Strategi Sederhana Selesaikan Laporan Keuangan Tepat Waktu di Bulan Ramadhan

Strategi Menyusun Laporan Keuangan

Menyusun Laporan Keuangan tepat waktu di bulan Ramadan adalah sebuah tantangan tersendiri bagi beberapa karyawan departemen keuangan.

Bagi perusahaan dagang dan jasa, bulan Ramadan adalah peack time untuk produk-produknya, sehingga pekerjaan karyawan pun ikut meningkat.

Di sisi lain, waktu yang tersedia berkurang, karena terpotong libur dan cuti bersama, sehingga diperlukan strategi yang tepat untuk menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.

Dan pada kesempatan ini, blog manajeman akan memberikan strategi sederhana untuk menyelesaikan pekerjaan menyusun laporan keuangan tepat waktu.

Bagaimana langkah dan strateginya, mari ikuti pembahasannya berikut ini…

***

01. Langkah Sederhana Menyusun Laporan Keuangan

Langkah-langkah yang saya sajikan di sini mengambil contoh jenis perusahaan dagang. Mungkin ada yang tanya “bagaimana bila diterapkan untuk perusahaan jasa dan manufaktur?”

Sebuah pertanyaan yang menarik. Saya jawab ‘BISA’ karena sebagaimana kita ketahui bahwa siklus akuntansi  yang di dalamnya terdapat proses penyusunan laporan keuangan, berlaku untuk semua jenis perusahaan.

Tinggal nanti disesuaikan dengan jenis dan jumlah akun yang mungkin lebih banyak/sedikit dibandingkan perusahaan dagang.

Langkah-langkah yang saya bahas di sini, dimulai dan mengambil opsi kertas kerja sebagai accounting tools dan SOP.

Saya menganggap orang-orang yang bekerja di Bagian Finance dan Accounting sudah sangat memahami dan ‘nglothok’ membuat jurnal untuk sebuah transaksi.

Nanti kalau saya ulangi dari awal lagi, bisa-bisa malah bosan 🙂

Namun bagi anda yang ingin tahu RAHASIA menjurnal sebuah transaksi yang 99% benar, silahkan baca-baca di artikel Teknik Sederhana Membuat Jurnal Umum dan Khusus.

Teknik Membuat Laporan Keuangan

Untuk mempersingkat tulisan, langsung saja kita ikuti langkah-langkahnya sebagai berikut:

Langkah 1. Menyiapkan kertas kerja akhir periode

Perusahaan dagang dapat menggunakan kertas kertas kerja akhir periode untuk menyusun laporan keuangan dan membuat ayat jurnal penyesuaian serta penutup.

Kertas kerja periode telah dibuat. Dalam kertas kerja ini kita menampilkan seluruh akun termasuk akun-akun yang tidak memiliki saldo, dengan urutan sesuai kemunculan dalam buku besar perusahaan.

Perhatikan kertas kerja akhir periode berikut ini:

Kertas kerja akhir periode – bagian 01:

Kertas Kerja Akhir Periode - 1

 

Kertas kerja akhir periode – bagian 02:

Kertas Kerja Akhir Periode - 2

 

Langkah 2. Membuat Jurnal Penyesuaian

Data yang diperlukan untuk penyesuaian akun-akun PT Go Berkah adalah sebagai berikut:

Persediaan secara fisik pada 31 Mei 2018 = Rp 62.150.000
Bahan habis pakai – untuk kantor per 31 Mei 2018 = Rp 480.000
Asuransi terpakai selama bulan Mei 2018 = Rp 1.910.000

Penyusutan bulan Mei 2018:
– Peralatan toko = Rp 3.100.000
– Peralatan kantor = Rp 2.490.000

Akrual gaji per 31 Mei 2018:
– Gaji tenaga penjual = Rp 780.000
– Gaji staf administrasi kantor = Rp. 360.000
Pendapatan sewa yang dihasilkan selama bulan Mei 2018 = Rp 600.000

Tidak terdapat urutan tertentu untuk menganalisis akun-akun dalam kertas kerja, menyiapkan data penyesuaian, dan membuat ayat jurnal penyesuaian.

Tapi biasanya kita dapat menghemat waktu dengan memilih akun-akun dengan urutan sesuai kemunculannya dalam daftar saldo.

Dengan menggunakan pendekatan ini, penyesuaian untuk kehilangan persediaan disebutkan terlebih dahulu sebagai ayat jurnal dalam kertas kerja.

Kemudian diikuti dengan penyesuaian untuk persediaan kantor yang digunakan sebagai ayat jurnal, dan seterusnya.

Dan jurnal penyesuaian untuk PT Go Berkah adalah sebagai berikut:

Jurnal Penyesuaian

Keterangan:

  • Kehilangan persediaan untuk periode berjalan: Rp 63.950 – Rp 62.150 = Rp 1.800
  • Beban habis pakai yang digunakan Rp 1.090 – Rp 480 = Rp 610
  • Asuransi yang terpakai Rp 1.910
  • Penyusutan peralatan toko Rp 3.100
  • Penyusutan peralatan kantor Rp 2.490
  • Akruan gaji yang masih terutang Rp 1.140, terdiri dari gaji tenaga penjualan Rp 780, gaji staf administrasi kantor Rp 360.
  • Sewa diterima di muka Rp 600

Setelah seluruh penyesuaian dimasukkan ke kertas kerja, kolom penyesuaian dijumlahkan untuk membuktikan kesamaan jumlah DEBIT dan KREDIT.

Jumlah saldo yang disesuaikan dalam kolom daftar saldo yang disesuaikan dijumlahkan untuk memeriksa kesamaan jumlah debit dan kredit.

Beberapa orang memilih untuk menghilangkan kolom daftar saldo disesuaikan dan memindahkan saldo yang disesuiakan langsung ke kolom Laporan Keuangan.

Kertas kerja seperti ini seringkali digunakan jika hanya terdapat sedikit pos-pos yang disesuaikan.

 

Langkah 2. Memindahkan saldo ke Kolom Laporan Keuangan

Setelah disesuaikan, saldo-saldo kemudian diposting ke kolom laporan keuangan.

Empat kolom laporan keuangan  dijumlahkan, dan laba bersih atau rugi bersih ditentukan. Untuk contoh perusahaan di sini selisih antara kolom debit dan kredit di bagian Laporan Laba Rugi adalah sebesar Rp 75.400.000, merupakan jumlah laba bersih.

Sama halnya, selisih antara kolom debit dan kredit di bagian Neraca berjumlah Rp 75.400.000 yang merupakan kenaikan dalam ekuitas pemilik dari laba bersih.

Kesesuaian antara dua jumlah penyeimbang di bagian Laporan Laba Rugi dan Neraca adalah BUKTI KESAMAAN kolom debit dan kolom kredit serta keakuratan matematis.

 

Langkah 4. Menyusun Laporan Keuangan: Laba Rugi, Laporan Ekuitas Pemilik, dan Neraca

Laporan Laba Rugi, Laporan Ekuitas Pemilik, dan Neraca dapat disiapkan dari kertas kerja yang sudah kita buat.

Sekarang kita susun laporan tersebut satu per satu.

Laporan Laba Rugi:

Laporan Laba Rugi

 

Laporan Ekuitas Pemilik:

Laporan Ekuitas Pemilik

Laporan Ekuitas pemilik menunjukkan peningkatan (penurunan) modal perusahaan. Dari laporan ekuitas pemilik di atas kita bisa melihat bahwa ada kenaikan pada ekuitas pemilik sebesar Rp 57.400.000.

Kenaikan itu disebabkan oleh Laba Bersih periode berjalan sebesar Rp 75.400.000 setelah dikurangi penarikan untuk keperluan sendiri (prive) sebesar Rp 18.000.000.

Dan inilah keterkaitan antara Laporan Laba Rugi dengan Laporan Ekuitas Pemilik.

Neraca

Laporan Keuangan - Neraca

Dari Neraca yang disajikan di atas, kita melihat bahwa Jumlah Aset sama dengan jumlah kewajiban dan ekuitas. Dan memang harus seperti itu. Kalau tidak sama bukan neraca namanya 🙂

Lalu bagaimana keterkaitannya dengan jenis laporan keuangan lain?

Jumlah modal pada neraca di atas diambil dari Laporan Ekuitas Pemilik sebesar Rp 211.200.000.

Dan seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa saldo modal yang disajikan pada laporan ekuitas pemilik merupakan akumulasi saldo modal periode sebelumnya dengan laba (rugi) periode berjalan.

Jadi ada keterkaitan yang tidak bisa dipisah-pisahkan antara laporan laba rugi, laporan ekuitas pemilik, dan neraca.

 

02. Menyelesaikan Siklus Akuntansi: Ayat Jurnal Penutup

Untuk melengkapi siklus akuntansi, setelah kita menyusun laporan keuangan selanjutnya kita buat ayat jurnal penutup. Ayat jurnal penutup untuk perusahaan dagang sama dengan ayat jurnal untuk perusahaan jasa.

Ayat jurnal pertama menutup akun-akun sementara dengan saldo kredit, seperti penjualan ke akun ikhtisar laba rugi.

Ayat jurnal kedua menutup akun-akun sementara dengan saldo debit, termasuk retur dan potongan penjualan, diskon penjualan, dan harga pokok penjualanke akun Ikhtisar Laba Rugi.

Ayat jurnal ketiga, menutup saldo akun ikhtisar laba rugi ke akun modal pemilik. Ayat jurnal ke empat menutup akun penarikan oleh pemilik ke akun modal pemilik.

Kolom Laporan Laba Rugi dalam kertas kerja dapat digunakan sebagai dasar untuk menyiapkan ayat jurnal penutup.

Ayat jurnal penutup untuk contoh perusahaan di sini pada akhir bulan Mei 2018, nampak seperti berikut ini:

Jurnal Penutup

Saldo Ikhtisar Laba Rugi, setelah dua ayat jurnal pertama diposting adalah laba bersih atau rugi bersih untuk periode berjalan. Ayat jurnal penutupan ketiga memindahkan saldo ini ke akun modal pemilik.

Akun ikhtisar laba rugi PT Go Berkah setelah ayat-ayat jurnal penutup telah diposting adalah sebagai berikut:

Ikhtisar Laba Rugi

Setelah ayat jurnal penutup disiapkan dan diposting ke akun-akun, daftar saldo setelah penutupan dapat disiapkan untuk memeriksa kesamaan debit dan kredit.

Satu-satunya akun yang harus muncul dalam daftar saldo setelah penutupan adalah akun aset, aset kontra, kewajiban, dan ekuitas berikut saldonya, di mana akun-akun tersebut sama dengan akun-akun yang muncul dalam neraca akhir periode.

***

sop akuntansi keuangan powerful