Neraca adalah adalah Laporan Keuangan yang menyajikan informasi tentang aset (harta), liabilitas (utang), dan ekuitas (modal) perusahaan pada saat tanggal tertentu, misalnya 31 Desember. Neraca merupakan salah satu dari 5 jenis laporan keuangan menurut SAK, selain Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Modal, Laporan Arus Kas, dan catatan atas laporan keuangan.
Bagaimana cara membuat laporan neraca? Apakah sulit membuat neraca? Untuk menjawab dua pertanyaan tersebut, mari ikuti penjelasan tentang pengertian neraca beserta contohnya berikut ini.
Definisi Neraca Keuangan Perusahaan
Mengapa perusahaan perlu membuat neraca?
Alasannya adalah untuk mengetahui ‘kesehatan; dari perusahaan. Dari Neraca kita bisa mengetahui jumlah aset, utang, dan modal perusahaan. Ketiga komponen ini dapat naik dan turun tergantung dari kinerja atau performa perusahaan. Informasi yang diperoleh dari neraca inilah yang bisa dijadikan pertimbangan pihak manajemen dan pihak eksternal untuk mengambil keputusan strategis, maka itulah perusahaan perlu membuat neraca.
Sebelum melangkah lebih jauh, sekarang kita pahami dulu pengertian neraca menurut para ahli ya.
A: Pengertian Neraca Keuangan Perusahaan
Definisi Menurut Para Ahli
Dari pemaparan singkat tentang manfaat neraca, kita bisa menyimpulkan apa yang dimaksud neraca keuangan perusahaan?Seperti telah disinggung dalam paragraf sebelumnya, pengertian neraca adalah sebuah Laporan Keuangan yang menyajikan kondisi aktiva, hutang, dan ekuitas pada waktu tertentu.
Untuk memudahkan pemahaman tentang pengertian neraca, berikut ini kami sajikan pembahasan mengenai: 1) format neraca, dan 2) contoh neraca.
Baca sampai selesai step by step membuat Trial Balance dari buku jurnal dan buku besar (general ledger)
Manfaat Neraca Keuangan Perusahaan
Apa manfaat neraca?
Seperti yang sudah disinggung di awal tulisan, manfaat paling penting dari neraca keuangan perusahaan adalah untuk mengetahui kondisi ‘kesehatan’ dari perusahaan pada waktu tertentu. Kondisi tersebut bisa dilihat dari informasi yang disajikan dalam neraca, yaitu menyangkut aset, kewajiban, dan ekuitas perusahaan.
Cara untuk mengetahui kinerja perusahaan kita bisa melihat dari Laporan Laba Rugi, selengkapnya dapat dibaca di artikel tentang Pengertian dan segala hal mengenai Laporan Laba Rugi.
Seperti yang kita pahami, bahwa tujuan kita membuat perusahaan atau melakukan aktivitas bisnis adalah untuk memperoleh LABA.
Namun dalam perjalanan selama periode tertentu, misalnya satu tahun, perjalanan bisnis tidak selamanya lancar seperti jalan tol 🙂
Tetapi terkadang ada hal-hal atau kejadian yang tidak kita inginkan, Misalnya nih perekonomian menurun, fluktuasi nilai tukar rupiah dan lain sebagainya, sehingga perusahaan bisa mengalami kerugian dan untung. Kondisi ini akan mempengaruhi neraca keuangan perusahaan, misalnya kas turun, modal juga turun, utang menggunung.
Oleh karena itu penting mengetahui apa itu neraca, bentuk, dan isi neraca “biar nggak mati rasa” 🙂

B: Format Neraca Keuangan Perusahaan
Persamaan Dasar Akuntansi
Bagaimana format neraca keuangan perusahaan?
Format penyajian neraca keuangan perusahaan berpedoman pada prinsip persamaan dasar akuntansi, yaitu sebagai berikut:
Asset = Liability + Equity
Perhatiakn persamaan dasar akuntansi di atas, kita dapat melihat bahwa ada 3 elemen yang menyusun sebuah neraca, yaitu: Asset (Aset), Liability (kewajiban), dan Equity (modal). Jumlah aset HARUS SAMA dengan jumlah liability dan equity. Jadi klir ya, kenapa format laporan neraca seperti itu?
Format Penyajian
Untuk menyajikan 3 komponen persamaan dasar akuntansi, kita bisa menggunakan format staffel dan skontro.
Apa itu format staffel?
Pengertian format staffel adalah neraca keuangan perusahaan yang disajikan melajur atau memanjang dari atas ke bawah.
Bagian paling atas menyajikan aset beserta komponen-komponennya, seperti cash, piutang usaha, dan biaya dibayar di muka. Bagian kedua berisi komponen liabilitas dan elemen-elemennya, kemudian dilanjutkan dengan komponen ekuitas, seperti laba periode berjalan, dan modal disetor.
Skontro
Sedangkan format penyajian skontro adalah neraca keuangan perusahaan yang disajikan dalam bentuk T, di mana bagian sisi kanan berisi aset, dan bagian kanan memuat kewajiban dan ekuitas.
Apapun bentuk penyajian yang Anda pilih, pastikan bahwa jumlah aset harus sama dengan jumlah liabilitas ditambah ekuitas.
C: Contoh Neraca Keuangan Perusahaan
Bagaimana aplikasi nyata dari format neraca yang sudah dibahas sebelumny?
Agar tidak dikatakan sebagai hoax, teori doang, click bait, apalagi bohong 🙂 maka berikut ini kami sajikan neraca dari sebuah laporan keuangan perusahaan tbk, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk.
Contoh laporan keuangan ini sudah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) dengan opini wajar dan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia:





Penjelasan tentang contoh Neraca (Laporan Posisi Keuangan)
Perhatikan contoh neraca di atas. Acuannya adalah persamaan akuntansi dasar, jadi jumlah aset sama dengan jumlah kewajiban ditambah jumlah modal.
Apakah laporan neraca di atas sudah sesuai dengan persamaan dasar akuntansi?
Yuk kita tengok jumlah masing-masing elemen neraca PT Semen Baturaja (Persero) Tbk.
- Jumlah aset lancar = Rp 1.123.602.449,
- aset tidak lancar = Rp 3.936.734.798,
- jadi total aset adalah Rp 5.060.337.247.
Jumlah Liabilitas jangka pendek Rp 668.827.967, jumlah liabilitas jangka panjang Rp 978.649.421, sehingga total liabilitas adalah Rp 1.647.477.388, sedangkan jumlah ekuitas Rp 3.412.859.859. Sehingga jumlah liabilitas ditambah ekuitas adalah sebesar Rp 5.060.337.247.
Bila angka-angka tersebut dimasukkan dalam persamaan dasar akuntansi adalah sebagai berikut:
Aset = Liabilitas + Ekuitas
= (Rp 1.123.602.449 + Rp 3.936.734.798) = (Rp 1.647.477.388 + Rp 3.412.859.859)
= Rp 5.060.337.247 = Rp 5.060.337.247
Contoh lain dapat anda baca di Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Tbk yang sudah diaudit.