel tersebut.

Kewajiban melunasi wesel bagi pihak yang mendiskontokan merupakan hutang yang belum pasti (contingent liabilities) sehingga harus nampak dalam catatan.

Bunga diskonto wesel dihitung dengan cara sebagai berikut :

rumus-perhitungan-bunga-diskonto-wesel

Waktu antara tanggal penerbitan sampai tanggal jatuh tempo piutang wesel jangka pendek bisa dinyatakan dalam hari atau bulan.

Bila dinyatakan dalam hari maka tanggal jatuh tempo wesel dinyatakan jumlah hari sesudah tanggal penerbitan. Demikian juga apabila dinyatakan dengan bulan.

Dalam perhitungan bunga dan diskonto, satu tahun diperhitungkan selama 360 hari.

Bunga diskonto dihitung berdasarkan jumlah hari sesungguhnya sejak wesel diterima/didiskontokan sampai tanggal jatuh tempo dihitung.

Misalnya wesel dengan nominal Rp. 300.000,- jangka waktu 2 bulan, tertanggal 1 Maret 2015 didiskontokan pada tanggal 26 Maret dengan diskonto 10%.

cara-menghitung-periode-piutang-wesel-diskonto

Apabila wesel di atas jangka waktunya 60 hari maka wesel tersebut akan jatuh tempo pada tanggal 30 April 2015.

contoh-perhitungan-piutang-wesel-diskonto-tidak-berbungacontoh-perhitungan-jatuh-tempo-wesel-diskonto

Pada tanggal 30 April sudah berjangka waktu 60 hari, maka wesel tersebut jatuh tempo pada tanggal 30 April 2015.

Apabila wesel jangka waktu 2 bulan tertanggal 17 Februari 2015, maka wesel tersebut akan jatuh tempo pada tanggal 17 April 2015.

Wesel 3 bulan tertanggal 30 Nopember 2015 akan jatuh tempo pada tanggal 28 April 2016.

Rumus perhitungan diskonto di atas berlaku untuk wesel tidak berbunga maupun wesel berbunga.

Yang berbeda hanyalah nilai jatuh tempo. Wesel tidak berbunga mempunyai nilai jatuh tempo sebesar nilai nominal, sedangkan wesel berbunga nilai jatuh temponya sebesar nominal ditambah bunga.

Perhitungan pen-diskontoan wesel dengan menggunakan contoh di atas adalah sebagai berikut :

1. Piutang wesel tidak berbunga

Jumlah uang yang diterima pada tanggal 26 Maret 2015 adalah :

contoh-perhitungan-piutang-wesel-diskonto-tidak-berbunga

Pendiskonto-an wesel di atas oleh pihak yang mendiskonto-kan wesel akan dicatat dengan jurnal akuntansi sebagai berikut :

contoh-jurnal-piutang-wesel-diskonto-tidak-berbunga

2. Piutang Wesel berbunga

Misalnya wesel di atas berbunga sebesar 12% setahun dan didiskontokan dengan diskonto sebesar 10% setahun.

contoh-perhitungan-piutang-wesel-diskonto-berbunga

Pendiskontoan wesel berbunga di atas oleh pihak yang mendiskontokan wesel akan dicatat dengan jurnal sebagai berikut :

contoh-jurnal-piutang-wesel-diskonto-berbunga

Rekening piutang wesel dikredit pada waktu pendiskontoan apabila pihak yang mendiskontokan tidak bertanggung jawab atas pelunasan wesel tersebut.

Tetapi apabila pihak yang mendiskontokan wesel bertanggung jawab jika wesel tersebut tidak dilunasi oleh pembuatnya maka yang dikredit adalah rekening piutang wesel didiskontokan.

Rekening piutang wesel didiskontokan menunjukkan utang yang belum pasti (contingent liabilities).

Pihak yang mendiskontokan piutang wesel bertanggung jawab atas pelunasan piutang wesel tersebut.

Jika piutang wesel yang didiskontokan tidak dilunasi oleh pembuatnya pada saat jatuh tempo maka pihak yang mendiskontokan wesel harus membayar sebesar nilai nominal wesel ditambah bunga dan biaya penagihan.

Jumlah yang dibayarkan ini dicatat sebagai piutang dari pihak yang membuat wesel. Selanjutnya rekening piutang wesel dari piutang wesel didiskontokan ditutup.

Apabila pembuat wesel melunasi weselnya pada tanggal jatuh tempo maka pihak yang mendiskontokan wesel menutup rekening piutang wesel dan piutang wesel didiskontokan.

Secara sederhana alur pendiskontoan piutang wesel bisa digambarkan sebagai berikut :

contoh-kasus-diskonto-piutang-wesel

Keterangan:

  1. Kesepakatan menerbitkan piutang wesel dibuat antara pembeli (A) dan penjual (B). Pembeli menyerahkan piutang wesel pada penjual
  2. Untuk memenuhi kebutuhan dana, penjual (B) mendiskontokan piutang wesel ke bank (C).
  3. Pada saat piutang wesel jatuh tempo, bank (C) melakukan penagihan kepada pembuat wesel yaitu pembeli (A).

Bagaimana bila pembuat wesel yaitu pembeli (A)?

Bila pembuat wesel (pembeli) tidak melunasi weselnya pada tanggal jatuh tempo maka bank akan menagih pada pihak yang mendiskontokan wesel (penjual).

Penjual akan menagih sebesar yang dibayarkannya ke bank pada pembeli.

Bila digambarkan secara sederhana adalah sebagai berikut :

contoh-kasus-piutang- wesel-diskonto

Keterangan :

  1. Terjadi kesepakatan penerbitan piutang wesel antara pembeli (A) dan penjual (B). Pembeli (A) menyerahkan wesel pada penjual (B)
  2. Untuk memenuhi kebutuhan dana, penjual (B) mendiskontokan piutang wesel ke bank (C)
  3. Ketika piutang wesel jatuh tempo, bank (C) melakukan penagihan kepada pembuat wesel yaitu pembeli (A). Pihak pembeli (A) tidak membayar, maka bank (C) melakukan penagihan kepada penjual (B)
  4. Pihak Penjual (B) melakukan penagihan ke pihak pembeli (A) sebesar uang yang dibayarkannya ke bank

Berikut ini contoh transaksinya :

Pak Agus pada tanggal 01 Maret 2015 memberikan wesel sebesar Rp. 300.000 kepada MyCom Computer Course . Jangka waktu wesel 2 bulan dan tidak berbunga.

Tujuan wesel ini adalah untuk memperpanjang hutangnya pada MyCom Computer Course.

Pada tanggal 26 Maret 2015 MyCom Computer Course mendiskontokan wesel tersebut ke bank C dan dipotong diskonto 10% setahun.

Pada saat jatuh tempo yaitu tanggal 1 Mei 2015 wesel di lunasi Pak Agus. Jurnal yang dibuat oleh masing-masing pihak adalah sebagai berikut :

1 Maret 2015 :
Penyerahan wesel dari Pak Agus kepada MyCom Computer Course nominal Rp 300.000, jangka waktu 2 bulan dan tidak berbunga.

contoh-1-jurnal-transaksi-piutang-wesel-diskonto

26 Maret 2015 :
MyCom Computer Course mendiskontokan wesel kepada bank C, beban diskonto 10% per tahun.

contoh-2-jurnal-transaksi-piutang-wesel-diskonto

01 Mei 2015 :
Pak Agus melunasi weselnya kepada bank C

contoh-3-jurnal-transaksi-piutang-wesel-diskonto

Untuk meminimalkan resiko piutang usaha Anda dan memperluas wawasan keuangan Anda, tanpa ribet, mengkaji artikel tips cara membuat analisa laporan keuangan mungkin yang Anda butuhkan.

 

Perlakuan Jenis Piutang Wesel dengan Angsuran

Piutang wesel dengan angsuran adalah piutang wesel yang pembayarannya di-cicil selama jangka waktu tertentu.

Setiap penerimaan cicilan terdiri dari bunga dari pokok pinjaman dan pengurangan atas pokok pinjaman.

Penerimaan bunga setiap periode cicilan piutang wesel akan semakin menurun sedangkan cicilan pokok pinjaman makin bertambah.

Piutang wesel dengan angsuran dicatat sebesar nilai nominalnya, dan selanjutnya dibuatkan jurnalnya untuk mencatat cicilan yang sudah dilakukan.

 

Penyajian Piutang Wesel di Neraca

Sebagaimana di bahas dalam artikel “cara pengelolaan piutang usaha yang layak dilakukan” bahwa untuk melaporkan piutang dalam laporan keuangan (neraca) adalah sebesar jumlah yang akan direalisasikan yaitu jumlah yang diharapkan akan dapat ditagih.

Demikian juga dengan piutang wesel yang diperkirakan akan dapat ditagih dan menjadi kas dalam satu periode disajikan pada Neraca di bagian aktiva lancar.

Urutan penyajian aktiva biasanya didasarkan pada tingkat likuiditasnya. Urutan likuiditas ini mencerminkan seberapa cepat setiap jenis aktiva lancar bisa dikonversi menjadi kas.

 

penyajian-piutang-wesel-diskonto-di-neraca

Piutang wesel disajikan pada laporan keuangan (neraca) bersama dengan piutang-piutang lain dan diurutkan sesuai dengan tingkat likuiditasnya.

Dalam contoh di atas piutang wesel disajikan pada urutan pertama dari piutang dengan asumsi piutang wesel tersebut yang paling likuid dibandingkan dengan jenis piutang lain di urutan bawahnya.

Demikian pembahasan pengertian tentang piutang wesel.

Jika anda ingin meningkatkan kinerja BISNIS dan omset anda, sejenak baca pembahasannya berikut ini : Accounting Tools & SOP Akuntansi Keuangan.

Terima kasih