Jurnal Penyesuaian : Konsep, Pengertian, Contoh Soal + Cara Membuatnya (Super) Lengkap

Apa itu Jurnal Penyesuaian? Apa tujuan, fungsi dan manfaatnya dalam proses penyusunan Laporan Keuangan?

Secara singkat, definisi Jurnal Penyesuaian adalah sebuah jurnal yang berfungsi untuk melakukan proses penyesuaian pos-pos tertentu dalam membuat laporan keuangan.

Misalnya: pos sewa dibayar dimuka dalam neraca, jurnal penyesuaian penyusutan peralatan, jurnal penyesuaian persediaan barang dagang.

Untuk pengantar, perhatikan penjelasan dalam video pendek berikut…

Selengkapnya mari dibahas materi jurnal penyesuaian berikut ini:

 

01. Konsep dan Pengertian Jurnal Penyesuaian 

Perhatikan penjelasan jurnal penyesuaian sewa diterima dimuka berikut ini:

Misalnya anda, perusahaan anda, atau kantor anda menyewa hosting dan domain untuk website perusahaan atau pribadi.

Perusahaan penyedia hosting biasanya meminta pembayaran di muka untuk harga berlangganan tiga bulan, 6 bulan, atau 12 bulan ke depan.

Kapan seharusnya perusahaan penyedia hosting MENCATAT pendapatan dari pelanggan hosting?

Sebagaimana yang sudah kita pahami, bahwa pendapatan kadang dihasilkan pada saat kas diterima dan BEBAN terjadi pada saat kas dikeluarkan.

Namun untuk transaksi seperti berlangganan hosting, pendapatan dihasilkan saat pelanggan menggunakan paket hosting-nya, BUKAN saat kas diterima.

Oleh karena itu perlu pemutakhiran akun-akun tersebut di akhir periode. Pemutakhiran pos-pos atau akun-akun tersebut di akhir periode disebut proses penyesuaian (adjusting process).

Dan jurnal yang digunakan untuk memutakhirkan saldo akun pada akhir periode akuntansi disebut JURNAL PENYESUAIAN.

Kebanyakan perusahaan harus mencatat pendapatan saat jasa atau barangnya diberikan kepada pelanggan.

Dan beban saat manfaatnya di konsumsi yang dapat saja terjadi bukan pada saat kas diterima atau dikeluarkan.

Bagi perusahaan penyedia hosting perlu membuat jurnal penyesuaian sewa diterima dimuka, sedangkan untuk anda dan perusahaan yang menyewa hosting perlu membuat jurnal penyesuaian sewa dibayar dimuka.

Jadi fungsi dan tujuan jurnal penyesuaian adalah untuk membuat penyesuaian terhadap akun-akun tertentu.

Oleh karena itu, banyak perusahaan harus memutakhirkan catatan akuntansi untuk pos-pos seperti pendapatan dan biaya dari penyewaan hosting di atas, sebelum mereka menyiapkan Laporan Keuangannya.

*

Contoh lain adalah Jurnal penyesuaian beban iklan.

Biasanya biaya iklan dibayarkan di muka untuk beberapa waktu, misalnya 3 bulan, 6 bulan atau satu tahun.

Nah, beban ini harus dicatat tiap bulan dengan menggunakan jurnal penyesuaian.

Contoh lainnya adalah jurnal penyesuaian perlengkapan dan jurnal penyesuaian persediaan.

Bagaimana, tidak sulit kan?

Agar semakin paham, berikut saya sajikan lagi video pendek lain yang menjelaskan jurnal penyesuaian. Selamat menyaksikan….

 

 

Back To Top

a) Konsep Jurnal Penyesuaian

Ketika seorang pegawai bagian accounting menyiapkan laporan keuangan, ia berasumsi bahwa masa ekonomis perusahaan dapat dibagi-bagi dalam periode waktu, misalnya bulanan, triwulan, atau tahunan.

Dengan menggunakan konsep periode akuntansi (accounting period concept) pegawai bagian accounting harus menentukan pada periode mana pendapatan dan beban perusahaan seharusnya dilaporkan.

Untuk menentukan periode yang tepat ia mengacu pada prinsip akuntansi berterima umum (PABU), yang dalam bahasa Inggris-nya disebut generally accepted accounting principles (GAAP) yang mengharuskan penggunaan akuntansi berbasis akrual.

 

Akuntansi berbasis akrual (accrual basis of accounting)

Dalam akuntansi berbasis akrual (accrual basis of accounting) pendapatan dicatat dalam laporan laba rugi pada periode saat pendapatan tersebut dihasilkan.

Sebagai contoh, pendapatan dilaporkan saat jasa telah diberikan kepada pelanggan. Kas yang telah atau belum diterima dari pelanggan selama periode itu.

Konsep Jurnal Penyesuaian

Konsep akuntansi yang mendukung pencatatan pendapatan  seperti ini, disebut konsep pengukuran pendapatan (revenue recognition concept).

Pada akuntansi berbasis akrual, beban dilaporkan pada periode yang sama dengan pendapatan yang terkait dengan beban tersebut.

Sebagai contoh, gaji karyawan dilaporkan sebagai beban pada periode saat karyawan menyediakan jasa untuk pelanggan, yang tidak harus sama waktunya dengan saat gaji dibayarkan.

Konsep akuntansi yang mendukung pencatatan pendapatan dan beban yang terkait dengan pendapatan tersebut pada periode yang sama disebut konsep pemadanan (matching concept), atau prinsip pemadanan (matching principle).

Dengan memadankan pendapatan dengan bebannya, laba atau rugi bersih untuk periode tersebut akan dilaporkan dengan benar dalam laporan laba rugi.

konsep-jurnal-penyesuaian

 

Akuntansi berbasis kas (cash basis of accounting)

Meskipun PABU mengharuskan penggunaan akuntansi berbasis akrual, beberapa perusahaan menggunakan akuntansi berbasis kas (cash basis of accounting).

Dalam akuntansi berbasis kas, pendapatan dan beban dilaporkan dalam laporan laba rugi pada periode ketika kas diterima atau dikeluarkan.

Sebagai contoh, pendapatan dilaporkan ketika kas diterima dari klien, sementara gaji dilaporkan saat kas dibayarkan kepada karyawan.

Laba bersih atau rugi bersih adalah selisih antara penerimaan kas (pendapatan) dan pembayaran kas (beban).

Perusahaan jasa atau perusahaan dagang berskala kecil dapat menggunakan akuntansi berbasis kas karena mereka memiliki sedikit piutang dan utang.

Sebagai contoh, dokter, pengacara dan rumah makan sering menggunakan basis kas.

Bagi mereka, basis kas akan menghasilkan laporan keuangan yang sama dengan laporan yang disiapkan menggunakan basis akrual.

Namun, bagi kebanyakan perusahaan besar, akuntansi berbasis kas tidak akan menghasilkan laporan keuangan yang akurat untuk memenuhi kebutuhan para pengguna.

Akun Yang perlu jurnal penyesuaian

 

Back To Top

b) Pengertian Jurnal Penyesuaian

Pada paragraf kedua telah sedikit disinggung bahwa “Jurnal penyesuaian adalah jurnal yang digunakan untuk melakukan proses penyesuaian terhadap pos-pos di akhir periode akuntansi

Mengapa perlu proses penyesuaian?

Begini penjelasannya….

Pada akhir periode akuntansi, banyak saldo akun di buku besar yang dapa dilaporkan tanpa perubahan apa pun dalam laporan keuangan.

Sebagai contoh, saldo akun kas dan akun tanah biasanya adalah jumlah yang dilaporkan di neraca.

Meskipun demikian, pada akuntansi berbasis akrual beberapa akun dalam buku besar memerlukan pemutakhiran (updating).

Sebagai contoh, saldo untuk beban dibayar di muka biasanya lebih catat karena penggunaan aset ini tidak dicatat secara harian.

Saldo akun beban habis pakai (supplies) yang meliputi kertas, ballpoint, tinta printer dan sejenisnya.

Biasanya mencerminkan biaya bahan habis pakai pada awal periode ditambah biaya beban habis pakai yang dibeli selama periode tersebut.

Untuk mencatat penggunaan bahan habis pakai harian akan memerlukan banyak ayat jurnal dengan jumlah yang kecil-kecil.

Selain itu, jumlah nilai bahan habis pakai umumnya relatif lebih kecil dibandingkan aset lainnya.

Sehingga manajer biasanya tidak memerlukan informasi harian mengenai bahan habis pakai.

Analisis dan pemutakhiran akun-akun pada akhir periode sebelum laporan keuangan disiapkan disebut proses penyesuaian (adjusting process).

Ayat jurnal yang memutakhirkan saldo akun pada akhir periode akuntansi disebut ayat jurnal penyesuaian (adjusting entries).

Jurnal akuntansi dibuat sebelum dibuat jurnal penutup. Jurnal penutup adalah jurnal yang dipersiapkan untuk menutup siklus akuntansi dan mempersiapkan proses berikutnya.

Seluruh ayat jurnal penyesuaian mempengaruhi paling tidak satu akun laba rugi dan satu akun neraca.

Jadi, ayat jurnal penyesuaian akan selalu melibatkan akun pendapatan atau beban dan akun aset atau kewajiban.

Pengertian Jurnal Penyesuaian

 

Back To Top

02. Jenis Akun yang Memerlukan Jurnal Penyesuaian

Adakah cara mudah dan sederhana untuk mengetahui kapan ayat jurnal penyesuaian diperlukan?

Ada caranya berikut…

 

Jenis Jurnal Penyesuaian

Ada 2 kelompok jenis akun yang memerlukan ayat jurnal penyesuaian, yaitu:

Pertama, adalah kelompok akun yang melibatkan penerimaan atau pengeluaran kas di awal, yaitu beban dibayar di muka (prepaid expenses) dan pendapatan diterima di muka (unearned revenue).

Kelompok ini sering disebut sebagai pos tangguhan (deferral).

Kelompok kedua adalah kelompok yang melibatkan penerimaan atau pengeluaran kas di belakang, yaitu akruan pendapatan (accrued revenues) dan akruan beban (accrued expenses).

Dan penjelasan mengenai kedua kelompok besar tersebut adalah sebagai berikut:

 

Back To Top

a) Beban Dibayar Di Muka (prepaid expenses)

Beban dibayar di muka disebut juga beban yang ditangguhkan (deferred expenses).

Pengertian Beban dibayar di muka adalah pos yang awalnya dicatat sebagai aset karena karena kasnya telah dibayarkan, padahal jasa atau barangnya belum diterima.

Aset ini kemudian berubah menjadi beban dengan berlalunya waktu atau melalui operasi normal usaha. Proses penyesuaiannya dengan menggunakan jurnal biaya dibayar di muka.

Bahan habis pakai dan asuransi dibayar di muka adalah dua contoh beban dibayar di muka yang memerlukan jurnal penyesuaian asuransi dibayar dimuka pada akhir periode akuntansi.

Contoh lain adalah iklan yang dibayar di muka dan bunga dibayar di muka.

contoh jurnal penyesuian - pendapatan diterima dimuka

 

Back To Top

b) Pendapatan diterima di muka (unearned revenue)

Pendapatan diterima di muka disebut juga pendapatan yang ditangguhkan (deferred revenue).

Pengertian pendapatan diterima di muka adalah pos yang awalnya dicatat sebagai kewajiban karena kasnya telah diterima di muka padahal jasa atau barangnya belum diberikan kepada pelanggan,

Kewajiban ini kemudian berubah menjadi pendapatan seiring dengan berlalunya waktu atau melalui operasi normal usaha.

Contoh pendapatan diterima di muka adalah sewa diterima di muka.

Contoh lain adalah uang kuliah yang diterima di muka oleh universitas, premi yang diterima di muka oleh perusahaan asuransi, dan uang berlangganan majalah yang diterima di muka oleh penerbit majalah.

“Beban dibayar di muka dan pendapatan diterima di muka timbul dari transaksi yang melibatkan penerimaan atau pembayaran kas”

Dalam hal ini, pencatatan beban atau pendapatan terkait, ditangguhkan sampai akhir periode atau ke periode mendatang .

Dan bila diilustrasikan dengan sebuah gambar jenis penyesuaian Beban dibayar di muka  dan Pendapatan diterima di muka adalah seperti di bawah ini :

jurnal-penyesuaian-piutang-pendapatan-dan-beban

 

Perhatikan contoh contoh jurnal penyesuaian perusahaan dagang
berikut ini :

PT Berkah Jaya membayar Rp. 1.200.000 untuk premi satu tahun polis asuransi pada tanggal 1 Desember.

Pembayaran dicatat sebagai debit pada Asuransi Dibayar Di Muka dan Kredit pada Kas Rp 1.200.000.

Pada akhir Desember, premi asuransi yang telah terpakai sebagai beban asuransi hanya Rp. 100.000, yaitu Rp 1.200.000 dibagi 12 bulan.

Sedangkan sisa pencatatan beban asuransi Rp 1.100.000 akan ditunda sampai tahun berikutnya.

Premi asuransi yang terpakai di Desember sebesar Rp 100.000 akan dicatat sebagai beban asuransi pada akhir Desember menggunakan ayat JURNAL PENYESUAIAN perusahaan dagang.

 

Back To Top

c) Piutang Pendapatan (Accrued Revenues)

Piutang Pendapatan disebut juga dengan akruan aset (accrued assets) atau akruan pendapatan.

Pengertian Piutang Pendapatan adalah pendapatan yang telah dihasilkan, tapi belum dicatat di akun pendapatan.

Contohnya adalah imbalan atas jasa yang telah diberikan seorang pengacara, namun belum ditagihkan ke kliennya pada akhir periode.

Contoh lain meliputi piutang bunga atas pemberian pinjaman kepada pihak lain dan piutang sewa atas bangunan yang disewakan kepada orang lain.

 

Back To Top

d) Beban yang Masih Harus Dibayar (Accrued Expenses)

Beban  yang masih harus dibayar disebut juga akruan kewajiban (accrued liabilities) atau akruan beban.

Pengertian Beban yang Masih Harus Dibayar adalah beban yang telah terjadi, tapi belum dicatat di akun beban.

Contohnya adalah UTANG GAJI pada karyawan pada akhir periode. Contoh lain adalah utang bunga atas pinjaman bank dan utang pajak.

Dari pengertian dua akun piutang pendapatan dan beban yang harus dibayar, dapat ditarik sebuah kesimpulan sederhana bahwa piutang pendapatan timbul dari pendapatan yang belum dicatat, tapi telah dihasilkan.

Sedangkan beban yang masih harus dibayar timbul dari beban yang belum dicatat, tapi telah terjadi.

Perhatikan ilustrasi berikut ini untuk menggambarkan proses penyesuaian Piutang Pendapatan  dan Beban  yang masih harus dibayar :

jurnal-penyesuaian-piutang-pendapatan-dan-beban

Untuk me-review kembali pembahasan dari ke-empat jenis akun jurnal penyesuaian, perhatikan contoh soal sederhana tentang jurnal penyesuaian berikut ini (coba dijawab dulu ya, jangan langsung melihat jawabannya)

Contoh Soal dan Penyelesaian Jurnal Penyesuaian:

Kelompokkan pos-pos berikut ini sebagai : (1) Beban dibayar di muka, (2) Pendapatan diterima di muka, (3) Beban yang masih harus dibayar, (4) Piutang Pendapatan.

  1. Gaji terutang, tapi belum dibayar
  2. Sisa bahan habis pakai
  3. Honor yang kasnya telah diterima tapi belum dihasilkan
  4. Honor yang telah dihasilkan, tapi kasnya belum diterima

Coba dijawab dulu ya, dalam hati pun tak mengapa 🙂

Bila sudah dijawab, cocokkan jawaban Anda dengan jawaban berikut ini :

  1. Akruan Beban
  2. Beban dibayar di muka
  3. Pendapatan diterima di muka
  4. Akruan pendapatan

Bagaimana, 100% benar kan? Mudah ya? Akuntansi sesungguhnya memang tidak sulit, namun MENANTANG!

Pada contoh-contoh berikutnya, akan sajikan studi kasus mengenai cara cepat membuat jurnal penyesuaian, stay tune terus ya….

 

Back To Top

03. Tips Sederhana Cara Membuat Jurnal Penyesuaian

Tips Sederhana Membuat Jurnal Penyesuaian

Konsep penyesuaian catatan akuntansi sebenarnya sudah diperkenalkan pada artikel:

Cara Cepat Membuat 2 Jurnal Pendapatan, Cocok untuk Anda yang Tidak Suka Kerja Lambat

Dan [Studi Kasus] Aplikasi Jurnal Koreksi yang Terbukti Meningkatkan Efisiensi Siklus Akuntansi

Namun, untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam, kami akan tetap membahasnya secara berurut dan mendalam cara mengerjakan jurnal penyesuaian.

Simak tips sederhana berikut:

Back To Top

a) Jurnal Penyesuaian untuk Beban Dibayar Di Muka

Perhatikan contoh jurnal penyesuaian perusahaan jasa berikut ini:

Pada tanggal 10 Januari 2018 PT Berkah Jaya membeli bahan habis pakai (supplies) sebesar Rp. 1.350.000.

Pada tanggal 31 Januari 2018 atau akhir bulan, PT Berkah Jaya menghitung sisa bahan habis pakai yang telah digunakan.

Dan ternyata jumlah sisa bahan habis pakai sebesar Rp 550.000. Berarti jumlah bahan habis pakai yang digunakan sebesar:

= Rp 1.350.000 – Rp 550.000 = Rp 800.000

Pada tanggal 25 Februari 2018, PT Berkah Jaya membeli kembali bahan habis pakai senilai Rp 1.450.000.

Transaksi-transaksi tersebut dicatat dalam ayat jurnal penyesuaian perusahaan jasa seperti berikut ini:

contoh jurnal penyesuaian-Bahan Habis Pakai

Dari catatan buku besar di atas, saldo akun Bahan Habis Pakai per 25/2/2018 adalah sebesar Rp 2.000.000. Diasumsikan saldo ini bertahan hingga tanggal 28 Februari 2018.

Sebagian bahan habis pakai digunakan selama bulan Februari dan masih ada sisa bahan habis pakai yang belum terpakai.

Jika salah satu dari jumlah tersebut diketahui, maka yang satunya dapat dihitung.

Biasanya akan lebih mudah untuk menentukan biaya sisa bahan habis pakai pada akhir bulan daripada mencatat penggunaanya secara harian.

***
Berikut contoh mengerjakan jurnal penyesuaian:

Diasumsikan pada tanggal 28 Februari 2018, jumlah sisa bahan habis pakai sebesar Rp 760.000.

Jumlah yang akan dipindahkan dari akun aset ke akun beban adalah Rp 1.240.000 yag dihitung sebagai berikut:

Bahan habis pakai yang tersedia selama Februari 2018 (saldo akun) = Rp 2.000.000

Sisa bahan habis pakai pada tanggal 28 Februari 2018 = Rp 760.000

Beban habis pakai yang digunakan (jumlah penyesuaian) =
= Rp 2.000.000 – Rp 760.000 = Rp 1.240.000

Seperti yang telah kita bahas di artikel tentang Cara Cepat Membuat Jurnal Akuntansi, kenaikan dalam akun beban dicatat sebagai debit dan penurunan dalam akun aset dicatat sebagai kredit.

Pada akhir bulan Februari 2018 akun Beban Habis Pakai seharusnya di-debit Rp 1.240.000.

Dan akun Bahan Habis Pakai di-kredit Rp 1.240.000 untuk mencatat pemakaian selama bulan Februari.

Ayat jurnal penyesuaian dan akun T untuk Beban Habis Pakai dan Bahan Habis Pakai adalah sebagai berikut:

Tanggal 28 Februari 2018:

(Debit) Beban Bahan Habis Pakai Rp 1.240.000
(Kredit) Bahan Habis Pakai Rp 1.240.000

 

Contoh Ayat Jurnal Penyesuaian - Bahan Habis Pakai

Perhatikan akun T di atas, setelah penyesuaian dicatat dan diposting, akun Bahan Habis Pakai memiliki saldo debit Rp 760.000. Saldo ini mencerminkan aset akan menjadi beban di masa mendatang.

 

Back To Top

 b) Jurnal Penyesuaian untuk Pendapatan diterima di muka

Perhatikan contoh saldo Akun Sewa diterima di muka PT Berkah Jaya tanggal 28 Februari 2018 berikut ini:

Contoh ayat jurnal penyesuaian - beban sewa

Saldo ini mencerminkan penerimaan sewa 3 bulan pada tanggal 1 Februari untuk bulan Februari, Maret, dan April.

Pada akhir bulan Februari, akun Sewa Diterima di Muka seharusnya naik (di-debit) sebesar Rp 120.000dan akun Pendapatan Sewa seharusnya naik (di-kredit) Rp 120.000.

Nilai sebesar Rp 120.000 mencerminkan pendapatan sewa untuk satu bulan, yaitu hasil perhitungan Rp 360.000 dibagi 3.

Ayat jurnal penyesuaian dan akun T adalah sebagai berikut:

(Debit) Sewa Diterima di Muka Rp 120.000
(Kredit) Pendapatan Sewa Rp 120.000

 

Contoh Ayat Jurnal Penyesuiaan - Pendapatan Sewa Diterima di Muka

Setelah penyesuaian dicatat dan diposting, akun Sewa Diterima di Muka yang merupakan Utang PT Berkah Jaya akan bersaldo kredit Rp 240.000.

Jumlah ini merupakan pendapatan tangguhan (defferal) yang akan menjadi pendapatan di masa depan.

Akun Pendapatan Sewa memiliki saldo Rp 120.000, yaitu pendapatan untuk periode ini.

Jika jurnal penyesuaian untuk sewa diterima di muka dan pendapatan sewa di atas tidak dicatat.

Laporan keuangan yang disiapkan pada tanggal 28 Februari  akan menjadi salah saji.

Dalam Laporan Laba Rugi, Pendapatan Sewa dan laba bersih akan kurang catat Rp 120.000.

Sedangkan di Neraca, Sewa Diterima di Muka akan lebih catat RP 120.000 dan Modal PT Berkah Jaya akan kurang catat Rp 120.000.

Hal yang akan terjadi jika jurnal penyesuaian tersebut tidak dibuat adalah sebagai berikut:

Kesalahan 1Tidak Menjurnal Penyesuian

 

Back To Top

c. Jurnal Penyesuaian Untuk Akruan Pendapatan

Selama satu periode akuntansi, sebagian pendapatan dicatat hanya saat kas diterima.

Jadi, pada akhir periode akuntansi , ada pos pendapatan yang telah dihasilkan namun belum dicatat.

Untuk kasus seperti ini, jumlah pendapatan tersebut perlu dicatat dengan men-debit akun Aset dan meng-kredit akun Pendapatan.

Misalnya, diasumsikan PT Berkah Jaya menandatangani perjanjian dengan perusahaan PT Sukses Mulia Jaya pada tanggal 15 Maret 2018.

Dalam perjanjian disebutkan bahwa PT Berkah Jaya akan menyediakan jasa konsultasi penyusunan dan implementasi SOP.

Sekaligus memberikan transfer knowledge untuk para karyawan PT Sukses Mulia Jaya.

Jasa yang disediakan akan ditagihkan tanggal 15 setiap bulan dengan biaya Rp 20.000 per jam.

Per 31 Maret 2018, PT Berkah Jaya telah memberikan 25 jam jasa konsultasi dan pendampingan pada PT Sukses Mulia Jaya.

Meskipun pendapatan Rp 500.000 (25 jam x Rp 20.000) akan difakturkan dan dibayarkan di April 2018, PT Berkah Jaya telah mengakui pendapatan di bulan Maret 2018.

Ayat jurnal  penyesuaian dan akun T untuk mencatat klaim terhadap pelanggan (piutang usaha) dan pendapatan honor di bulan Maret 2018 adalah sebagai berikut:

(Debit) Piutang Usaha  Rp 500.000
(Kredit) Pendapatan Kotor  Rp 500.000

 

Contoh Ayat Jurnal Penyesuaian - Piutang Usaha

Jika penyesuaian atas piutang usaha (Rp 500.000) tidak dicatat, pendapatan Fee Konsultasi dan laba Bersih akan kurang catat sebesar Rp 500.000 dalam Laporan laba Rugi.

Sementara di Neraca, Piutang Usaha dan Modal akan kurang catat  sebesar Rp 500.000.

Hal yang akan terjadi jika jurnal penyesuaian tersebut tidak dibuat adalah sebagai berikut:

Kesalahan 2 tidak melakukan jurnal penyesuaian

 

Cara Sederhana Membuat Jurnal Penyesuaian

Catatan kecil:

Kasus junal penyesuaian #1:

Contoh jurnal penyesuaian perusahaan jasa, PT Darma Henwa Tbk merupakan perusahaan di bidang jasa pertambangan.

Akruan pendapatan untuk PT Darma Henwa atas jasa yang belum ditagihkan diakui berdasarkan persentase penyelesaian kontrak dengan pelanggan.

Kasus jurnal penyesuaian #2:

Pada akhir tahun berjalan, pendapatan sebesar Rp 20.500.000 telah dihasilkan, tapi belum ditagihkan ke klien.

Bagaimana ayat jurnal penyesuaian untuk mencatat akruan pendapatan?

Solusi: contoh ayat jurnal transaksi di atas adalah sebagai berikut:

(Debit) Piutang Usaha = Rp 20.500.000
(Kredit) Pendapatan (Akruan Pendapatan) = Rp 20.500.000

 

Back To Top

d) Jurnal Penyesuaian untuk Akruan Beban

Beberapa jenis jasa, seperti asuransi, biasanya dibayar sebelum digunakan. Pembayaran di muka ini merupakan beban yang dtangguhkan (defferal). Jenis jasa lainnya dibayarsetelah digunakan.

Contoh studi kasus akruan beban lengkap dengan langkah-langkah solusinya sudah saya bahas di artikel Jurnal pembalik.

Mengambil contoh dari artikel tersebut, ayat jurnal penyesuaian dan akun T untuk mencatat transaksi tanggal 31 Oktober 2017 adalah:

(Debit) Beban Gaji = Rp 250.000
(Kredit) Utang Gaji = Rp 250.000

 

Contoh Ayat Jurnal Penyesuaian - Beban Gaji

Bagaimana akibatnya bila penyesuaian untuk gaji (Rp 250.000) tersebut tidak dibuat?

Dalam Laporan Laba Rugi, Beban Gaji akan kurang catat sebesar Rp 250.000, dan laba bersih akan lebih catat sebesar Rp 250.000.

Di Neraca, Utang Gaji akan kurang catat sebesar Rp 250.000 dan modal akan lebih catat.

Hal yang akan terjadi jika jurnal penyesuaian tersebut tidak dibuat adalah sebagai berikut:

Contoh Jurnal Penyesuaian - Piutang Beban

 

Back To Top

e) Jurnal Penyesuaian untuk Beban Penyusutan

Pengertian Aset Tetap (fixed assets atau plan assets) adalah sumber daya fisik yang dimiliki dan digunakan oleh perusahaan dan bersifat permanen dan memiliki masa kegunaan yang panjang.

Sebenarnya, aset tetap merupakan jenis beban dibayar di muka jangka panjang.

Karena sifat dan masa manfaatnya yang panjang, aset ini dibahas terpisah dari beban dibayar di muka lainnya, seperti bahan habis pakai dan asuransi dibayar di muka.

Contoh aset tetap adalah peralatan kantor seperti meja, kursi dan komputer yang digunakan sama dengan bahan habis pakai, yaitu untuk menghasilkan pendapatan.

Namun tidak seperti bahan habis pakai, kita tidak dapat melihat secara kasat mata terjadinya penurunan perlatan dalam hal kuantitas/fisik.

Seiring berjalannya waktu, peralatan akan kehilangan kemampuannya untuk memberikan manfaat bagi penggunanya.

Penurunan manfaat ini disebut penyusutan atau depresiasi (depreciation).

Semua aset tetap, kecuali TANAH akan kehilangan manfaatnya. Penurunan manfaat aset yang dipakai untuk menghasilkan pendapatan dicatat sebagai beban.

Tutorial video pendek berikut mudah-mudahan semakin membantu pemahaman. Selamat menonton….

***

Meskipun demikian, penurunan dalam aset tetap sulit diukur. Karena alasan ini, sebagian dari biaya aset tetap dicatat sebagai beban setiap tahun sepanjang masa manfaatna.

Beban periodik ini disebut beban penyusutan (depreciation expense)

Ayat jurnal penyesuaian untuk mencatat penyusutan sama dengan ayat jurnal penyesuaian untuk penggunaan bahan habis pakai.

dikredit karena harga perolehan aset tetap berikut akumulasi jumlah penyusutan yang telah dicatat sejak pembeliannya biasanya dilaporkan di neraca.

Akun yang dikreditkan adalah akumulasi penyusutan (accumulated depreciation).

Akun akumulasi penyusutan disebut akun kontra (contra accounts) atau akun kontra aset (contra asset accounts), karena akun tersebut dikurangkan dari akun aset pasangannya di neraca.

Saldo normal akun kontra adalah kebalikan dari akun yang dikuranginya. Jadi saldo normal Akumulasi Penyusutan adalah kredit.

Sebutan yang biasa digunakan untuk aset tetap dan akun Aset Kontra Terkait, berikut ini beberapa contohnya:

(Aset Tetap) Tanah  –  (Aset Kontra) Tidak ada – tanah tidak disusutkan

(Aset Tetap) Gedung – (Aset Kontra) Akumulasi Penyusutan – Gedung

(Aset Tetap) Peralatan Kantor – (Aset Kontra) Akumulasi Penyusutan – Peralatan Kantor

Contoh-contoh jurnal penyesuaian

 

Back To Top

Contoh pencatatan jurnal penyesuaian:

Dan Perhatikan contoh ayat jurnal penyesuaian untuk mencatat penyusutan PT Berkah Jaya dalam ayat jurnal dan akun T.

Dalam contoh ini yang dijurnal adalah Peralatan Kantor. Estimasi besarnya penyusutan untuk bulan Maret 2018 diasumsikan Rp 50.000.

Dan Saldo awal akun Peralatan Kantor adalah Rp 1.800.000

(Debit) Beban Penyusutan = Rp 50.000
(Kredit) Akumulasi Penyusutan – Peralatan Kantor = Rp. 50.000

 

Contoh Ayat Jurnal Penyesuaian - Penyusutan

Kenaikan Rp 50.000 dalam akun akumulasi penyusutan dikurangi dari biaya Rp 1.800.000 yang dicatat ada akun aset tetap terkait.

Selisih antara dua saldo adalah biaya Rp 1.750.000 yang belum disusutkan.

Jumlah sebesar Rp 1.750.000 disebut nilai buku aset (book value of the asset) atau nilai buku bersih (net book value) yang disajikan di Neraca dengan urutan sebagai berikut:

= Peralatan Kantor – Dikurangi akumulasi penyusutan
= Rp 1.800.000 – Rp 50.000
= Rp 1.750.000

Perlu dicatat bahwa nilai pasar suatu aset tetap biasanya berbeda dengan nilai bukunya. Karena penyusutan merupakan metode alokasi, bukan metode PENILAIAN.

Maksudnya adalah penyusutan mengalokasikan biaya aset tetap yang dibebankan selama estimasi masa manfaat.

Penyusutan tidak berusaha untuk mengukur perubahan nilai pasar yang dapat berupa signifikan dari tahun ke tahun.

Jika penyusutan sebelumnya atas penyusutan Rp 50.000 tidak dicatat,

Beban Penyusutan dalam laporan laba rugi akan kurang catat Rp 50.000, dan Laba Bersih akan lebih catat Rp 50.000.

Sementara itu di Neraca, nilai buku peralatan kantor dan modal, akan lebih catat Rp 50.000.

Yang akan terjadi jika jurnal penyesuaian tersebut tidak dibuat adalah seperti berikut ini:

Kesalahan Tidak Melakukan Jurnal Umum - Penyusutan

Contoh soal jurnal penyesuaian dan jawabannya:

Contoh soal jurnal penyesuaian 01:

Estimasi penyusutan atas peralatan kantor untuk tahun berjalan adalah Rp 18.000.000. Buatlah ayat jurnal penyesuaian untuk mencatat beban penyusutan.

Jawaban soal jurnal penyesuaian:

(Debit) Beban Penyusutan = Rp 18.000.000
(Kredit) Akumulasi Penyusutan – Peralatan kantor = Rp 18.000.000

Contoh soal jurnal penyesuaian 02:

Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2017, PT Sukses Mulia Jaya tidak memasukkan ayat jurnal penyesuaian untuk:

  • Pendapatan diterima di muka Rp 10.000.000 yang telah dihasilkan.
  • Pendapatan diterima yang belum ditagih Rp 12.500.000
  • Akruan gaji Rp 5.000.000.

Tunjukkan pengaruh seluruh kesalahan pada:
a. Pendapatan
b. Beban
c. Laba Bersih untuk Tahun 2017

Jawaban soal jurnal penyesuaian:

a. Pendapatan kurang catat sebesar:
= Rp 10.000.000 + Rp 12.500.000 = Rp 22.500.000

b. Beban kurang catat sebesar Rp 5.000.000
c. Laba Bersih kurang catat sebesar:
= (Rp 10.000.000 + Rp 12.500.000) – Rp 5.000.000
= Rp 17.500.000

Bagaimana? Mudah ya?

 

Back To Top

04. Cara Membuat Jurnal Penyesuaian dari Neraca Saldo

Pada bagian ini akan dibahas mengenai contoh soal neraca saldo dan jurnal penyesuaian perusahaan jasa dalam satu neraca lajur. Praktis dan sederhana.

Ada 3 pembahasan, yaitu:

  • Membuat Neraca saldo
  • Membuat jurnal penyesuaian
  • Membuat Neraca Saldo Setelah Penyesuaian

 

1. Membuat Neraca Saldo

Perhatikan contoh neraca saldo perusahaan jasa berikut ini:

contoh soal neraca saldo dan jurnal penyesuaian perusahaan jasa

Cara membuat neraca saldo adalah dengan memindahkan saldo-saldo akun di buku besar.

Fungsi neraca saldo adalah untuk memeriksa pencatatan debit dan kredit, apakah sudah benar atau belum?

Jadi, angka-angka pada contoh neraca saldo di atas diperoleh dari saldo akun kas, piutang, piutang sewa, perlengkapan, tanah, hutang, utang gaji, modal, prive, pendapatan jasa, beban gaji, beban sewa, beban lain-lain, dan beban perlengkapan di buku besar.

Perhatikan jumlah saldo di debit dan kredit, yaitu sebesar Rp 59.200.00. Sudah sama kan.

 

 

2. Membuat Jurnal Penyesuaian

Setelah membuat neraca saldo, selanjutnya kita melakukan proses penyesuaian terhadap akun-akun tertentu dengan cara membuat jurnal penyesuaian.

Misalnya ada 4 akun yang memerlukan penyesuaian, yaitu:

  • Pendapatan
  • Perlengkapan
  • Beban sewa
  • Beban gaji

Data rinci pos yang memerlukan penyesuaian adalah sebagai berikut:

  1. Pendapatan jasa yang belum diterima sebesar Rp 500.000
  2. Perlengkapan yang tersisa Rp 200.000
  3. Sewa tempat setiap bulannya Rp 100.000 dan dibayar selama 2 tahun
  4. Beban gaji yang belum dibayar Rp 3.000.000

Selanjutnya, kita melakukan proses penyesuaian dengan membuat ayat jurnal penyesuaian sebagai berikut:

1.  Akun Piutang dan Pendapatan Jasa:

ayat jurnal penyesuaian perusahaan jasa

 

  1. Akun Beban Perlengkapan dan Perlengkapan:

ayat jurnal penyesuaian persediaan

Khusus untuk akun perlengkapan ini ada penjelasan lebih lanjut. Sebelum membuat jurnal penyesuaian dilihat dulu saldo akun perlengkapan di neraca saldo.

Pada neraca saldo, akun perlengkapan memiliki saldo sebesar Rp 800.000, sedangkan di akhir periode jumlah perlengkapan yang tersisa sebesar Rp 200.000, berarti jumlah perlengkapan yang terpakai sebesar:

= Rp 800.000 – Rp. 200.000 = Rp 600.000

Sehingga bentuk jurnalnya adalah seperti di atas.

 

  1. Akun Beban Sewa dan Piutang Sewa

sewa dibayar dimuka dalam neraca

 

  1. Akun Beban Gaji dan Gaji Terutang:

contoh ayat jurnal transaksi

 

 

3. Membuat Neraca Saldo Setelah Penyesuaian

Setelah melakukan proses penyesuaian, selanjutnya membuat neraca saldo setelah penyesuaian yang data-datanya akan digunakan untuk membuat Laporan Laba Rugi, Neraca, Laporan Perubahan Modal dan Laporan Arus Kas.

Dan format lengkap neraca lajur dengan kolom neraca saldo, jurnal penyesuaian, dan neraca saldo setelah penyesuaian adalah seperti berikut ini:

contoh soal jurnal penyesuaian dan neraca lajur

 

Back To Top

05. Studi Kasus Jurnal Penyesuaian – Microsoft Corporation

Microsoft juga melakukan pencatatan jurnal penyesuaian

Dan perhatikan juga informasi penting berikut ini terkait materi jurnal penyesuaian:

Pastinya semua kenal Microsoft Corporation?

Yah, sebuah perusahaan pengembangan software paling populer di dunia, di mana pendirinya menjadi salah seorang terkaya di dunia.

Microsoft mengembangkan, menghasilkan, mengeluarkan lisensi, dan mendukung sejumlah besar produk piranti lunak untuk komputer, termasuk windows OS dan MS Office.

Ketika Microsoft menjual produk-produknya, mereka juga melakukan support terhadap produk piranti lunaknya dengan dukungan teknis dan memberikan informasi tentang update software secara periodik.

Hasilnya, tidak semua pendapatan diterima saat tanggal penjualan, sebagian pendapatan saat tanggal penjualan merupakan pendapatan diterima di muka.

Bagian pendapatan yang terkait dengan jasa support, seperti informasi update dan dukungan teknis, diterima dengan berlalunya waktu, yaitu saat jasa telah diberikan pada customer.

Jadi setiap tahun Microsoft membuat ayat jurnal penyesuaian untuk mengubah sebagian pendapatan yang diterima di muka menjadi pendapatan.

So, jika anda ingin bekerja di perusahaan kelas dunia pun harus menguasai materi jurnal penyesuaian 🙂

 

Back To Top

06. Kesimpulan

Kita telah panjang lebar dan super lengkap mempelajari tentang jurnal penyesuaian, mulai dari pengertian dasar jurnal penyesuaian, termasuk jenis jurnal penyesuaian, ayat jurnal penyesuaian dan fungsinya, dan pengaruh penyesuaian dalam laporan keuangan.

Untuk semakin memudahkan kita dalam memahami jurnal penyesuaian secara utuh, maka kami berikan rangkuman penyesuaian dan pengaruhnya terhadap Laporan Keuangan.

Perhatikan tabel berikut ini (angka-angka (dalam ribuan) diambil dari contoh-contoh di atas):

Rangkuman Materi Jurnal Umum

Ayat jurnal penyesuaian diberi tanggal per hari terakhir periode tersebut.

Namun, karena diperlukan beberapa waktu untuk mengumpulkan informasi mengenai penyesuaian, maka ayat jurnal penyesuaian biasanya dicatat pada tanggal setelah hari terakhir periode akuntansi.

Setiap ayat jurnal penyesuaian biasanya didukung oleh penjelasan

Last….

Perhatikan tips rahasia yang terbukti ampuh untuk memastikan pencatatan jurnal penyesuaian berikut ini:

Salah satu cara bagi akuntan untuk memastikan apakah semua penyesuaian telah dibuat adalah dengan membandingkan penyesuaian periode berjalan dengan penyesuaian periode sebelumnya

Semoga bermanfaat dan selamat meng-aplikasikan dalam pekerjaan dan bisnis Anda. Sukses.

Back To Top

07. Download Materi Jurnal Penyesuaian dalam Format PDF

Untuk anda yang anda yang tidak sempat membaca artikel ini secara online di sini tidak usah khawatir, karena saya akan memberikan semua materi yang isinya antara lain:

  • Jurnal penyesuaian pdf,
  • Contoh soal jurnal penyesuaian pdf,
  • Soal jurnal penyesuaian perusahaan jasa dan jawabannya pdf,
  • Soal jurnal penyesuaian perusahaan jasa pdf.

Dan dapat di-download serta dibaca di mana saja saat Anda senggang. Berikut ini link downloadnya:

>>>  Materi Adjusting Journal PDF – Super Lengkap

***

sop akuntansi keuangan powerful

2 pemikiran pada “Jurnal Penyesuaian : Konsep, Pengertian, Contoh Soal + Cara Membuatnya (Super) Lengkap”

Komentar ditutup.