Contoh Pembukuan Sederhana dan Panduan Praktis Cara Membuatnya

Contoh Pembukuan Sederhana dan Panduan Praktis Cara Membuatnya

Contoh pembukuan sederhana kali ini mengambil studi kasus klinik kesehatan. Proses pembukuan sederhana untuk klinik kesehatan juga sama dengan perusahaan atau entitas lain pada umumnya.

Proses pembukuan itu dimulai sejak terjadinya transaksi sampai penyusunan neraca saldo. Dan bila diuraikan secara rinci ada 6 proses, yaitu :

  1. Tentukan akun yang terpengaruh oleh transaksi : aset, kewajiban, ekuitas, dan pendapatan.
  2. Tentukan apakah saldo akun yang terpengaruh mengalami kenaikan atau penurunan.
  3. Tentukan apakah kenaikan atau penurunan dalam akun tersebut harus dicatat sebagai debit atau kredit.
  4. Catat ayat jurnal dalam jurnal.
  5. Pindahbukuan (posting) ayat jurnal ke buku besar.
  6. Siapkan daftar saldo yang belum disesuaikan pada akhir periode.

Dan kali ini blog manajemen keuangan akan memberikan contoh pembukuan sederhana dari sebuah klinik kesehatan dan seperti biasanya disertai dengan panduan praktis cara membuatnya step by step, agar langsung bisa diterapkan.

Baca juga : [Studi Kasus] Contoh Laporan Keuangan Sederhana Usaha Kecil dan Step by Step Cara Membuatnya

 

Sebut saja nama kliniknya “Cordova”. Akun-akun yang digunakan dalam sistem akuntansi klinik Cordova adalah :  Kas Piutang Usaha, Bahan Habis Pakai, Asuransi Dibayar Dimuka, Peralatan Kantor, Utang Usaha, Modal, Prive, Pendapatan Klinik, Beban Gaji, Beban Sewa, Beban Laboratorium, Beban Utilitas, Beban Lain-lain.

Selama bulan November 2017, klinik Cordova melakukan transaksi sebagai berikut :

November 01 :
Membayar  sewa tempat untuk bulan November 2017 sebesar Rp. 5.000.000

Mengacu pada proses pembukuan, maka analisis terhadap transaksi ini adalah sebagai berikut :

Langkah #1 :
Akun yang terpengaruh oleh transaksi ini adalah akun ASET yaitu kas dan akun Beban SEWA.

Langkah #2 :
Bagaimana pengaruh transaksi ini terhadap akun Kas dan Beban Sewa?
Transaksi ini akan menurunkan nilai akun kas dan menaikan nilai akun beban sewa sebesar Rp 5.000.000

Langkah #3 :
Penurun di akun Kas dicatat pada sisi KREDIT, sedangkan peningkatan di akun Beban Sewa dicatat pada sisi DEBIT.

Langkah #4. :
Pencatatan ayat jurnal transaksi ke dalam jurnal seperti berikut ini :

(Dr) Beban Sewa   Rp 5.000.000
(Cr) Kas                               Rp 5.000.000

 

November 03 :
Membeli bahan habis pakai secara kredit Rp 11.200.000

Langkah #1 :
Akun yang terpengaruh oleh transaksi tanggal 3 November 2018 adalah akun Kas dan akun Bahan Habis Pakai.

Langkah #2 :
Transaksi pembelian bahan habis pakai ini akan menaikan akun Kas dan akun Bahan Habis Pakai sebesar Rp 11.200.000

Langkah #3 :
Peningkatan akun Utang dicatat di sisi KREDIT, peningkatan di akun Bahan Habis Pakai dicatat pada sisi DEBIT.

Langkah #4. :
Pencatatan ayat jurnal transaksi pembelian bahan habis pakai ke dalam jurnal adalah seperti berikut ini :

(Dr) Bahan Habis Pakai   Rp 11.200.000
(Cr) Utang Usaha                                           Rp 11.200.000

 

November 05 :
Menerima kas hasil pelunasan piutang dari pasien BPJS, Rp. 5.250.000

Langkah #1 :
Akun yang terpengaruh oleh transaksi pelunasan piutang adalah akun Kas dan akun Piutang Usaha.

Langkah #2 :
Transaksi ini akan menaikan nilai akun Kas dan menurunkan akun Piutang Usaha sebesar Rp 5.250.000

Langkah #3 :
Peningkatan akun Kas dicatat pada sisi Debit, sedangkan penurunan akun Piutang Usaha dicatat pada sisi Kredit.

Langkah #4. :
Pencatatan ayat jurnal transaksi ke dalam jurnal seperti berikut ini :

(Dr) Kas               Rp 5.250.000
(Cr) Piutang Usaha           Rp 5.250.000

Baca juga : Cara Sederhana dan Mudah Membuat Laporan Arus Kas Perusahaan Jasa (Update)

 

November 08 :
Membeli film X-ray dan bahan habis pakai lain secara kredit  Rp 13.000.000

Langkah #1 :
Akun yang terpengaruh oleh transaksi ini adalah akun Kas dan akun Bahan Habis Pakai.

Langkah #2 :
Transaksi pembelian film X-ray akan menaikkan nilai akun Kas dan nilai akun Bahan Habis Pakai sebesar Rp 13.000.000

Langkah #3 :
Peningkatan akun Kredit dicatat pada sisi KREDIT, sedangkan peningkatan di akun Bahan Habis Pakai dicatat pada sisi DEBIT.

Langkah #4. :
Pencatatan ayat jurnal transaksi pembelian film X-ray ke dalam jurnal seperti berikut ini :

(Dr) Bahan Habis Pakai   Rp 13.000.000
(Cr) Utang Usaha                            Rp 13.000.000

 

November 09 :
Salah satu bahan habis pakai yang dibeli tanggal 3 November 2017 rusak. Barang tersebut dikembalikan dengan persetujuan supplier dan mengurangi utang Klinik Cordova sebesar harga bahan habis pakai tersebut Rp 3.000.000

Langkah #1 :
Akun yang terpengaruh oleh transaksi ini adalah akun Utang Usaha dan akun Bahan Habis Pakai.

Langkah #2 :
Transaksi ini menurunkan nilai akun Utang Usaha dan menurunkan nilai akun Bahan Habis Pakai sebesar Rp 3.000.000

Langkah #3 :
Penurunan di akun Utang Usaha dicatat pada sisi Debit, dan penurunan di akun Bahan Habis Pakai dicatat pada sisi Kredit.

Langkah #4. :
Pencatatan ayat jurnal transaksi ke dalam jurnal seperti berikut ini :

(Dr) Utang Usaha             Rp 3.000.000
(Cr) Bahan Habis Pakai                  Rp 3.000.000

Baca juga : 5 Alasan Mengapa Laporan Laba Rugi Perlu Di-Audit

 

November 12 :
Membayar utang pada supplier Rp 5.250.000

Langkah #1 :
Akun yang terpengaruh oleh transaksi ini adalah akun Kas dan akun Utang Usaha.

Langkah #2 :
Transaksi ini akan menurunkan akun kas dan menurunkan akun Utang Usaha sebesar Rp 5.250.000

Langkah #3 :
Penurunan di akun Kas dicatat pada sisi KREDIT, dan penurunan di akun Utang Usaha dicatat pada sisi DEBIT.

Langkah #4. :
Pencatatan ayat jurnal transaksi ke dalam jurnal seperti berikut ini :

(Dr) Utang Usaha             Rp 5.250.000
(Cr) Kas                                              Rp 5.250.000

 

November 17 :
Membayar perpanjangan asuransi properti dengan masa perlindungan enam bulan, Rp 6.000.000

Langkah #1 :
Akun yang terpengaruh oleh transaksi ini adalah akun Kas dan akun Asuransi Dibayar Dimuka.

Langkah #2 :
Transaksi pembayaran perpanjangan asuransi ini akan menurunkan nilai akun kas dan menaikan nilai akun Asuransi Dibayar Dimuka sebesar Rp 6.000.000

Langkah #3 :
Penurunan akun Kas dicatat pada sisi KREDIT, sedangkan peningkatan kun Asuransi Dibayar Dimuka dicatat pada sisi DEBIT.

Langkah #4. :
Pencatatan ayat jurnal transaksi ke dalam jurnal seperti berikut ini :

(Dr) Asuransi Dibayar Dimuka   Rp 6.000.000
(Cr) Kas                                                             Rp 6.000.000

 

November 20 :
Menemukan bahwa saldo akun kas dan utang per 01 November 2017 kelebihan catat sebesar Rp 150.000. Hal ini disebabkan pembayaran sebesar Rp 150.000 pada salah satu kreditur di bulan Oktober 2017 belum dicatat. Menjurnal pembayaran Rp 150.000 pada tanggal 20 November 2017.

Langkah #1 :
Akun yang terpengaruh oleh transaksi ini adalah akun Utang Usaha dan akun Kas.

Langkah #2 :
Transaksi ini akan menurunkan akun Kas dan menurunkan akun Utang Usaha sebesar Rp 150.000

Langkah #3 :
Penurunan akun Kas dicatat pada sisi KREDIT, sedangkan penurunan akun Utang Usaha dicatat di sisi DEBIT.

Langkah #4. :
Pencatatan ayat jurnal transaksi ke dalam jurnal seperti berikut ini :

(Dr) Utang Usaha   Rp 150.000
(Cr) Kas                               Rp 150.000

Baca juga : Apakah Bisnis Minuman Membutuhkan Sistem Manajemen Keuangan yang Andal?

 

November 24 :
Membayar tunai untuk beban analisa laboratorium Rp 5.045.000

Langkah #1 :
Akun yang terpengaruh oleh transaksi ini adalah akun Kas dan akun Beban Laboratorium.

Langkah #2 :
Transaksi ini akan menurunkan akun kas dan meningkatkan akun Beban Laboratorium sebesar Rp 5.045.000

Langkah #3 :
Penurunan akun Kas dicatat pada sisi KREDIT, sedangkan peningkatan akun Beban Laboratorium dicatat pada sisi DEBIT.

Langkah #4. :
Pencatatan ayat jurnal transaksi pembayaran beban laboratorium ke dalam jurnal adalah seperti berikut ini :

(Dr) Beban Laboratorium   Rp 5.045.000
(Cr) Kas                                              Rp 5.045.000

 

November 27 :
Membayar tunai dari rekening perusahaan untuk keperluan pribadi dan pengeluaran keluarga Rp 5.250.000

Langkah #1 :
Akun yang terpengaruh oleh transaksi ini adalah akun KAS dan akun PRIVE.

Langkah #2 :
Transaksi ini akan menurunkan nilai akun kas dan menaikan akun Prive sebesar Rp 5.250.000

Langkah #3 :
Penurunan di akun Kas dicatat pada sisi KREDIT, sedangkan peningkatan di akun Prive dicatat pada sisi DEBIT.

Langkah #4. :
Pencatatan ayat jurnal transaksi pengambilan uang oleh pemilik ke dalam jurnal seperti berikut ini :

(Dr) Prive            Rp 5.250.000
(Cr) Kas                               Rp 5.250.000

 

November 30 :
Mencatat penerimaan kas dari konsultasi dan berobat pasien selama bulan November 2017 sebesar Rp 45.720.000

Langkah #1 :
Akun yang terpengaruh oleh transaksi ini adalah akun Kas dan akun Pendapatan Klinik.

Langkah #2 :
Transaksi penerimaan ini akan meningkatkan akun kas dan akun Konsulatasi & Berobat sebesar Rp 45.720.000

Langkah #3 :
Peningkatan akun Kas dicatat pada sisi Debit, sedangkan peningkatan akun Pendapatan Klinik  dicatat pada sisi Kredit.

Langkah #4 :
Pencatatan ayat jurnal transaksi ke dalam jurnal seperti berikut ini :

(Dr) Kas                                              Rp 45.720.000
(Cr) Pendapatan Klinik                                  Rp 45.720.000

 

November 30 :
Membayar gaji resepsionis dan perawat Rp 7.000.000

Langkah #1 :
Akun yang terpengaruh oleh transaksi ini adalah akun Kas dan akun Beban Gaji.

Langkah #2 :
Transaksi pembayaran gaji akan menurunkan akun kas dan menaikan akun Beban Gaji sebesar Rp 7.000.000

Langkah #3 :
Penurunan akun Kas dicatat pada sisi KREDIT, sedangkan kenaikan akun Beban Gaji dicatat pada sisi DEBIT.

Langkah #4. :
Pencatatan ayat jurnal transaksi pembayaran gaji ke dalam jurnal adalah seperti berikut ini :

(Dr) Beban Gaji   Rp 7.000.000
(Cr) Kas                               Rp 7.000.000

 

November 30 :
Membayar berbagai beban utilitas (listrik, air, telpon) Rp. 5.000.000

Langkah #1 :
Akun yang terpengaruh oleh transaksi ini adalah akun Kas dan akun Beban Utilitas.

Langkah #2 :
Transaksi pembayaran beban utilitas akan menurunkan akun kas dan menaikan akun Beban Utilitas sebesar Rp 5.000.000

Langkah #3 :
Penurunan akun Kas dicatat pada sisi KREDIT, sedangkan peningkatan akun Beban Utilitas dicatat pada sisi DEBIT.

Langkah #4 :
Pencatatan ayat jurnal transaksi ke dalam jurnal seperti berikut ini :

(Dr) Beban Utilitas   Rp 5.000.000
(Cr) Kas                               Rp 5.000.000

 

November 30 :
Mencatat honor konsultasi yang belum dilunasi oleh sebagian pasien BPJS bulan November 2018 Rp 5.145.000.

Langkah #1 :
Akun yang terpengaruh oleh transaksi ini adalah akun Piutang dan akun Pendapatan Klinik.

Langkah #2 :
Transaksi ini menaikan akun Piutang dan akun Pendapatan Klinik sebesar Rp 5.145.000

Langkah #3 :
Peningkatan akun Piutang dicatat pada sisi Debit, sedangkan peningkatan akun Pendapatan Klinik dicatat pada sisi Kredit.

Langkah #4. :
Pencatatan ayat jurnal transaksi pendapatan dan piutang ini ke dalam jurnal adalah seperti berikut ini :

(Dr) Piutang Usaha   Rp 5.145.000
(Cr) Pendapatan Klinik                   Rp 5.145.000

 

November 30 :
Membayar beban lain-lain Rp 450.000

Langkah #1 :
Akun yang terpengaruh oleh transaksi adalah akun Kas dan akun

Langkah #2 :
Transaksi ini akan menurunkan akun kas dan menaikan akun beban lain-lain sebesar Rp 450.000

Langkah #3 :
Penurunan di akun Kas dicatat pada sisi KREDIT, sedangkan peningkatan di akun Beban lain-lain dicatat pada sisi DEBIT.

Langkah #4. :
Pencatatan ayat jurnal transaksi pembayaran lain-lain ke dalam jurnal seperti berikut ini :

(Dr) Beban Lain-lain        Rp 450.000
(Cr) Kas                                              Rp 450.000

Saldo per 01 November 2017 adalah sebagai berikut :

 

Baca juga : Siklus Akuntansi Lengkap dari A Sampai Z

 

Langkah #5 :

Membuat buku besar dan memindahkan (posting) ayat jurnal yang sudah dibuat pada langkah #4 ke Buku Besar adalah seperti berikut ini :

Kas :

 

Piutang usaha :

 

Bahan Habis Pakai dan Asuransi Dibayar di Muka :

 

Peralatan Kantor dan Utang Usaha :

 

Modal dan Prive :

 

Pendapatan Klinik dan Gaji Karyawan :

 

Beban Sewa dan Laboratorium :

 

Utilitas dan Beban Lain-lain :

 

Langkah #6. Membuat Daftar Saldo yang Belum Disesuaikan

Dari buku besar yang sudah kita buat pada langkah #5, selanjutnya kita akan menyusun neraca saldo yang belum disesuaian seperti berikut ini :

Demikian pembahasan tentang Contoh Pembukuan Sederhana untuk Klinik Kesehatan dan Panduan Praktis Cara Membuatnya. Semoga bermanfaat.

***

 

sop akuntansi keuangan powerful