Begini Cara Sederhana dan Praktis me-LEVERAGE LABA Perusahaan Melalui Rekayasa Penjualan

Begini Cara Sederhana dan Praktis Meleverage Laba Perusahaan Melalui Rekayasa Penjualan

Setiap orang yang berbisnis pasti mengharapkan LABA. Bila kita membaca Laporan Laba Rugi, Laba akan diperoleh jika Pendapatan lebih besar dari Beban-beban. Pendapatan diperoleh dari penjualan barang atau jasa.

Jadi, secara matematis untuk meningkatkan laba bisa dengan meningkatkan pendapatan melalui peningkatan penjualan atau dengan menurunkan  beban.

Peningkatan penjualan tentu akan meningkatkan beban penjualan, seperti biaya iklan atau promosi. Sehingga kita harus benar-benar memahami mengenai pengertian biaya iklan, sehingga akan berdampak signifikan terhadap peningkatan penjualan.

Oleh karena itu agar upaya untuk meningkatkan atau me-leverage penjualan bisa berjalan dengan baik, maka perlu dilakukan rekayasa penjualan, yaitu suatu upaya bagaimana mengangkat penjualan yang relatif KECIL untuk memperoleh laba yang TINGGI.

Baca juga : KAS dan Laba, Penting Mana?

Pembahasan mengenai pengukuran, rekayasa penjualan dan hal-hal terkait dikenal dengan operating leverage.

Pengertian operating leverage adalah kemampuan perusahaan dalam menggunakan biaya operasi tetap untuk memperbesar pengaruh dari perubahan VOLUME PENJUALAN atas EBIT.

Atau bila mengacu dari Weston & Copeland, definisi operating leverage adalah berapa jauh perubahan tertentu dari volume penjualan akan berpengaruh pada laba operasi bersih.

Formula untuk mengukur tingkat leverage operasi atau degree of operating leverage adalah :

% Perubahan EBIT : % Perubahan Penjualan

Atau tingkat leverage operasi (degree of operating leverage) pada penjualan tertentu adalah :

Contribution Margin : EBIT

Selain pengukuran melalui formula di atas, operating leverage juga mempunyai pengaruh negatif, yaitu operating risk, artinya perusahaan dengan biaya operasi tetap yang tinggi akan mempunyai tingkat laba operasi (operting profit) dan BEP (Break Event Point) yang tinggi pada volume yang tinggi, dibandingkan dengan perusahaan yang biaya operasi tetap-nya rendah.

Namun penurunan penjualan sedikit saja, akan mempengaruhi laba operasi yang cukup besar dibandingkan dengan perusahaan yang biaya operasi tetapnya relatif rendah.

 

Contoh perhitungan operating leverage :

Harga jual sebuah produk X adalah  Rp. 100,- per unit. Jumlah produk yang dijual 100 unit. Biaya variabel Rp. 20,- per unit. Biaya tetap Rp. 6.000,- . Bunga pinjaman Rp. 1.600,- dan tarif pajak 40%.

Berapa tingkat operating leverage?

 

Pembahasan jawaban soal  :

#1. Penjualan produk sejumlah 100 unit

Contribution Margin :

= Nilai Penjualan – Biaya Variabel = Rp. 10.000 – Rp. 2000 = RP. 8.000

EBIT :

= Contribution Margin – Biaya Tetap = Rp. 8.000 – Rp. 6.000 = Rp. 2.000

Laba Sebelum Pajak :

= EBIT – Bunga = Rp. 2.000 – Rp. 1.600 = Rp. 400

Laba Bersih :

Laba sebelum pajak – pajak = Rp. 400 – Rp. 160 = Rp. 240

 

#2. Penjualan produk sejumlah 150 unit

Contribution Margin :

= Nilai Penjualan – Biaya Variabel = Rp. 15.000 – Rp. 3.000 = RP. 12.000

EBIT :

= Contribution Margin – Biaya Tetap = Rp. 12.000 – Rp. 6.000 = Rp. 6.000

Laba Sebelum Pajak :

= EBIT – Bunga = Rp. 6.000 – Rp. 1.600 = Rp. 4.400

Laba Bersih :

Laba sebelum pajak – pajak = Rp. 4.400 – Rp. 1.760 = Rp. 2.640

pengertian operating leverage

Dari perhitungan di atas, kita bisa melihat bahwa ada kenaikan nilai penjualan sebesar 50%, yaitu dari Rp. 10.000 menjadi Rp. 15.000. Selain itu, kenaikan nilai penjualan juga dikuti dengan kenaikan-kenaikan variabel lain, yaitu :

  • Biaya variabel, naik 50% dari Rp. 2.000 menjadi Rp. 3.000
  • Contribution margin, naik 50% dari Rp. 8.000 menjadi Rp. 12.000
  • EBIT, naik 200% dari Rp. 2.000 menjadi Rp. 6.000
  • Laba sebelum pajak, naik dari Rp. 400 menjadi Rp. 4.400
  • Pajak, naik dari Rp. 160 menjadi Rp. 1.760
  • LABA BERSIH, naik 1.000%, dari Rp. 240 menjadi Rp. 2.640

Bila disajikan dalam bentuk tabel adalah sebagai berikut :

perhitungan operating leverage

Jadi tingkat operating leverage adalah :

= % Kenaikan EBIT : % Kenaikan Penjualan

= 200% : 50% = 4X

 

Artinya apa?

Tingkat operating leverage sebesar 4X, berarti jika penjualan naik 50% maka EBIT akan naik sebesar 200% (4 X 150%).

Tapi sebaliknya, jika terjadi penurunan penjualan 50%, maka akan mengakibatkan penurunan EBIT sebesar 200%. Atau jika terjadi penurunan EBIT 200%, maka laba bersih akan mengalami penurunan sebesar 5 X 200% atau 1000%.

Jadi, jika tingkat operating leverage yang tinggi (biaya operasi tetap yang tinggi) akan menaikkan EBIT cukup besar dengan hanya sedikit kenaikan volume penjualan.

Sebaliknya risiko yang cukup tinggi pula jika terjadi sedikit saja penurunan penjualan.

Dengan melakukan rekayasa perhitungan-perhitungan tingkat operating leverage, kita bisa menghitung peningkatan penjualan yang diinginkan dengan tetap mempertimbangkan kenaikam beban-beban.

Sehingga akan diketahui titik yang paling optimal.

Baca juga : Sudahkah Antisipasi Risiko dengan SOP Pembuatan Laporan Manajemen Risiko?

Demikian pembahasan tentang Cara Sederhana dan Praktis Me-leverage Laba Perusahaan Melalui Rekayasa Penjualan.

Terima kasih