Begini Cara Penentuan Harga Jual Berdasarkan Perilaku Biaya

Salah satu cara untuk menentukan harga jual adalah berdasarkan pada  perilaku biaya. Harga jual merupakan hal penting bagi penjual. Jualan anda untung atau rugi tergantung pada harga jual produk.

Omset jualan anda juga tergantung pada harga jual produk anda. Oleh karena itu, penentuan harga jual menjadi hal penting yang perlu mendapatkan perhatian sebelum aktivitas jualan dan promosi dilakukan.

Cara untuk menentukan harga produk dan penanganan masalah harga jual yang digunakan oleh perusahaan atau usaha perorangan memiliki banyak cara.

Dalam perusahaan perorangan dan perusahaan kecil, penentuan harga ditetapkan  oleh manajemen teras, bukan oleh bagian pemasaran, bagian penjualan atau bagian produksi.

Sementara itu, pada perusahaan-perusahaan besar, penetapan harga biasanya ditangani oleh para manajer divisi produksi.

Baca juga : Cara Menentukan Harga Jual Produk Minuman

Menurut Jerome Mc Carthy, pada dasarnya, penetapan harga yang diinginkan, mengandung tujuan-tujuan tertentu, misalnya contoh yang digambarkan di bawah ini :

cara menentukan harga jual target harga

Meskipun pada titik tertentu, ada perusahaan yang tidak mempunyai keleluasaan untuk menentukan harga produknya, misalnya dalam organisasi penjualan yang diorganisasi yang dibatasi oleh kuota harga.

Dan dalam pembahasan kali ini, perhatian kita hanya pada pendekatan penentuan harga berdasarkan pada perilaku biaya.

Langkah awal adalah dengan menentukan harga cost plus (cost plus pricing). Tujuannya adalah untuk mengurangi ketidakpastian dan dapat memberikan keterangan dari beberapa hal lainnya.

Misalnya, jika perusahaan dihadapkan dengan pesanan atau order di bawah harga yang telah ditetapkan, dengan menghubungkan biaya, agar keputusan-keputusan dapat lebih mudah diambil.

Pengertian cost plus pricing adalah biaya tertentu ditambah dengan kenaikan (mark up) yang ditentukan.

Dan pengertian biaya adalah harga pokok dalam akuntansi manajemen maupun akuntansi biaya.

Baca juga : Inilah Pengertian dan Fungsi Akuntansi Biaya Serta Hubungannya dengan Akuntansi Manajemen

Metode pelaporan cost dan laba rugi secara garis besar dibagi dalam dua cara, yaitu :

#1. Absorption atau Full Cost

Dalam metode ini, biaya pokok produksi terdiri dari harga pokok produksi baku langsung :

  • Biaya bahan baku langsung (Direct Method)
  • Biaya tenaga kerja langsung (Direct Labour)
  • Biaya tak langsung pabrik (factory overhead cost) : tetap dan variabel

 

#2. Variable Costing atau Direct Costing  = Contribution approach = pendekatan kontribusi

Harga pokok terdiri dari :

Total biaya variabel = Biaya produksi variabel, mencakup :

  • Biaya bahan baku langsung
  • Biaya tenaga kerja langsung
  • Biaya tak langsung variabel
  • Biaya penjualan dan administrasi variabel

Atau bila disajikan dalam sebuah gambar adalah sebagai berikut :

cara menentukan harga jual

Contoh :

PT Berkah Jaya perlu menentukan target harga jual salah satu produknya. Data biaya sehubungan dengan produk ini adalah sebagai berikut :

  • Bahan baku langsung, nilai per unit = Rp. 8.000
  • Tenaga kerja langsung, nilai per unit = Rp. 12.000
  • Overhead variabel, nilai per unit = Rp. 3.000
  • Overhead tetap, nilai per unit = Rp. 7.000 dan total = Rp. 350.000
  • Biaya penjualan dan administrasi variabel, nilai per unit = Rp. 2.000
  • Biaya penjualan dan administrasi tetap, nilai per unit = Rp. 3.000, dan total = Rp. 200.000

 

Atau bila ditampilkan dalam satu tabel adalah sebagai berikut :

cara menentukan harga jual - contoh soal

Biaya-biaya di atas didasarkan pada volume yang ditetapkan sebesar 50.000 satuan yang diproduksi dan dijual setiap periode.

Perusahaan menggunakan penentuan harga cost plus (cost plus pricing), dan perusahaan mempunyai kebijakan menambahkan mark up 50% dari harga pokok produksi (HPP) untuk mendapatkan target harga jual atau menambahkan mark up 80% dari biaya variabel.

Baca juga : Inilah 10 Cara Praktis dan Akurat untuk Menghitung HPP

 

#Target harga jual biaya penuh :

Bahan baku                        = Rp   8. 000
Tenaga kerja                      = Rp 12.000
Overhead variabel           = Rp   3.000
Overhead Tetap                              = Rp   7.000
Total Biaya Produksi      = Rp 30.000

50% Mark up                     = Rp 15.000

Harga jual target              = Rp 45.000

cara menentukan harga jual - contoh full cost

 

#Target Harga jual Biaya Variabel (pendekatan kontribusi)

Bahan baku                        = Rp   8. 000
Tenaga kerja                      = Rp 12.000
Overhead variabel           = Rp   3.000
Biaya penjualan dan
Adm. Variabel                   = Rp   2.000
Total Biaya Produksi      = Rp 25.000

80% Mark up                     = Rp 20.00

Harga jual target              = Rp 45.000

cara menentukan harga jual - variable cost

Kedua contoh di atas memberikan suatu target harga jual yang tidak berbeda, begitu pula dalam keuntungan dan seluruh hasil penjualan, jika produk yang ada terjual.

Sebagaimana digambarkan dalam contoh di atas, maka metode full cost dan variabel cost akan berbeda dalam beberapa hal :

  • Produksi sama dengan unit yang dijual. Kedua metode di atas akan menghasilkan laba rugi yang sama.
  • Jika persediaan akhir lebih besar dari persediaan awal maka laba bersih full cost LEBIH BESAR daripada variable cost.
  • Jika persediaan akhir lebih kecil daripada persediaan awal maka laba bersih menurut variable cost lebih besar daripada metode full cost.
  • Jika persediaan awal dan persediaan akhir sama, maka laba rugi kedua metode akan sama pula.

Demikian pembahasan mengenai cara untuk menentukan harga jual berdasarkan pada perilaku biaya.