Contoh Kebijakan Anggaran Penjualan, Kas, Laba Rugi dan Neraca Perusahaan Dagang

Contoh Kebijakan Anggaran Kas,Laba Rugi dan Neraca Perusahaan Dagang

Rencana keuangan atau kebijakan anggaran perusahaan digunakan sebagai cara untuk mengoptimalkan laba. Elemen-elemen yang mempengaruhi laba, yaitu penjualan dan biaya dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, serta biaya produksi diidentifikasi, dihitung dan dianalisa secara cermat dari waktu ke waktu, sampai akhirnya ketemu RACIKAN komposisi yang paling optimal.

Hasil racikan yang paling optimal itu selanjutnya dijadikan standar dan dituangkan dalam kebijakan anggaran perusahaan. Di mana dalam perjalanannya nanti terus dipantau, dievaluasi dan dianalisa setiap periode.

Hasil evaluasi tersebut dijadikan bahan pertimbangan apakah kebijakan anggaran yang sudah ditetapkan masih bisa digunakan atau tidak? Atau mungkin hanya memerlukan sedikit modifikasi karena adanya dinamika perubahan yang sangat cepat dan tidak terduga.

Itulah salah satu pentingnya KEBIJAKAN ANGGARAN!

Dan kali ini Blog Manajemen Keuangan akan memberikan contoh anggaran perusahaan dagang meliputi kebijakan anggaran kas, laba rugi dan neraca perusahaan dagang.

Contoh kebijakan anggaran atau contoh rab kegiatan perusahaan manufaktur meliputi produksi, pemakain bahan baku langsung, tenaga kerja langsung, dan administrasi umum dapat baca di : Inilah Struktur Kebijakan Anggaran Perusahaan Dagang dan Manufaktur.

Dan ini studi kasusnya…

Sebuah perusahaan besar nasional memiliki beberapa toko retail. Salah satu toko retail dari perusahaan besar yang bergerak dalam berbagai bidang dengan gigih melaksanakan desentralisasi manajemen.

Toko retail itu bernama ‘Toko Keren”. Anggap saja anda sendirilah yang menjadi manajer Toko Keren.

Anda mengetahu seluk beluk pembelian, cara men-display barang dagangan dan mencegah kehilangan barang dagangan. Namun anda tidak banyak mengetahui seluk beluk mengenai pengertian akuntansi keuangan dan permodalan.

Manajemen puncak kantor pusat berkeyakinan bahwa peningkatan kemampuan manajemen menengah mencakup pula peran serta para manajer toko secara aktif dalam proses penyusunan kebijakan anggaran atau rencana keuangan perusahaan.

Adanya kebijakan dari kantor pusat yang seperti itu, maka anda diminta untuk menyusun kebijakan anggaran toko anda yang lengkap untuk bulan April, Mei dan Juni 2018.

Anda bertanggung jawab untuk menyusun kebijakan anggaran toko berdasarkan kondisi aktual yang  sesungguhnya. Menyangkut bidang akuntansi keuangan menjadi tugas dari kantor pusat, sehingga anda tidak membutuhkan tenaga accounting untuk hal itu.

Baca artikel terkait : Inilah Profesi bidang Akuntansi Keuangan yang Melegenda dan Tak Lekang Oleh Waktu

Setelah tugas anda menyusun kebijakan anggaran selesai, dari kantor pusat akan datang manajer pemasaran dan internal auditor ke Toko Keren untuk memeriksa dan membantu anda dalam merumuskan dokumen kebijakan anggaran final.

Tujuannya adalah agar anda benar-benar menguasai proses penyusunan kebijakan anggaran, cara membuat anggaran biaya perusahaan dan memahami pengertian anggaran penjualan termasuk juga masalah-masalah akuntansi keuangan.

Dan data-data yang sudah anda kumpulkan dari neraca rugi laba sederhana, diperoleh data aktual sebagai berikut :

 

Neraca perusahaan dagang :

Kas = Rp. 11
Barang dagangan = Rp. 300
Piutang dagang = Rp. 261
Inventaris Toko = Rp. 150
Total Aktiva = Rp. 11 + Rp. 300 + Rp. 261 + Rp. 150 = Rp. 722

Utang dagang = Rp. 340
Modal pemilik =Rp. 382
Total Kekayaan =
Rp. 340 + Rp. 382 = Rp. 722

 

Laporan Laba rugi perusahaan dagang :

Penjualan :

Sekarang:
Februari = Rp. 200
Maret = Rp. 250

Proyeksi :
April = Rp. 500
Mei = Rp. 300
Juni = Rp. 300
Juli = Rp. 200

Penjualan secara kredit 90% dari penjualan setiap bulan.

Pembayaran penjualan kredit diterima :
80% diterima 1 bulan berikutnya
20% diterima 2 bulan berikutnya lagi.

Diasumsikan bahwa piutang ragu-ragu hanya kecil sekali dan bisa diabaikan.

Piutang dagang dalam Neraca per 31 Maret 2018 adalah akibat dari penjualan kredit :

Bulan Februari :
Penjualan kredit (piutang) 90% x 200 = Rp. 180
Diterima Maret 80% x 180 = Rp. 144
Tagihan (piutang) bulan April = 180 – 144 = Rp. 36

Bulan Maret :
Penjualan kredit 90% x 250 = Rp. 225
Total piutang Maret = Rp. 36 + Rp. 225 =Rp. 261

Laba Bruto atas penjualan 40% (harga pokok dari penjualan menjadi 60% dari penjualan yang bersangkutan). Ada kebijaksanaan untuk setiap bulan menyediakan persediaan barang dagangan sebanyak-banyak proyeksi penjualan untuk bulan berikutnya.

Semua pembelian barang dagangan dibayar pada bulan berikutnya sesudah bulan pembelian. Total upah tenaga kerja, gaji dan komisi adalah rata-rata 20% dari penjualan.

Biaya tetap untuk membayar sewa, pajak kekayaan, biaya penjualan dan biaya lain-lain berjumlah Rp. 40 setiap bulan. Diasumsikan bahwa biaya-biaya ini perlu dibayar tunai setiap bulan.

Penyusutan setiap bulannya berjumlah Rp. 2. Dalam bulan April akan dibayar Rp. 40 untuk peralatan tetap yang dibeli bulan Maret.

Baca juga : Sudahkah Anda Menggunakan 2 Rumus Excel ini untuk Menghitungan Nilai Penyusutan

Saldo Utang Dagang pada NERACA per 31 Maret 2018 sudah mencakup utang ini.

Diasumsikan semua pinjaman berlaku mulai awal bulan dan semua pengembaliannya dilakukan pada akhir bulan yang seharusnya.

Bunga dibayarkan hanya pada saat pengembalian utang pokoknya. Tingkat bunga 8% setahun, bunga dihitung sampai per seratus terdekat. Semua pinjaman dan pengembalian utang pokok harus dibuat dalam satuan rupiah.


Pertanyaannya
:

Buatlah anggaran perhitungan :

  • Anggaran Penjualan
  • Laba rugi perusahaan dagang untuk triwulan yang akan datang,
  • Kas perusahaan dagang
  • Neraca perusahaan dagang per 30 Juni 2018.

Semua operasi dinilai dengan dasar sebelum pajak penghasilan, juga karena pajak penghasilan dibayar oleh kantor pusat perusahaan, maka untuk di Toko Keren diabaikan saja.

Baca juga : Beginilah Cara Alokasi Pajak di Laporan Laba Rugi Perusahaan Dagang dan Manufaktur


Pembahasan
:

#1. Anggaran Penjualan

contoh kebijakan anggaran penjualan perusahaan dagang
Tabel : Contoh kebijakan anggaran penjualan perusahaan dagang

 

#2. Anggaran Laba Rugi Perusahaan Dagang

Berikut ini contoh laporan laba rugi perusahaan dagang :

Toko Keren
Anggaran Laba Rugi
30 Juni 2018

Laporan laba rugi perusahaan dagang
Contoh : Anggaran Laba rugi perusahaan dagang

 

#3. Anggaran Kas

Toko Keren
Anggaran Kas
30 Juni 2018

cashflow statement perusahaan dagang
Gambar : Contoh Anggaran Kas Perusahaan Dagang

Saldo Kas = Penerimaan + pinjaman – pengeluaran = Rp. 10
Saldo Kas = Kelebihan kas + saldo minimal – (pengembalian+bunga) = Rp. 10,97
Saldo Kas = Kelebihan kas + saldo minimal – (pengembalian+bunga) = Rp. 10,87

Bunga Mei = 8/100 x 152 x 2/12 = Rp. 2,03
Bunga Juni = 8/100 x 55 x 3/12 = Rp. 1,1

Keterangan pinjaman :
Jumlah pinjaman April = Rp. 214
Pengembalian Mei = Rp. 152
Pengembalian Juni = Rp. 55

Sisa pinjaman (utang) = 214 – (152+55) = Rp. 6

 

#4. Anggaran Neraca Perusahaan Dagang

Toko Keren
Anggaran Neraca
30 Juni 2018

neraca perusahaan dagang
Gambar : Contoh Anggaran Neraca Perusahaan Dagang

Demikian pembahasan mengenai contoh kebijakan anggaran penjualan, kas, laba rugi dan NERACA perusahaan dagang.

Semoga bermanfaat.

Terima kasih

***