Cara Sederhana Menghitung Potensi Profit Hasil Investasi dengan Contoh Kasus Nyata

Analisis cost volume profit CVP adalah alat perencanaan manajerial untuk membantu pengambilan keputusan strategis.

Misalnya untuk menghitung laba usaha sebelum memutuskan terjun mengambil sebuah peluang bisnis. Manajemen perusahaan harus melakukan analisis laba usaha dan investasi yang akan dilakukan. Apalagi jika peluang usaha itu akan dijadikan sebagai bisnis utama, apakah akan dijalankan dengan online atau offline, maka semuanya perlu dianalisis secara baik, benar dan tepat.

Bagaimana cara melakukan analisis CVP? Ikuti pembahasan lengkapnya beserta contoh soal latihan dan kasus berikut ini….

Analisis Cost Volume Profit (CVP)

A: Pengertian CVP (Cost Volume Profit)

Analisis CVP adalah analisis yang digunakan untuk mengetahui hubungan antara harga, volume, dan biaya untuk menghasilkan produk dan jasa yang akan dijual.

Analisis interaksi antara biaya produksi, harga produk, dan jumlah produk yang dihasilkan dengan laba akan menjadi pertimbangan manajemen perusahaan dalam mengambil keputusan.

Jadi analisis cost volume profit alat perencanaan manajerial. Pengembangan analisis Cost Volume Profit (CVP) sebagai alat untuk membantu proses pengambilan keputusan dapat diterapkan di perusahaan dagang, jasa dan manufaktur.

B: Jenis Analisis yang Digunakan

Beberapa rumus analisis yang digunakan dalam analisis cost volume profit, antara lain:

Analisis ROI (Return On Investment)

Untuk memahami pengertian ROI berkaitan dengan penggunaan analisis CVP maka perlu diketahui rumus Return Of Investment sebagai berikut:

ROI = (Profit/Total Revenus) x (Total Revenue/Investment)

ROI = Profit Margin x Investment Turn Over

pengertian cost volume profit menurut para ahli

Hal-hal lain yang harus diperhatikan adalah:

#1: Profit

Profit dalam buku financial atau pembelanjaan, menggunakan Net Profit Margin (EBIT) atau Laba sebelum pajak. Sedangkan dalam pembahasan ini menggunakan Operating Margin (Laba Kotor/Gross Profit)

#2: Investment dan Total Revenue

Investment = Total Aset,

Total Revenu = Total Sales (Harga Jual unit x kuantitas)

Case Study:

Perhatikan contoh soal dan kasus analisis menggunakan metode CVP berikut ini:

1: Data pendapatan :

  • Harga jual per unit Rp 10
  • Biaya variabel per unit Rp. 6
  • Biaya tetap total Rp 31.000
  • Volume (quantity) 10.000 unit

2: Data investasi :

  • Aktiva lancar (current asset) Rp 20.000
  • Aktiva tetap (fixed asset) Rp 30.000

Perhitungan dan analisis:

1: Return Of Investment (ROI)

= (9.000 : 100.000) x (100.000 : 50.000)
= 18%

2: Perusahaan ingin memperoleh Profit Margin 10%. Assets Turn Over (ATO) tetap 2x.

Pembahasan contoh studi kasus ini harus memperhatikan hubungan ROI yang telah dijelaskan di atas. Dengan Profit Margin 10%, dan Assets Turn Over 2x, maka Return Of Investment harus:

= 2 X 10%
= 20%.

Modifikasi rumus :

1:  Break Even Point (BEP):

Penjualan Minimal = Biaya Tetap / Rasio MK – Profit Margin
= 31.000 : (40%-10%)
= Rp 103.333,33

2: Assets Turn Over 2x, maka investasi :

2 = 103.333,33 : Investasi
Investasi = 103.333,33 :  2 = 51.666,67

Manajemen Keuangan Profil

Profesional lulusan ekonomi yang menekuni ERP (SAP), Accounting Software, Business Analyst dan berbagi pengalaman pekerjaan Finance & Accounting.