Pengertian Neraca Lajur Beserta Cara Mudah Sederhana Membuatnya

Neraca lajur atau kertas kerja difungsikan sebagai alat untuk membuat Laporan Keuangan.

Sehingga kita mengenal neraca lajur perusahaan dagang, neraca lajur perusahaan jasa dan neraca lajur perusahaan manufaktur.

Neraca lajur biasa digunakan dalam proses pembukuan yang dilakukan secara manual dan semi manual yaitu worksheet neraca lajur.

Selengkapnya mari ikuti pembahasannya berikut ini …

 

01: Pengertian Neraca Lajur

neraca lajur adalah
Gbr. ilustrasi tentang pengertian neraca lajur – Pixabay

Apa itu neraca lajur?

Pengertian Neraca lajur adalah lembaran kerja yang digunakan sebagai alat bantu dalam proses membuat laporan keuangan, baik di perusahaan dagang, jasa, dan manufaktur/industri.

Ada beberapa format neraca lajur antara lain lain:

  • neraca lajur 8 kolom
  • neraca lajur 10 kolom
  • neraca lajur 12 kolom
  • neraca lajur 14 kolom

Fungsi Neraca Lajur adalah untuk mengumpulkan dan merangkum data-data yang digunakan untuk membuat laporan keuangan.

Dengan kata lain, Neraca Lajur adalah accounting tools untuk membantu proses membuat laporan keuangan lengkap, yaitu:

  1. Laporan Laba Rugi
  2. Neraca
  3. Laporan Perubahan Modal
  4. Laporan Arus Kas

Bagaimana cara membuat laporan keuangan dengan neraca lajur?

Laporan keuangan dibuat setelah pembuatan neraca lajur ini selesai.

Setelah membuat neraca lajur ini, selanjutnya bisa disusun laporan keuangan dengan memindahkan kolom-kolom yang ada di neraca lajur.

Selain itu neraca lajur ini memungkinkan perusahaan menyusun laporan keuangan jangka pendek seperti bulanan, triwulan, kuartalan, atau enam bulanan.

Membuat neraca lajur adalah salah satu proses dari siklus akuntansi, yang dimulai dari analisis dan pencatatan transaksi-transaksi ke dalam jurnal umum atau jurnal khusus.

Secara umum, langkah-langkah membuat neraca lajur adalah:

  • #1: Mencatatat transaksi: semua transaksi dicatat dalam jurnal umum dan jurnal khusus sesuai dengan nomor akunnya, sehingga saldo akhir dari setiap akun sudah diketahui.
  • #2: Membuat buku besar, memindahkan pencatatan transaksi dari jurnal umum dan jurnal khusus ke buku besar.
  • #3: Membuat neraca saldo, yaitu daftar saldo rekening-rekening dari buku besar.

Untuk memudahkan pekerjaan dalam membuat neraca lajur, maka dibuat kolom-kolom. Sehingga dalam satu neraca lajur terdiri dari beberapa kolom.

Misalnya:

  • kolom neraca saldo,
  • kolom untuk jurnal penyesuaian,
  • kolom neraca saldo sesudah penyesuaian,
  • kolom laba rugi dan
  • kolom neraca.

Ada neraca lajur 2 kolom, 4 kolom, 6 kolom, 10 kolom, 12 kolom, dan 14 kolom.

Jumlah kolom disesuaikan dengan kebutuhan, kalau cukup dengan 2 kolom, ya tidak perlu membuat 14 kolom, iya kan?

Tidak ada keharusan dalam menentukan jumlah kolom, semua kembali kepada kondisi dan kebutuhan perusahaan.

Perhatikan contohnya seperti berikut ini:

contoh neraca lajur harga pokok penjualan
contoh neraca lajur lengkap

Neraca lajur di atas merupakan rangkuman ayat jurnal penyesuaian dan saldo akun untuk laporan keuangan. Selain itu berfungsi sebagai alat bantu untuk menganalisis proses penyesuaian.

Untuk perusahaan kecil (UKM/UMKM) dengan jumlah akun dan penyesuaian sedikit, neraja lajur mungkin tidak diperlukan.

Laporan keuangan dapat langsung dibuat langsung dari daftar saldo yang sudah disesuaikan.

Dan dalam artikel ini blog Manajemen Keuangan akan menjelaskan dan memberikan panduan atau tutorial bagaimana menyiapkan dan membuat neraca lajur dengan menggunakan Rumus Excel.

Sampai di sini jelas ya pengertian neraca lajur? okay dilanjutkan ya…

 

02: Cara Membuat Neraca Lajur Excel

neraca lajur atau worksheet
Gambar ilustrasi neraca lajur excel

Panduan ini bisa langsung diterapkan dan hasilnya juga bisa langsung digunakan untuk menyusun laporan keuangan, jadi bukan teori doang ūüôā

Bagaimana cara membuat neraca lajur?

Berikut ini cara dan langkah-langkah menyusun neraca lajur :

1. Membuat Form Neraca Lajur

Langkah pertama membuat neraca lajur adalah dengan membuat tabel Excel dengan jumlah kolom dan baris (row) sesuai dengan yang dibutuhkan. Dalam membuat kolom ini tidak ada ketentuan.

Bisa neraca lajur 6 kolom, neraca lajur 10 kolom, atau 12 (dua belas) kolom. Jumlah kolom ini disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

Seperti contoh bentuk di atas adalah neraca 12 kolom, terdiri dari:

  1. Kolom nomor rekening,
  2. Nama rekening,
  3. Neraca saldo kolom debit
  4. Neraca saldo kolom kredit,
  5. Jurnal penyesuaian kolom debit
  6. Jurnal penyesuaian kolom kredit,
  7. Neraca saldo sesudah penyesuaian kolom debit
  8. Neraca saldo setelah penyesuaian kolom kredit,
  9. Laporan laba rugi kolom debit
  10. Laporan laba rugi kolom kredit
  11. Neraca akhir kolom debit
  12. Neraca akhir kolom kredit.

 

2. Masukkan Elemen-elemen Neraca Lajur

neraca lajur perusahaan industri
Gbr ilustrasi cara membuat neraca lajur

Kolom-kolom yang sudah dibuat pada langkah pertama, selanjutnya diisi dengan elemen-elemen yang dibutuhkan dalam neraca lajur sekaligus dibuatkan rumus excel-nya.

Sehingga nantinya bisa dijadikan template Excel untuk membuat Laporan Keuangan.

Element-elemen neraca lajur tersebut antara lain:

A. Kolom Kode Rekening/Akun

Untuk membantu mempermudah penyusunan neraca lajur, buatlah satu tabel yang berisi daftar akun-yang digunakan untuk menyusun laporan keuangan.

Perhatikan contohnya seperti ini:

neraca lajur 12 kolom
Cara membuata neraca lajur excel

Isi kolom nomor akun dan nama akun dengan mengambil data dari tabel daftar akun.

Untuk kolom nomor akun bisa dibuatkan list nomor akun, sehingga user tinggal memilih nomor akun caranya seperti ini :

Pilih menu DATA –> Data Validation –> Data Validation –> isi seperti ini :

neraca lajur perusahaan manufaktur
Cara membuat neraca lajur Excel

Allow : isi dengan List

Source : ambil data dari tabel daftar akun dengan rumus excel :

=Akun!$A$2:$A$53

Maksud dari rumus di atas adalah, mengambil data dari  sheet akun pada kolom A2 sampai A53.

Salin ke bawah sampai nomor akun terakhir.

 

B. Neraca Lajur – Kolom Nama Rekening/akun

Kolom ini di-isi dengan nama-nama rekening yang digunakan untuk menyusun laporan keuangan. Kita tidak perlu mengetik satu per satu nama rekening tersebut, namun menggunakan rumus excel untuk mengambil nama-nama rekening di tabel daftar rekening/akun.

Cara  mengambil datanya adalah sebagai berikut :

Letakkan kursor di sel B6 (sel paling atas kolom nama rekening) , kemudian tuliskan rumus excel seperti ini :

=VLOOKUP(A6;Akun!A1:B52;2;FALSE)

neraca lajur perusahaan jasa

Penjelasan rumus Excel di atas:

Dengan acuan/patokan sel A6, kita akan mengambil data dari sheet Akun kolom A1 sampai B52. Kolom tersebut merupakan kolom kedua dari tabel daftar rekening.

Kemudian salin rumus excel tersebut ke bawah sampai nama rekening terakhir.

 

C. Neraca Lajur Excel – Kolom Neraca Saldo

tujuan jurnal penyesuaian

Kolom ini di-isi dengan saldo rekening-rekening dari buku besar. Kolom ini juga disebut dengan kolom daftar saldo yang belum disesuaikan.

Untuk membuat kolom neraca saldo yang belum disesuaikan ini, langsung saja masukkan daftar saldo yang belum disesuiakan ke kolom kertas kerja ini.

Masukkan sesuai dengan posisinya. Bila saldo rekening di sisi Debit maka letakkan di kolom Debit. Bila saldo rekening di sisi Kredit maka letakkan di kolom Kredit.

Jumlah kolom Debit dan kolom Kredit HARUS SAMA.

Cara mengisi data saldo rekening di neraca saldo adalah sebagai berikut :

Letakkan kursor di sel paling atas pada Neraca Saldo kolom Debit, lalu tuliskan rumus excel seperti ini :

=IF(‘Neraca Saldo 2’!C2>0;VLOOKUP(‘Neraca Lajur’!A6;’Neraca Saldo 2′!$A$2:$C$53;3;FALSE);0)

download neraca lajur excel

Penjelasan rumus Excel di atas:

Jika di kolom Debit pada sheet Neraca Saldo nilainya lebih besar dari nol alias positif maka ambil data dari tabel di sheet Neraca Saldo dengan acuan/patokan sel A6 (kode akun) dari sel A2 sampai C53.

Untuk mengisi kolom kredit, caranya sama dengan mengisi kolom debit namun data yang diambil adalah saldo di sisi kredit pada neraca saldo.

Untuk memastikan kebenaran pengisian data adalah dengan menjumlahkan kolom debit dan kredit, jika jumlahnya sama maka pengisian data sudah benar.

 

D. Neraca Lajur Jurnal Penyesuaian

neraca lajur setelah penyesuaian

Kolom jurnal penyesuaian di-isi dengan transaksi-transaksi yang memerlukan penyesuaian, seperti bahan habis pakai, asuransi dibayar di muka, sewa diterima di muka, akruan pendapatan, dan penyusutan.

Selain itu, kolom penyesuaian akan membantu dalam menemukan ayat-ayat jurnal yang harus dicatat ke dalam jurnal.

Cara membuat jurnal penyesuaian dari neraca saldo:

Biasanya dalam memasukkan penyesuaian sesuai urutan saat data disiapkan.

Jika nama akun yang akan disesuaikan tidak muncul di daftar saldo, maka akun tersebut harus dimasukkan ke dalam kolom nama akun, di bawah jumlah saldo , jika diperlukan.

Untuk mengisi kolom ini tidak diperlukan rumus Excel, yang diperlukan adalah kemampuan membuat jurnal akuntansi.

Setelah membaca dan mempraktekkan panduan di artikel tersebut dijamin 99% tidak akan salah dalam menjurnal sebuah transaksi.

Di kolom jurnal penyesuaian ini, jumlah sisi debit harus sama dengan jumlah di sisi kredit.

 

E. Neraca Saldo Setelah Penyesuaian

neraca lajur perusahaan dagang

Kolom ini di-isi dengan hasil penjumlahan yang berasal dari neraca saldo ditambah atau dikurangi jumlah pada kolom penyesuaian.

Jadi data penyesuaian ditambahkan ke atau dikurangkan dari jumlah dalam kolom daftar saldo yang belum disesuaikan.

Jumlah yang disesuaikan kemudian ditempatkan di kolom daftar saldo yang sudah disesuaikan.

Dengan prosedur yang sama terus dilakukan sampai semua saldo akan ditempatkan ke kolom daftar saldo yang disesuaikan.

Jumlahkan kolom daftar saldo yang disesuaikan untuk memastikan kesamaan debit dan kredit.

Cara membuat rumus Excel di kolom daftar saldo yang disesuaikan adalah sebagai berikut :

Letakkan kursor di baris paling atas dari kolom Neraca Saldo Setelah Penyesuaian, kemudian tuliskan rumus excel berikut ini :

=IF(OR(C6+E6-F6<0;D6<>0);0;C6+E6-F6)

format neraca lajur excel

 

F. Neraca Lajur Laba Rugi

contoh jurnal penyesuaian perusahaan dagang

Kolom ini di-isi dengan saldo debit dan kredit di rekening-rekening pendapatan dan biaya.

Pengisiannya adalah dengan mengambil data saldo rekening-rekening pada kolom neraca saldo sesudah penyesuaian.

Jadi neraca lajur atau kertas kerja dilengkapi dengan memindahkan jumlah daftar saldo yang disesuaikan ke kolom Laporan Laba Rugi dan Neraca.

Jumlah pendapatan dan beban dipindahkan ke kolom Laporan Laba Rugi. Jumlah aset, kewajiban, modal pemilik dan prive dipindahkan ke kolom Neraca.

Setelah semua saldo ditempatkan di empat kolom laporan keuangan, jumlahkan semua kolom ini.

Selisih antara jumlah kedua kolom Laporan Laba Rugi adalah jumlah LABA atau RUGI bersih untuk periode tersebut.

Begitu juga sebaliknya, selisih antara jumlah kedua kolom Neraca merupakan jumlah laba bersih atau rugi bersih untuk periode tersebut.

Jika jumlah kolom kredit Laporan Laba Rugi (menunjukkan jumlah pendapatan) lebih besar dari jumlah kolom debit Laporan Laba Rugi (menunjukkan jumlah beban), selisihnya merupakan laba bersih.

Jika jumlah kolom debit Laporan Laba Rugi lebih besar dari jumlah kolom kredit Laporan Laba Rugi, selisihnya adalah rugi bersih.

Cara pengambilan datanya dengan menggunakan rumus Excel sebagai berikut :

=IFERROR(IF(LEFT(A23;1)>”3″;$G$6:$G$57;0);””)

format neraca lajurPenjelasan rumus:

Rekening yang akan dimasukkan dalam laporan laba rugi adalah rekening yang kode rekeningnya dimulai dengan angka 4 dan 5.

Oleh karena itu, jika nomer kode rekening diawali dengan dengan 4 dan 5 maka ambil datanya di kolom neraca saldo setelah penyesuaian.

Untuk mengambil karakter pertama dari kode rekening, digunakan fungsi microsoft excel LEFT.

Selisih antara jumlah jumlah debit dengan jumlah kredit merupakan laba atau rugi perusahaan untuk periode yang bersangkutan.

Apabila jumlah kredit lebih besar daripada jumlah debit, maka selisihnya adalah laba dan sebaliknya.

 

G. Neraca Lajur – Kolom Neraca

neraca lajur 10 kolom

Kolom ini berisi semua saldo rekening yang termasuk dalam elemen yang menyusun sebuah neraca yaitu

  • aktiva,
  • hutang dan
  • modal.

Pengisiannya datanya diambil dari neraca saldo setelah penyesuaian.

Cara pengambilan datanya dengan menggunakan rumus Excel seperti berikut ini :

Letakkan kursor pada baris tertinggi dari kolom neraca, lalu tuliskan rumus excelnya seperti ini :

=IFERROR(IF(LEFT(A6;1)<“4″;$G$6:$G$57;0);””)

neraca lajur 10 kolomPenjelasan rumus :

Rumus excel yang digunakan hampir sama dengan saat mengisi kolom Laba Rugi, yang membedakan adalah besar angka dari kode rekening yang dijadikan acuan.

Kalau di kolom laba rugi, nomor kode rekening yang digunakan adalah yang lebih kecil dari 4 (empat).

Selisih jumlah debit dan kredit sama dengan selisih dalam kolom laba rugi.

Bila di kolom laba rugi jumlah kredit lebih besar dari jumlah debit, maka dalam kolom neraca jumlah kolom debit akan lebih besar daripada jumlah kolom kredit.

Dan bila Anda ingin  menggunakan aplikasi Akuntansi Excel program siap pakai gratis, langsung saja KLIK Download Template Laporan Keuangan Excel.

 

03: Video Pembelajaran Materi Neraca Lajur

Melengkapi pembahasan tentang neraca lajur atau kertas kerja, berikut ini saya sajikan video tentang contoh neraca lajur dan cara membuatnya.

Selamat menyaksikan.

 

04: Kesimpulan

Jadi  pengertian neraca lajur adalah rangkuman langkah langkah-langkah membuat laporan keuangan dalam siklus akuntansi.

Dan saya menggunakan Excel untuk membuat neraca lajur / kertas kerja / worksheet neraca lajur dalam contoh ini.

Anda tidak harus sama dalam menggunakan rumus-rumus Excel seperti yang digunakan dalam artikel ini.

Rumus Excel yang saya gunakan di sini menurut saya mudah dan biasa digunakan oleh banyak orang, sehingga harapan saya saat anda ingin membuat neraca lajur dengan Excel tidak mengalami kesulitan.

Jika anda masih kesulitan atau tidak ada waktu untuk membuatnya, silahkan ke Accounting Tools & SOP,

Terima kasih

***

manajemen keuangan dan SOP