Tips Mudah Memanfaatkan Analisis Laporan Keuangan untuk Menilai Kinerja Perusahaan

Analisis Laporan Keuangan dapat digunakan untuk memperoleh masukan tentang kinerja masa lalu dan prospek di masa mendatang dari sebuah perusahaan, sehingga kita dapat memutuskan untuk berinvetasi di sebuah perusahaan.

Bagaimanapun juga saat kita memilih perusahaan-perusahaan untuk berinvestasi, kita harus melakukan beberapa penelitian untuk mengarahkan keputusan investasi tersebut.

Dan artikel ini akan menjelaskan dan memberi contoh mengenai data keuangan umum yang dapat di-analisis untuk membantu kita dalam membuat keputusan investasi.

 

Prosedur Dasar Analisis Laporan Keuangan

Laporan keuangan dasar memberikan banyak informasi yang dapat dipakai oleh para pengguna dalam membuat keputusan ekonomis tentang perusahaan.

Pada bagian ini, akan dijelaskan tentang bagaimana cara untuk melakukan analisis lengkap atas laporan keuangan tersebut dengan menggabungkan ukuran analitis individual.

Prosedur analitis dapat digunakan untuk membandingkan pos-pos di laporan keuangan periode berjalan dengan pos-pos terkait di laporan keuangan periode sebelumnya.

Sebagai contoh, kas sebesar Rp 150.000.000 dalam neraca tahun berjalan dapat dibandingkan dengan kas sebesar Rp 100.000.000 dalam neraca tahun sebelumnya.

Kas periode tahun ini dapat dinyatakan sebagai 1,5 atau 150% dari jumlah tahun sebelumnya, atau sebagai kenaikan 50% atau Rp 50.000.0000.

Prosedur analitis juga digunakan secara luas untuk memeriksa hubungan di laporan keuangan.

Sebagai contoh, asumsikan bahwa kas sebesar Rp 50.000.000 dan persediaan sebesar Rp 250.000.000 dimasukkan dalam total aset senilai Rp 1.000.000.000 dalam neraca.

Dalam bentuk relatif, jumlah saldo kas adalah 5% dari total aset, dan jumlah persediaan adalah 25% dari total aset.

Dan dalam kesempatan ini, akan dibahas tentang beberapa ukuran analitis yang umum.

Ukuran-ukuran tersebut bukanlah tujuan akhir, melainkan hanya memberikan arah dalam mengevaluasi data keuangan dan operasi.

Banyak faktor lain, seperti tren dalam industri dan kondisi ekonomi secara umum, juga harus dipertimbangkan.

Ada 2 dasar analisis laporan keuangan, yaitu: 1) Analisis Laporan Keuangan Horizontal, dan 2) Analisis Laporan Keuangan Vertikal.

 

01. Analisis Laporan Keuangan Horizontal

Analisis Laporan Keuangan Horizontal

Pengertian Analisis Laporan Keuangan Horizontal (horizontal analysis) adalah analisis persentase untuk kenaikan dan penurunan dalam pos-pos terkait di laporan keuangan komparatif.

Jumlah masing-masing pos di laporan keuangan terakhir dibandingkan dengan pos-pos terkait di laporan keuangan satu periode sebelumnya atau lebih.

Jumlah kenaikan dan penurunan dalam pos tersebut daftarnya, bersama-sama dengan persentase kenaikan atau penurunannya.

Analisis horizontal dapat membandingkan dua laporan keuangan. Dalam hal in, laporan periode sebelumnya digunakan sebagai dasar.

Analisis laporan keuangan horizontal juga dapat membandingkan tiga laporan keuangan atau lebih.

Dalam hal ini, tanggal atau periode yang lebih awal dapat digunakan sebagai dasar perbandingan untuk seluruh tanggal atau periode-periode sebelumnya.

Perhatikan tampilan berikut yang memperlihatkan neraca komparatif singkat untuk periode dua tahun dari PT Manajemen Keuangan Network dengan analisis horizontal.
Analisis Laporan Keuangan - Neraca Horizontal
Neraca Komparatif – Analisis Laporan Keuangan Horizontal

Signifikansi dari kenaikan dan penurunan dalam pos-pos yang ditunjukkan pada tampilan di atas tidak dapat sepenuhnya di-evaluasi tanpa informasi tambahan.

Meskipun total aset pada akhir tahun 2017 adalah sebesar Rp 91.000.000 (7,4%) lebih rendah dibandingkan pada awal tahun.

Kewajiban berkurang sebesar Rp 133.000.000 (30%), dan ekuitas pemegang saham meningkat sebesar Rp 42.000.000 (5,3%).

Kelihatannya pengurangan sebesar Rp 100.000.000 dalam kewajiban jangka panjang diperoleh terutama melalui penjualan investasi jangka panjang.

Neraca yang ditampilkan di atas dapat diperluas untuk memasukkan perincian dari berbagai kategori aset dan kewajiban.

Salah satu pilhan adalah dengan menyajikan perincian dalam tabel terpisah.

Perhatikan tabel berikut sebagai tabel pendukung dengan analisis laporan keuangan horizontal:
Analisis laporan keuangan - tabel komparatif aset lancar
Tabel komparatif aset lancar – analisis horizontal

Penurunan dalam piutang dapat disebabkan karena perubahan dalam persyaratan kredit atau perbaikan kebijakan penagihan.

Demikian pula, penurunan dalam persediaan selama periode ketika penjualan meningkat dapat menunjukkan perbaikan dalam manajemen persediaan.

Perubahan dalam aset lancar yang disajikan dalam tabel di atas kelihatannya menguntungkan.

Penilaian ini didukung  oleh kenaikan dalam penjualan sebesar 24,8% di tabel berikut:
analisa laporan keuangan - aporan laba rugi
Laporan Laba Rugi Komparatif – Analisis horizontal

Kenaikan dalam penjualan bersih mungkin saja tidak memiliki pengaruh yang menguntungkan terhadap kinerja operasi.

Persentase kenaikan dalam penjualan bersih PT Manajemen Keuangan Network disertai dengan persentase kenaikan yang lebih besar dalam harga pokok penjualan.

Mengenai cara mengetahui nilai harga pokok penjualan, selengkapnya dapat dipelajari di 10 Teknik Sederhana Menghitung HPP, Terbukti Berikan Hasil Maksimal Terhadap Keuntungan

Hal ini berdampak pada turunnya lab kotor sebagai persentase penjualan. Beban penjualan meningkat secara signifikan, dan beban administrasi sedikit meningkat.

Secara keseluruhan, beban operasi meningkat 20,7%, sedangkan laba kotor meningkat hanya 19,7%.

Kenaikan dalam laba operasi dan dalam laba bersih bersifat menguntungkan. Akan tetapi, studi mengenai beban dan analisis serta perbandingan tambahan baru dilakukan sebelum mencapai kesimpulan mengenai penyebabnya.

Tampilan berikut ini menggambarkan laporan laba ditahan komparatif dengan analisis horizontal.
Analisis Laporan keuangan - laba ditahan
Laporan Laba Ditahan Komparatif – Analisis Horizontal

Laporan tersebut menunjukkan laba ditahan tahun tersebut meningkat sebesar 30,5% karena laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 91.000.000 dikurangi dengan dividen sebesar Rp 49.000.000

 

02. Analisis Laporan Keuangan Vertikal

Analisis laporan keuangan vertikal

Pengertian Analisis Laporan Keuangan Vertikal (vertical analysis) adalah jenis analisis laporan keuangan yang menggunakan persentase untuk menunjukkan hubungan masing-masing komponen terhadap jumlah total dalam satu laporan.

Seperti analisis laporan keuangan horizontal, laporan keuangan dapat disiapkan dalam format terperinci atau singkat.

Dalam format yang singkat, tambahan perincian perubahan dalam pos-pos individual dapat disajikan dalam tabel pendukung.

Dalam tabel tersebut, analisis persentase dapat dibuat berdasarkan jumlah total dalam tabel maupun jumlah total di laporan keuangan.

Meskipun analisis vertikal terbatas pada laporan individual, signifikansi dari analisis tersebut dapat ditingkatkan dengan menyiapkan laporan perbandingan.

Dalam analisis vertikal terhadap neraca, masing-masing pos aset dinyatakan sebagai persentase dari total kewajiban dan ekuitas pemegang saham.

Tampilan tabel berikut merupakan neraca komparatif singkat dengan analisis vertikal untuk PT Manajemen Keuangan Network:

Analisa Laporan Keuangan - Vertikal - neraca komparatif
Neraca Komparatif – Analisis Vertikal

Perubahan persentase yang utama dalam aset PT Manajemen Keuangan Network adalah dalam kategori aset lancar dan investasi jangka panjang.

Aset lancar naik dari 43,3% menjadi 48,3% dari total aset, dan investasi jangka panjang turun dari 14,4% menjadi 8,3% dari total aset.

Pada bagian kewajiban dan ekuitas pemegang saham, perubahan persentase terbesar terjadi pada kewajiban jangka panjang dan laba ditahan.

Ekuitas pemegang saham meningkat dari 64% menjadi 72,8% dari total kewajiban dan ekuitas pemegang saham tahun 2017. Terdapat penurunan yang dapat dibandingkan dengan kewajiban.

Dalam analisis vertikal untuk laporan laba rugi, masing-masing pos dinyatakan sebagai persentase dari penjualan bersih.

Perhatikan tabel berikut yang menyajikan laporan laba rugi komparatif singkat dengan analisis vertikal untuk PT Manajemen Keuangan Network.
Analisa Laporan Keuangan Vertikal - Laba Rugi
Laporan Laba Rugi Komparatif – Analisis Vertikal

Kita harus berhati-hati saat menilai signifikansi dari perbedaan persentase antara kedua tahun tersebut.

Sebagai contoh, penurunan laba kotor dari 31,7% pada tahun 2016 menjadi 30,4% pada tahun 2017 hanyalah 1,3%.

Akan tetapi dalam bentuk rupiah terhadap potensi laba kotor, penurunan tersebut mencerminkan penurunan sebesar Rp 19.500.000 (1,3% X Rp 1.498.000.000)

Dan perhatikan satu contoh berikut ini:

Persentase laba kotor dan laba bersih terhadap penjualan untuk tahun fiskal untuk perusahaan A dan B adalah sebagai berikut:

Perbandingan laba terhadap penjualan
Perbandingan Laba Terhadap Penjualan

Perusahaan B secara signifikan memiliki persentase margin laba kotor yang lebih rendah dibandingkan perusahaan A, yang kemungkinan disebabkan karena strategi penetapan harga yang agresif oleh perusahaan B.

Keunggulan margin laba perusahaan A menyusut saat membandingkan rasio laba bersih terhadap penjualan.

Perusahaan A pasti memiliki beban penjualan dan administrasi terhadap penjualan yang lebih tinggi dibandingkan perusahaan B.

Meskipun demikian, laba bersih terhadap penjualan untuk perusahaan A masih 0,25% lebih baik dibandingkan laba bersih terhadap penjualan untuk perusahaan B.

 

03. Laporan Ukuran Sama (Common Size) dalam Analisis Laporan Keuangan

analisis laporan keuangan - analisis common size

Pengertian Analisis Laporan Keuangan Ukuran Sama (Common Size) berguna adalah laporan untuk membandingkan periode berjalan dengan periode sebelumya, antar sebuah perusahaan, atau antar sebuah perusahaan dengan persentase industri.

Analisis Laporan Keuangan vertikal dan horizontal baik dalam nilai rupiah dan persentase berguna dalam menilai hubungan dan tren dalam kondisi keuangan dan operasi sebuah perusahaan.

Analisis vertikal baik dalam nilai rupiah dan persentase juga berguna dalam membandingkan dalam satu perusahaan dengan yang lain atau dengan rata-rata industri.

Perbandinga semacam ini lebih mudah dibuat dengan menggunakan laporan ukuran sama. Di laporan ukuran sama (common size statement) seluruh pos dinyatakan dalam persentase.

Data industri seringkali tersedia dari asosiasi dagang dan jasa informasi keuangan.

Perhatikan contoh laporan keuangan – laba rugi ukuran sama komparatif untuk dua perusahaan:
Analisa Laporan Keuangan - Common Size
Laporan Laba Rugi – Common Size

Pada laporan laba rugi yang disajikan di atas, menunjukkan bahwa PT Manajemen Keuangan Network memiliki tingkat laba kotor sedikit di atas PT Siklus Akuntansi Network.

Akan tetapi keunggulan berkurang lebih banyak bagi PT Manajemen Keuangan Network karena persentase beban penjualan dan administrasi yang lebih tinggi.

Akibatnya, laba operasi milik PT Manajemen Keuangan Network adalah sebesar 10,7% dari penjualan bersih, dibandingkan dengan 14,4% untuk PT Siklus Akuntansi Network, atau selisih sebesar 3,7% yang tidak menguntungkan.

 

04. Ukuran Analitis Lainnya dalam Analisis Laporan Keuangan

Analisis Laporan Keuangan Lainnya

Sebagai tambahan dari analisis laporan keuangan sebelumnya, hubungan lainnya dapat dinyatakan dalam rasio dan persentase.

Pos-pos tersebut seringkali diambil dari laporan keuangan dan dengan demikian merupakan jenis analisis laporan keuangan vertikal.

Membandingkan pos-pos tersebut dengan pos-pos dari periode sebelumnya adalah jenis analisis laporan keuangan horizontal.

Yang ingin nonton penjelasan tentang analisis laporan keuangan, berikut saya sajikan videonya:

Demikian sajian lengkap mengenai analisis laporan keuangan, moga bermanfaat.

***

sop akuntansi keuangan powerful