Teknik Sederhana Untuk Selesaikan Laporan Keuangan Tepat Waktu

Menyusun Laporan Keuangan tepat waktu tiap periode adalah sebuah tantangan tersendiri bagi beberapa karyawan departemen keuangan.

Bagi perusahaan dagang dan jasa, ada waktu-waktu tertentu yang merupakan peack time untuk produk-produknya.

Seperti Lebaran, Tahun Baru dan liburan sekolah sehingga pekerjaan karyawan pun ikut meningkat.

Di sisi lain, waktu yang tersedia cukup singkat, karena terpotong libur dan cuti, sehingga diperlukan teknik dan strategi yang tepat untuk menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.

Bagaimana teknik dan strateginya? mari ikuti pembahasannya berikut ini…

01. Langkah-langkah Membuat Laporan Keuangan dengan Excel

cara membuat laporan keuangan dengan excel 2010

Langkah-langkah yang saya sajikan di sini mengambil contoh jenis perusahaan dagang. Mungkin ada yang tanya “bagaimana bila diterapkan untuk perusahaan jasa dan manufaktur?”

Sebuah pertanyaan yang menarik.

Saya jawab ‘BISA’ karena sebagaimana kita ketahui bahwa siklus akuntansi  yang di dalamnya terdapat proses penyusunan laporan keuangan, berlaku untuk semua jenis perusahaan.

Tinggal nanti disesuaikan dengan jenis dan jumlah akun yang mungkin lebih banyak/sedikit dibandingkan perusahaan dagang.

Langkah-langkah yang saya bahas di sini, dimulai dan mengambil opsi kertas kerja sebagai accounting tools dan SOP.

Saya menganggap orang-orang yang bekerja di Bagian Finance dan Accounting sudah sangat memahami dan ‘nglothok’ membuat jurnal untuk sebuah transaksi.

Nanti kalau saya ulangi dari awal lagi, bisa-bisa malah bosan 🙂

Namun bagi anda yang ingin tahu RAHASIA menjurnal sebuah transaksi yang 99% benar, silahkan baca-baca di artikel Teknik Sederhana Membuat Jurnal Umum dan Khusus.

 

Teknik Membuat Laporan Keuangan

Sebenarnya ada berapa jumlah laporan keuangan?Dan apa saja isi dari laporan keuangan?

Ada 4 laporan kuangan utama yang perlu dibuat oleh suatu perusahaan. Isi dari 4 laporan keuangan tersebut adalah:

  1. tentang laba rugi perusahaan,
  2. posisi keuangan,
  3. perubahan modal pemilik (Apa itu Laporan ekuitas pemilik? dibahas lengkap di pengertian dan cara menyusun laporan perubahan ekuitas pemilik)
  4. laporan arus kas

Ada juga yang menyebutkan laporan keuangan ke-5, yaitu Catatan atas laporan keuangan.

Lalu bagaimana langkah langkah mengerjakan laporan keuangan?

Untuk mempersingkat tulisan, langsung saja kita ikuti Langkah langkah membuat laporan keuangan? dengan urutan laporan keuangan dari awal sampai akhir.

Yuk didalami setiap langkahnya…

Langkah 1. Menyiapkan kertas kerja akhir periode

 

membuat laporan keuangan dengan excel

 

Perusahaan dagang dapat menggunakan kertas kertas kerja akhir periode untuk menyusun laporan keuangan dan membuat ayat jurnal penyesuaian serta penutup.

Kertas kerja periode telah dibuat. Dalam kertas kerja ini kita menampilkan seluruh akun termasuk akun-akun yang tidak memiliki saldo, dengan urutan sesuai kemunculan dalam buku besar perusahaan.

 

Perhatikan kertas kerja akhir periode berikut ini:

Kertas kerja akhir periode – bagian 01:

urutan laporan keuangan dari awal sampai akhir - Kertas Kerja Akhir Periode
contoh: Kertas Kerja Akhir Periode

 

Kertas kerja akhir periode – bagian 02:

urutan laporan keuangan dari awal sampai akhir - Kertas Kerja Akhir Periode - Kertas Kerja
Contoh kertas kerja

 

Langkah 2. Membuat Jurnal Penyesuaian

membuat laporan keuangan dengan excel

Data yang diperlukan untuk penyesuaian akun-akun PT Go Berkah adalah sebagai berikut:

Persediaan secara fisik pada 31 Mei 2018 = Rp 62.150.000
Bahan habis pakai – untuk kantor per 31 Mei 2018 = Rp 480.000
Asuransi terpakai selama bulan Mei 2018 = Rp 1.910.000

Penyusutan bulan Mei 2018:

  • Peralatan toko = Rp 3.100.000
  • Peralatan kantor = Rp 2.490.000

Akrual gaji per 31 Mei 2018:

  • Gaji tenaga penjual = Rp 780.000
  • Gaji staf administrasi kantor = Rp. 360.000

Pendapatan sewa yang dihasilkan selama bulan Mei 2018 = Rp 600.000

Tidak terdapat urutan tertentu untuk menganalisis akun-akun dalam kertas kerja, menyiapkan data penyesuaian, dan membuat ayat jurnal penyesuaian.

Tapi biasanya kita dapat menghemat waktu dengan memilih akun-akun dengan urutan sesuai kemunculannya dalam daftar saldo.

Dengan menggunakan pendekatan ini, penyesuaian untuk kehilangan persediaan disebutkan terlebih dahulu sebagai ayat jurnal dalam kertas kerja.

Kemudian diikuti dengan penyesuaian untuk persediaan kantor yang digunakan sebagai ayat jurnal, dan seterusnya.

Dan jurnal penyesuaian untuk PT Go Berkah adalah sebagai berikut:

urutan laporan keuangan dari awal sampai akhir - Jurnal Penyesuaian
Contoh Jurnal Penyesuaian

Keterangan:

  • Kehilangan persediaan untuk periode berjalan: Rp 63.950 – Rp 62.150 = Rp 1.800
  • Beban habis pakai yang digunakan Rp 1.090 – Rp 480 = Rp 610
  • Asuransi yang terpakai Rp 1.910
  • Penyusutan peralatan toko Rp 3.100
  • Penyusutan peralatan kantor Rp 2.490
  • Akruan gaji yang masih terutang Rp 1.140, terdiri dari gaji tenaga penjualan Rp 780, gaji staf administrasi kantor Rp 360.
  • Sewa diterima di muka Rp 600

Setelah seluruh penyesuaian dimasukkan ke kertas kerja, kolom penyesuaian dijumlahkan untuk membuktikan kesamaan jumlah DEBIT dan KREDIT.

Jumlah saldo yang disesuaikan dalam kolom daftar saldo yang disesuaikan dijumlahkan untuk memeriksa kesamaan jumlah debit dan kredit.

Beberapa orang memilih untuk menghilangkan kolom daftar saldo disesuaikan dan memindahkan saldo yang disesuiakan langsung ke kolom Laporan Keuangan.

Kertas kerja seperti ini seringkali digunakan jika hanya terdapat sedikit pos-pos yang disesuaikan.

Langkah 3. Memindahkan saldo tiap akun ke Kolom Laporan Keuangan

cara membuat pembukuan keuangan usaha kecil

Setelah disesuaikan, saldo-saldo kemudian diposting ke kolom laporan keuangan.

Empat kolom laporan keuangan  dijumlahkan, dan laba bersih atau rugi bersih ditentukan.

Untuk contoh perusahaan di sini selisih antara kolom debit dan kredit di bagian Laporan Laba Rugi adalah sebesar Rp 75.400.000, merupakan jumlah laba bersih.

Sama halnya, selisih antara kolom debit dan kredit di bagian Neraca berjumlah Rp 75.400.000 yang merupakan kenaikan dalam ekuitas pemilik dari laba bersih.

Kesesuaian antara dua jumlah penyeimbang di bagian Laporan Laba Rugi dan Neraca adalah BUKTI KESAMAAN kolom debit dan kolom kredit serta keakuratan matematis.

 

Langkah 4. Menyusun Laporan Laba Rugi, Laporan Ekuitas Pemilik, dan Neraca

cara membuat laporan keuangan perusahaan dagang

Laporan Laba Rugi, Laporan Ekuitas Pemilik, dan Neraca dapat disiapkan dari kertas kerja yang sudah kita buat.

Sekarang kita susun laporan-laporan tersebut satu per satu.

 

Laporan Laba Rugi:

contoh bentuk laporan keuangan sederhana - Laporan Laba Rugi
contoh bentuk laporan keuangan sederhana: Laporan Laba Rugi

 

Laporan Ekuitas Pemilik:

Apa itu Laporan ekuitas pemilik?
contoh bentuk laporan keuangan sederhana: Laporan ekuitas pemilik

Laporan Ekuitas pemilik menunjukkan peningkatan (penurunan) modal perusahaan.

Dari laporan ekuitas pemilik di atas kita bisa melihat bahwa ada kenaikan pada ekuitas pemilik sebesar Rp 57.400.000.

Kenaikan itu disebabkan oleh Laba Bersih periode berjalan sebesar Rp 75.400.000 setelah dikurangi penarikan untuk keperluan sendiri (prive) sebesar Rp 18.000.000.

Dan inilah keterkaitan antara Laporan Laba Rugi dengan Laporan Ekuitas Pemilik.

 

Laporan Neraca

contoh bentuk laporan keuangan sederhana - Neraca
contoh bentuk laporan keuangan sederhana : Neraca

Dari Neraca yang disajikan di atas, kita melihat bahwa Jumlah Aset sama dengan jumlah kewajiban dan ekuitas. Dan memang harus seperti itu. Kalau tidak sama bukan neraca namanya 🙂

Lalu bagaimana keterkaitannya dengan jenis laporan keuangan lain?

Jumlah modal pada neraca di atas diambil dari Laporan Ekuitas Pemilik sebesar Rp 211.200.000.

Dan seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa saldo modal yang disajikan pada laporan ekuitas pemilik merupakan akumulasi saldo modal periode sebelumnya dengan laba (rugi) periode berjalan.

Jadi ada keterkaitan yang tidak bisa dipisah-pisahkan antara laporan laba rugi, laporan ekuitas pemilik, dan neraca.

 

02. Menyelesaikan Siklus Akuntansi: Ayat Jurnal Penutup

contoh bentuk laporan keuangan sederhana

Untuk melengkapi siklus akuntansi, setelah kita menyusun laporan keuangan selanjutnya kita buat ayat jurnal penutup.

Ayat jurnal penutup untuk perusahaan dagang sama dengan ayat jurnal untuk perusahaan jasa.

Ayat jurnal pertama menutup akun-akun sementara dengan saldo kredit, seperti penjualan ke akun ikhtisar laba rugi.

Ayat jurnal kedua menutup akun-akun sementara dengan saldo debit.

Termasuk retur dan potongan penjualan, diskon penjualan, dan harga pokok penjualanke akun Ikhtisar Laba Rugi.

Ayat jurnal ketiga, menutup saldo akun ikhtisar laba rugi ke akun modal pemilik.

Ayat jurnal ke empat menutup akun penarikan oleh pemilik ke akun modal pemilik.

Kolom Laporan Laba Rugi dalam kertas kerja dapat digunakan sebagai dasar untuk menyiapkan ayat jurnal penutup.

Ayat jurnal penutup untuk contoh perusahaan di sini pada akhir bulan Mei 2018, nampak seperti berikut ini:

urutan laporan keuangan dari awal sampai akhir- Jurnal Penutup
urutan laporan keuangan dari awal sampai akhir: Jurnal Penutup

Saldo Ikhtisar Laba Rugi, setelah dua ayat jurnal pertama diposting adalah laba bersih atau rugi bersih untuk periode berjalan. Ayat jurnal penutupan ketiga memindahkan saldo ini ke akun modal pemilik.

Akun ikhtisar laba rugi PT Go Berkah setelah ayat-ayat jurnal penutup telah diposting adalah sebagai berikut:

urutan laporan keuangan dari awal sampai akhir - Ikhtisar Laba Rugi
urutan laporan keuangan dari awal sampai akhir: Jurnal Penutup -Ikhtisar Laba Rugi

Setelah ayat jurnal penutup disiapkan dan diposting ke akun-akun, daftar saldo setelah penutupan dapat disiapkan untuk memeriksa kesamaan debit dan kredit.

Satu-satunya akun yang harus muncul dalam daftar saldo setelah penutupan adalah akun aset, aset kontra, kewajiban, dan ekuitas berikut saldonya.

Di mana akun-akun tersebut sama dengan akun-akun yang muncul dalam neraca akhir periode.

Demikian pembahasan mengenai teknik simpel untuk menyusun Laporan Keuangan perusahaan jasa, dagang, dan usaha kecil lainnya dengan Excel, baik Excel 2010. atau yang lebih tinggi.

Sederhana & cocok untuk yang tidak suka menunda-nunda pekerjaan.

***

manajemen keuangan dan SOPlaporan keuanganlaporan laba rugi

sop akuntansi keuangan powerful