Inilah 11 Spesialisasi Akuntansi

Inilah-11-Spesialisasi-Akuntansi

Adakah spesialisasi untuk bidang akuntansi sebagaimana bidang-bidang lain seperti kedokteran? Sehingga kita mengenal ada dokter spesialis penyakit kulit dan kelamin, dokter spesialis syaraf, dokter spesialis jantung. Bahkan ada juga sub spesialis.

Apakah ada akuntan spesialis A, spesialis B, spesialis C dan lainya? Ada.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus terjadi dari waktu ke waktu juga mendorong perkembangan berbagai bidang, seperti kedokteran, pendidikan, dan ekonomi.

Bidang akuntansi pun mengalami pertumbuhan yang cukup pesat sebagai salah satu akibat pertumbuhan ekonomi yang membutuhkan dukungan kegiatannya, sehingga muncullah berbagai bidang spesialisasi dalam akuntansi.

Baca juga artikel menarik tentang profesi bidang akuntansi : Inilah 10 Profesi Akuntansi yang sangat Menjanjikan bagi Masa Depanmu

Berikut ini ada 11 bidang spesialisasi akuntansi, yaitu :

#1.  Akuntansi Keuangan

Bidang spesialisasi ini menyangkut masalah pencatatan transaksi dalam suatu perusahaan atau suatu unit ekonomi yang lain dan mengenai penyusunan berbagai laporan periodik dari catatan-catatan tersebut.

Laporan-laporan tersebut ada yang sifatnya umum ataupun khusus dengan tujuan untuk  memberikan informasi yang berguna kepada para manajer,  pemilik, kreditur, lembaga pemerintah, dan masyarakat umum.

Apa saja syarat yang dibutuhkan untuk berkecimpung di bidang akuntansi keuangan?

Seorang akuntan keuangan harus mengerti dan memahami aturan-aturan akuntansi yang dikenal sebagai prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum (generally accepted accounting principles).

Dia harus memastikan bahwa perusahaan sudah menggunakan prinsip-prinsip tersebut dalam menyusun laporan keuangannya, di mana laporan keuangan tersebut akan di sampaikan bagi para pemegang saham dan masyarakat investor.

Selain itu, laporan-laporan keuangan tersebut harus bisa diperbandingkan antara yang satu dengan lainnya.

 

#2.  Auditing

Bidang spesialisasi auditing adalah bidang aktivitas yang menyangkut suatu pemeriksaan atas catatan-catatan akuntansi dengan metode-metode tertentu.

Pada saat melaksanakan pemeriksaan (audit), seorang akuntan publik melakukan pemeriksaan terhadap catatan-catatan yang mendukung laporan keuangan sebuah perusahaan dan selanjutnya memberikan pendapatnya tentang kelayakan dan kewajaran laporan tersebut.

Elemen penting dari ‘kelayakan dan kewajaran’ tersebut adalah menyangkut prinsip-prinsip akuntansi.

Banyak perusahaan yang sudah memiliki staf internal audit sendiri. Tugas dan tanggung jawab yang utama adalah menentukan apakah aktivitas dari tiap bagian dalam perusahaan sudah sesuai dengan kebijaksanaan dan prosedur perusahaan yang telah ditetapkan.

 

#3.  Akuntansi Biaya

akuntansi-biaya

Bidang spesialisasi ini memberikan penekanan terhadap masalah penetapan dan pengendalian biaya. Lingkupnya ialah mengenai biaya selama proses produksi dan harga pokok dari produk yang sudah diproduksi.

Selain itu, salah satu tugas terpenting seorang akuntan biaya ialah mengumpulkan dan menjelaskan data biaya, baik itu data aktual maupun data proyeksi.

Data tersebut akan dipergunakan oleh manajemen untuk melakukan pengendalian aktivitas operasi yang sedang berjalan maupun untuk melakukan perencanaan di masa datang.

Baca juga : Inilah 10 Cara Praktis dan Akurat untuk Menghitung HPP

 

#4.  Akuntansi Manajemen

Bidang akuntansi manajemen menggunakan data historis maupun data taksiran  untuk membantu manajemen dalam kegiatan operasi sehari-hari dan melakukan perencanaan aktivitas operasi mendatang.

Bidang spesialisasi akuntansi manajemen akan mengolah soal-soal khusus yang dihadapi para manajer perusahaan dari berbagai jenjang organisasi.

Seorang akuntan manajemen seringkali disibukkan  dengan aktivitas-aktivitas untuk menemukan alternatif-alternatif tindakan, selanjutnya membantu memilih alternatif yang terbaik.

Misalnya, seorang akuntan harus membantu bagian finance perusahaan dalam menyusun rencana pembiayaan untuk periode yang akan datang, atau harus mengolah data  yang diperlukan oleh manajer penjualan untuk menetapkan harga jual produk baru.

 

#5.  Akuntansi Pajak

Bidang spesialisasi akuntansi pajak mencakup semua hal yang berkaitan dengan urusan perpajakan, seperti penyusunan surat pemberitahuan pajak (SPT), memberikan pertimbangan tentang konsekuensi perpajakan dari transaksi usaha yang direncanakan atau mencari alternatif tindakan lainnya.

Seorang akuntan yang mengambil spesialisasi dalam bidang ini, khususnya dalam bidang perencanaan pajak, haruslah mendalami peraturan-peraturan perpajakan yang menyangkut perusahaan di mana dia bekerja atau untuk klien yang meminta  jasanya.

Selain itu dia harus selalu mengikuti perkembangan peraturan yang berlaku serta berbagai jenis keputusan pengadilan yang menyangkut  kasus perpajakan.

Baca juga :

  1. Inilah Cara Praktis Membuat NPWP
  2. Tata Cara Pengaturan Pajak di Software Akuntansi
  3. Inilah Teori, Azas dan Sistem Pemungutan Pajak

 

#6. Sistem Akuntansi

Spesialisasi sistem akuntansi adalah bidang khusus yang menangani perencanaan dan prosedur-prosedur  untuk mengumpulkan dan melaporkan data keuangan.

Seorang akuntan yang mengambil spesialisasi bidang sistem akuntansi harus mampu merencanakan suatu sistem yang memiliki unsur  “memeriksa dan mencocokkan”  ( check and balances ).

Tujuannya agar dapat menjaga aktiva perusahaan dan mengelola arus informasi yang efisien serta bermanfaat bagi manajemen.

Ia juga harus memahami penggunaan dan kegunaan dari jenis-jenis alat pemroses data yang diperlukan.

Baca juga : Cara Paling Jitu Memilih Software Akuntansi yang Kredibel

 

#7.  Akuntansi Anggaran

akuntansi-anggaran

Bidang spesialisasi akuntansi anggaran adalah bidang yang menyajikan rencana aktivitas operasi keuangan untuk suatu periode tertentu.

Kemudian menyampaikan data perbandingan dari aktivitas operasi sebenarnya dengan rencana yang telah ditetapkan melalui pencatatan dan meringkaskan data pelaksanaan aktivitas operasi perusahaan dalam sebuah laporan yang valid dan bisa dipertanggungjawabkan.

Selain itu, kombinasi perencanaan dan pengendalian operasi yang akan datang, seringkali juga dimasukkan sebagai bagian dari akuntansi manajemen.

Baca juga : Contoh SOP Finalisasi Anggaran

 

#8.  Akuntansi Internasional

Bidang spesialisasi akuntansi internasional menyangkut masalah-masalah khusus yang berkaitan dengan organisasi perdagangan internasional dari perusahaan-perusahaan multi nasional.

Seorang akuntan yang mengambil spesialisasi dalam bidang ini harus memahami seluk beluk bea cukai, bidang hukum dan perpajakan dari berbagai negara.

Karena hal-hal tersebut akan berpengaruh terhadap operasi internasional perusahaan dan terhadap prinsip-prinsip akuntansi.

 

#9.  Akuntansi Lembaga Nirlaba

Bidang spesialisasi akuntansi lembaga nirlaba mengkhususkan diri pada masalah pencatatan dan pelaporan transaksi dari unit-unit pemerintah serta organisasi nirlaba lainnya, seperti : lembaga amal dan lembaga-lembaga pendidikan.

Elemen terpenting dari spesialisasi akuntansi lembaga nirlaba adalah memastikan bahwa sistem akuntansi yang digunakan oleh pihak manajemen sudah sesuai dengan batasan-batasan dan persyaratan lainnya yang digariskan oleh undang-undang, oleh lembaga-lembaga lain atau individu-individu yang menjadi donor.

Baca artikel menarik ini : Download Laporan Keuangan Lembaga Pengelola Zakat, Infak dan Sedekah

 

#10.  Akuntansi Sosial

Pada saat ini, semakin meningkat permintaan orang terhadap jasa profesi  untuk mengukur biaya dan manfaat sosial yang sebelumnya dianggap tidak dapat diukur.

Salah satu tugas akuntan di bidang akuntansi sosial adalah melakukan pengukuran terhadap pola lalu lintas dari suatu daerah yang padat penduduknya.

Tugas lainnya adalah menyangkut masalah penggunaan dana kesejahteraan sosial, penggunaan fasilitas-fasilitas umum seperti taman, perlindungan binatang di cagar alam, penyediaan air bersih dan polusi udara.

 

#11.  Akuntansi Pendidikan

Bidang spesialisasi akuntansi pendidikan adalah bidang spesialisasi yang biasanya dijalani oleh para pendidik.

Sebagai pendidik seringkali mereka juga ditugaskan dalam bidang riset, audit, menangani akuntansi perpajakan atau bidang akuntansi lainnya baik secara paruh waktu ataupun berdasar kontrak kerja.

Demikian pembahasan mengenai 11 bidang spesialisasi akuntansi yang kita kenal saat ini. Bidang spesialisasi ini tidak bersifat statis, namun akan terus berkembang mengikuti kebutuhan serta perkembangan jaman.

Dalam prakteknya, terkadang terjadi tumpang tindih antara bidang spesialisasi yang satu dengan yang lain. Misalnya, ada seorang akuntan yang ahli dalam bidang audit, namun juga memiliki skill yang baik di bidang anggaran.

Namun ada juga dalam suatu bidang spesialisasi tertentu, seorang akuntan hanya ahli dalam suatu jenis perusahaan tertentu.

Misalnya, dalam bidang spesialisasi audit, seorang akuntan hanya menjadi spesialis dalam perusahaan MINYAK dan GAS.

Contoh lain, dalam bidang sistem akuntansi, ada seorang akuntan yang ahli hanya dalam bidang proses data elektronik.

Bagaimana menurut pendapat anda?

Tertarik untuk mengambil spesialis?

***