Begini Cara Menghitung Biaya Produksi per Unit Waktu dan Bahan

 

Metode perhitungan biaya produksi per unit waktu dan bahan (time and material pricing) kebanyakan digunakan oleh perusahan-perusahaan jasa seperti ; industri radio dan televisi, percetakan, reparasi mobil dan motor, dan juga perusahaan profesional seperti kantor pengacara, konsultan dan akuntan.

Bila biaya produksi per unit waktu dan bahan sudah bisa diketahui nilainya, maka akan mudah untuk menentukan harga jual dari produk jasa tersebut.

Oleh karena itu kita perlu memahami pengertian biaya produksi dan cara menghitung biaya produksi, dan dalam artikel ini akan diberikan juga contoh perhitungan biaya produksi sehingga bisa diaplikasikan langsung dalam pekerjaan anda.

Baca juga : Begini Cara menghitung Biaya Tetap dan Biaya Variabel

Waktu (time) yang dimaksudkan di sini adalah bisa jam kerja pegawai atau mesin produksi. Di mana komponen waktu per jam tenaga kerja langsung adalah :

  • Upah langsung, termasuk tunjangan-tunjangan dan bonus.
  • Biaya-biaya yang berhubungan dengan pekerjaan tidak langsung, seperti gaji pengawas, penyusutan, asuransi, bahan-bahan tidak langsung dan sebanding dengan jam.
  • Laba yang diinginkan per waktu tertentu,misalnya per jam.

Sedangkan komponen bahan per jam terdiri dari :

  • Persentase laba dari harga faktur bahan.
  • Persentase dari bahan tidak langsung atau yang dibebankan. Contoh biaya produksi ini adalah gaji manajer, bahan, pengawas, asuransi, handling, atau biaya yang berhubungan dengan pengelolaan bahan.

Jadi perhitungan biaya produksi per unit waktu, misalnya per jam adalah sebagai berikut :

perhitungan biaya per unit


Contoh perhitungan biaya produksi
per unit waktu dan bahan :

PT Sukses Penuh Keberkahan mengelola bisnis jasa peralatan armada truk. Marjin laba perusahaan turun terus menerus selama beberapa tahun terakhir.

Pengelola perusahaan telah melakukan analisis sederhana bahwa tarif waktu dan bahan yang digunakan untuk menentukan harga jual sudah tidak sesuai dengan perkembangan jaman.

Perusahaan menentukan target laba Rp. 2,5 per jam kerja pelayanan reparasi dan menentukan target laba 10% dari faktur bahan yang digunakan.

Perusahaan mempertimbangkan untuk mempertahankan persediaan dalam jumlah besar agar dapat memberi pelayanan reparasi ke pelanggan dengan cepat.

Biaya yang berhubungan dengan pekerjaan reparasi dan dengan persediaan bahan periode sebelumnya adalah sebagai berikut :

daftar biaya tahun lalu

Perusahaan mempekerjakan 10 tukang ahli reparasi yang bekerja 40 jam per minggu dan 50 minggu dalam satu tahun.

Dalam periode sebelumnya perusahaan meminta imbalan kerja pelayan reparasi sebesar Rp. 16,50 per jam dan menambahkan ongkos beban bahan 35% dari bahan yang digunakan setiap kali reparasi dilakukan.

Pertanyaannya adalah berapa besar biaya yang seharusnya dibebankan per jam kerja pelayanan dan  biaya bahan yang harus digunakan? Berapa besar biaya yang seharusnya dibebankan ke suatu pekerjaan 2,5 jam dan bahan Rp. 70?

Penyelesaian :

#1. Biaya Langsung per Jam Kerja :

=Tukang ahli reparasi + Tunjangan (Pensiun & Asuransi) : Jam Kerja

= Rp. 180.000 + ((15% x Rp. 180.000)+(5% x Rp. 180.000)) : (10 x 40 x 50)

= Rp. 216.000 : 20.000 jam

= Rp. 10,80 per jam

 

#2. Biaya Reparasi per Jam Kerja

= (Total biaya reparasi – biaya langsung) : Jam Kerja

= (Rp. 320.000 – Rp. 216.000) : 20.000

= Rp. 104.000 : 20.000

= Rp. 5,2 per jam

 

#3. Laba per jam yang ditentukan = Rp. 2,5 per jam

 

#4. Biaya Bahan :

= Laba dari bahan = 10% (target)

= Persentase bahan lainnya :

= (Total biaya bahan – Harga Pokok Bahan) : Harga Pokok Bahan

= (Rp. 273.000 – Rp. 210.000) :  Rp. 210.000

= 30 %

Jadi persentase total biaya bahan adalah = 10% + 30% = 40%

Dari perhitungan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa biaya pelayanan per jam adalah sebagai berikut :

biaya produksi per unit

Bila suatu pekerjaan memerlukan pelayanan selama 2,5 jam dengan bahan yang digunakan sebanyak Rp. 70, maka total biayanya adalah :

= (waktu pelayanan x biaya produksi per unit waktu) + (Biaya bahan + (bahan yang digunakan x % total biaya bahan))

= (2,5 jam x Rp. 18,50) + (Rp. 70 + (Rp. 70 x 40%))

= Rp. 46,25 + Rp. 98 = Rp. 144,25

Demikian pembahasan mengenai  pengertian biaya produksi, cara menghitung biaya produksi per unit dan contoh perhitungan biaya produksi.

Anda ingin ahli dalam akuntansi? ada program pas di : Jasa Training Akuntansi

Semoga bermanfaat.

***